bikinan Raditya Dika

tadi googling raditya dika, truz nemu tulisan ini, gag taw kenapa gw suka. natural banget gituu.. ini sama sekali gak berniat untuk melakukan tindakan plagiatisme, karena gw suka sama tulisannya raditya dika (baca: kambing) dan pengen juga kalian yang baca blog gw juga baca tulisan dia. gw hanya ingin share tentang salah satu tulisan yang gw suka, karya penulis muda.
baca nih yaa :


Kepada kamu,
Dengan penuh kebencian.

Aku benci jatuh cinta. Aku benci merasa senang bertemu lagi dengan kamu, tersenyum malu-malu, dan menebak-nebak, selalu menebak-nebak. Aku benci deg-degan menunggu kamu online. Dan di saat kamu muncul, aku akan tiduran tengkurap, bantal di bawah dagu, lalu berpikir, tersenyum, dan berusaha mencari kalimat-kalimat lucu agar kamu, di seberang sana, bisa tertawa. Karena, kata orang, cara mudah membuat orang suka denganmu adalah dengan membuatnya tertawa. Mudah-mudahan itu benar.

Aku benci terkejut melihat SMS kamu nongol di inbox-ku dan aku benci kenapa aku harus memakan waktu begitu lama untuk membalasnya, menghapusnya, memikirkan kata demi kata. Aku benci ketika jatuh cinta, semua detail yang aku ucapkan, katakan, kirimkan, tuliskan ke kamu menjadi penting, seolah-olah harus tanpa cacat, atau aku bisa jadi kehilangan kamu. Aku benci harus berada dalam posisi seperti itu. Tapi, aku tidak bisa menawar, ya?

Aku benci harus menerjemahkan isyarat-isyarat kamu itu. Apakah pertanyaan kamu itu sekadar pancingan atau retorika atau pertanyaan biasa yang aku salah artikan dengan penuh percaya diri? Apakah kepalamu yang kamu senderkan di bahuku kemarin hanya gesture biasa, atau ada maksud lain, atau aku yang-sekali lagi-salah mengartikan dengan penuh percaya diri?

Aku benci harus memikirkan kamu sebelum tidur dan merasakan sesuatu yang bergerak dari dalam dada, menjalar ke sekujur tubuh, dan aku merasa pasrah, gelisah. Aku benci untuk berpikir aku bisa begini terus semalaman, tanpa harus tidur. Cukup begini saja.

Aku benci ketika kamu menempelkan kepalamu ke sisi kepalaku, saat kamu mencoba untuk melihat sesuatu di handycam yang sedang aku pegang. Oh, aku benci kenapa ketika kepala kita bersentuhan, aku tidak bernapas, aku merasa canggung, aku ingin berlari jauh. Aku benci aku harus sadar atas semua kecanggungan itu…, tapi tidak bisa melakukan apa-apa.

Aku benci ketika logika aku bersuara dan mengingatkan, “Hey! Ini hanya ketertarikan fisik semata, pada akhirnya kamu akan tahu, kalian berdua tidak punya anything in common,” harus dimentahkan oleh hati yang berkata, “Jangan hiraukan logikamu.”

Aku benci harus mencari-cari kesalahan kecil yang ada di dalam diri kamu. Kesalahan yang secara desperate aku cari dengan paksa karena aku benci untuk tahu bahwa kamu bisa saja sempurna, kamu bisa saja tanpa cela, dan aku, bisa saja benar-benar jatuh hati kepadamu.

Aku benci jatuh cinta, terutama kepada kamu. Demi Tuhan, aku benci jatuh cinta kepada kamu. Karena, di dalam perasaan menggebu-gebu ini; di balik semua rasa kangen, takut, canggung, yang bergumul di dalam dan meletup pelan-pelan…

aku takut sendirian.
.
.
.
.
[Raditya Dika, Kepada Cinta : True Love Keeps No Secret]

diary

Kenapa malah nangis waktu membuka file-file lama ituu. Walopun kadang senyum-senyum sendiri juga siy.. haha !!
Padahal dulu gw gak maw punya diary, karena gw ngerasa, apa yang terjadi sama gw.. biar gw sama tuhan aja yang taw. Punya diary berarti memberikan kesempatan untuk diketahui orang lain. Hehe.

happy birthday

Ternyata jika kamu bahagia, itu sudah cukup buat aku. Itu juga akan membuatku bahagia. Meski ternyata tak bisa bersama, tapi apalah arti kebersamaan dibanding rasa yang tulus untuk menyayangi.

Aku cuma ingin, kamu terus berlari. Mengejar semua cita serta cintamu. Karena kamu telah dewasa, dan aku tau kamu membutuhkan seseorang yang bisa mengerti kamu (bukan anak TK seperti aku).

karena kamu dewaasa. ya, sungguh karena kamu dewasa maka anak kecil ini mengalah. agar kamu bisa terus berlari. maka berhentilah bermain-main dengan duniamu. suatu saat kamu harus bahagia.

Happy birthday to you . .

:dhuha, 061209:

saya lupa kapan saya menulis ini

Bukan aku tak mau mengerti. Bukan aku tak bisa mengerti. Tapi sungguh aku berusaha untuk itu. Dan tidakkah kamu tau disini mati-matian aku mempertahankan pagar hatiku. Tak perlu kupertahankan pun seharusnya aku tenang. Karena hanya kamu yang memiliki kuncinya. Tapi dimana kamu menyimpannya sepertinya kamu lupa. Atau bahkan telah hilang, mana kutau.
Sekarang, aku perlu apa lagi? Aku ternyata tak butuh apa pun selain usahamu untuk meyakinkanku. Yakinkan aku bahwa hanya kamu yang pantas menjadi kapten di lapang hatiku. Yakinkan aku bahwa suatu hari kamu akan datang ke kotaku untuk menjemputku. Yakinkan aku bahwa telah terpatri aku dalam hatimu. Yakinkan aku, hingga aku akan merasa takut kehilangan kamu. Hingga aku tak perlu lagi mencemaskan kamu meski jarak mencekikku.

plagiator awards

Kadang, gw gak ngerti sama orang yang gak maw jd diri sendiri. Gw gak ngerti kenapa malah dia ingin seperti orang lain. Tidakkah dia pernah dengar bahwa yang terbaik adalah menjadi diri sendiri. Jadi gak perlu kaan ikut-ikut apa kata orang, ataw yang lebih parahnya, ikut-ikutan orang lain buat begini dan begitu.
Belom lagi buat orang yang diikutin. Kalo dia gak ikhlas gimana? Lagian jugaa pasti bete laa kalo diikut-ikutin gituu. Hahahaa.
Ada gak yaa, plagiator awards!!

kalau memang bisa

Kalau ingin merebut aku dari ayah ibuku, dapatkah dia menjadi perhatian seperti mereka..
Kalau ingin menggantikan peran ayahku, dapatkah dia menjadi lembut seperti beliau..
Kalau ingin mengambil aku dari keluargaku, dapatkah dia membimbing dan menjagaku..
Kalau ingin dipercayai sahabatku, dapatkah dia memahami aku..

Bukan aku ragu
Sama sekali bukan
Tapi tentu karena aku ingin hanya sekali saja seumur hidupku
Mengertilah
.

yang berbeda hanya prinsip

Demi aku yang tak pernah mau mengalah
Yang akan dengan segenap hati pertahankan egoistis
Yang akan selalu memaksa teriakkan “terserah aku!”

Demi kamu yang juga tak pernah mau mengalah
Yang akan dengan sepenuh hati pertahankan egoistis
Yang akan selalu memaksa teriakkan “terserah aku!”

Lalu kelak
Pada hari terjadinya yang tak pernah kita tau
Akan kita sadari bahwa tak mungkin
Menyatukan dua makhluk yang memang sudah sama!

Jika mereka berkata : “perbedaan itu indah”
Ternyata aku sadar bahwa persamaan tak selamanya indah
Jika seperti kita adanya!
Sama-sama gak mau ngalah, sama-sama egois

Dan terus saja berusaha!!
Karena ternyata juga kita sama-sama tak kenal lelah



:dzuhur,25-11-2009:

aku ingin

Aku hanya ingin jadi pintar.
Aku hanya ingin jadi cerdas.
Entah apa yang kalian katakan, kalian pikir aku peduli?

m y l i v e

Tiba-tiba teringat saat dulu ayah mengajarkan kalbatakur (kali bagi tambah kurang) untuk mata pelajaran matematika saat aku duduk dibangku sekolah dasar. Caranya mengajarkan, kedekatan kami, semangatnya mengajari dan semangatku karena ingin bisa. Aku pernah menangis karena tak bisa menjawab soal yang ayah beri. Tapi apakah ayah marah? Tidak sama sekali. Lalu aku teringat, selama umur dihidupku, apa pernah ayah memarahi aku? Tidak pernah sama sekali. Yang aku katakan bahwa ayah memarahi aku, itu adalah menasehati aku untuk menjadikanku lebih baik. Dan aku berjanji akan selalu mencintainya.
Tiba-tiba teringat saat dulu ibu menyuruhku (dengan setengah memaksa) untuk tetap berangkat sekolah madrasah setiap aku pulang dari sekolah (SD). Caranya merayu, menyemangati aku untuk rajin mengaji, dan menyampaikan maksudnya bahwa ia ingin aku jadi anak pintar. Aku juga pernah menangis karena merasa lelah sepulang sekolah. Aku ingin bermain bersama teman-teman lain. Tapi ibu bilang aku harus pergi, agar aku jadi anak pintar. Ibu bilang aku pasti boleh bermain selesai tadarusan nanti. Dan aku sering merengek untuk tak pergi. Tapi apakah ibu memarahi aku? Tidak sama sekali. Lalu aku teringat, selama umur hidupku, apa pernah ibu memarahi aku? Tidak pernah sama sekali. Yang aku katakan bahwa ibu memarahi aku, itu adalah membimbing aku untuk menjadikanku lebih baik. Dan aku berjanji akan selalu mencintainya.
Saat ini, saat aku jauh dari mereka. Aku harus terus belajar, karena aku tau keinginan mereka yang dulu masih juga sama. Ingin aku jadi yang terbaik. Dan aku tau ada doa disetiap gerak kelopak mata mereka. Ada harapan disetiap hembusan nafas mereka. Dan selalu ada aku dihati mereka.

saat memang harus terjadi

kalau aku mencari ketampanan, tentu tak akan pernah aku puas. tentu akan selalu lagi dan lagi aku mencari. tentu tak dapat aku berdiam menunggu kamu meski tak tau kapan datang menjemputku dari kota ini.
tapi aku tak pernah bisa untuk hal itu.
aku hanya mencari segumpal darah yang baik kualitasnya. yang jika segumpal darah itu baik, maka akan baik seluruh dirinya. yang menjadi santun tutur katanya. yang lembut sikapnya (hey, ini gw yang gak pernah maw dikasarin, sory gw tumbuh dalam kelembutan meski gw bisa hidup keras).
dan aku tau ayah benar saat berkata; "tak berguna ilmu kita jika selalu dalam sikap yang tak baik" . lalu aku tau, aku harus bisa sepertinya.
dan saat ini jawabannya adalah,
aku mencari yang seperti beliau. karena bukankah calonku kelak adalah pengganti beliau?

tak tau lah

karena aku mungkin memang tak pantas bagimu.
meski aku,
selalu tulus selama ini
berusaha menyampingkan urusan yang tak pernah kau suka.

tapi ini aku!!

sejak kapan,
aku mulai menurut akan kata-kata orang lain selain ayahku.
sejak kapan,
aku mulai menjaga seluruh aktivitasku.
sejak kapan,
aku mulai jadi sering menangis karena sesuatu yang aku tak tahu.
sejak kapan,
aku mulai mematri suatu nama yang sebenarnya dulu berusaha aku untuk menahannya.

dan kini aku.
mampu engkau rubah hingga begini.

dan akhirnya

ini.
memang sungguh hanya ini.
yang selalu aku takutkan.
hanya sesuatu ini.
yang sejak dulu bersarang di kepalaku.
dan hanya ini.
sesuatu yang menggerogoti waktuku.
membuat berpikir hingga aku nyaris mati karena takut.

dan lagi-lagi ini.
hal inilah yang tak pernah membuatku berhenti.
yang membuatku terus berdiri.
ketakutan!!

tapi pada akhirnya toh memang harus terjadi.
kita gak akan bersama lagi.

tapi.

masih ada setets penawar.
untuk hati yang kini tinggal kepingan.
untuk otak yang kini hampir busuk.
untuk raga yang kini merasa kehilangan tulang rusuknya.
untuk jiwa yang nantinya pasti akan merindu.

beruntunglah.
aku masih memiliki setetes penawar itu.
yang merupakan keyakinan sejak awal.
bahwa tak akan ada yang abadi.
tentu aku harus siap kehilangan segala titipan tuhan.

dan.
suatu saat kita pasti bertemu "lagi".

memahami maknanya. tidak selalu secara bahasa

Kehilangan?
Kapan? Apa aku pernah kehilangan?
Waktu tidak berhasil menemukan pinsil dalam kotak alat tulisku? Waktu musuhan sama salah satu teman? Atau waktu allah menyuruh malaikat izroil untuk menjemput orang yang aku sayang?
Tidak!! Sama sekali bukan!
Aku tidak pernah kehilangan semua itu. Karena aku tidak pernah memilikinya kaan. Yaa, semua milik allah. Dan pasti akan kembali pada allah. Hanya saja aku tak pernah tahu waktunya.

Allah, maafin aku yang juga belum bisa berpikir dewasa. Maafin aku yang terus-terusan hanya bisa marah. Maafin aku selalu ngeluh dan sering kali bersikap tidak baik. Yaa, mereka milikmu, allah. Trimakasih pernah titipkan mereka pada kami. Dan maafkan kami jika sempat tidak menjaganya dengan baik, tapi sungguh kau maha mengetahui segala peristiwa. Kami hanya makhluk yang berbatas. Tak dapat menembus tempat dan waktu.
Sekarang, meski mereka, orang yang kami sayangi, telah kau ambil.. aku ikhlas, insyaallah.
Maafin aku atas airmataku kemarin dan hari ini. Karena sungguh tak tau lagi aku harus bagaimana saat aku mengetahui kau telah mengambilnya. Saat aku tau malaikat izroil telah melaksanakan tugasnya dengan baik. Meski kini sungguh aku sadar, itu pasti yang terbaik. Tapi bukankah engkau telah menciptakan kelenjar airmata yang bertugas memproduksi airmata? Maka kelenjar itu kini melaksanakan tugasnya dengan baik pula.
Allah, jika hari-hari kemarin aku memohon untuk mereka dapat menyaksikan aku pakai toga disuatu hari, maka hari ini aku mohon ampuni dosa-dosanya. Trimalah di sisimu, allah.. terima amal ibadahnya,. Dan sungguh, aku mohon ampuni dosanya. Lapangkan kuburnya, terangi ia di dalam sana. Beri ia tempat yang terbaik, ringankan siksanya.
Amin..

sepenggal dari sebagian (sebagian dari sepenuhnya)

Sambu : kenapa sih Ve, kenapa lu cuma bisa nangis!
Veka : karena gw gak sekuat yang lu bayangin, Sam..
Sambu : lu kuat. Itu bukan sesuatu yang gw bayangin, Ve! Tapi sesuatu yang gw lihat dari dalam diri lu. Jadi lu nangis bukan karena lu lemah, Ve. Sama sekali bukan.
Veka : kalo lu mau nyuruh gw buat kuat, kalo lu mau menghibur gw, pliz jangan sekarang Sam..
Sambu : lu lemah karena lu yang membayangkannya, Ve. Gw tau lu gak kayak gitu. Pliz Ve.. sebelumnya lu mengakui milik allah adalah milik lu, sampe-sampe lu ngerasa sakit sekarang waktu allah ambil kembali miliknya.
Veka : apa lu gak tau kalo gw sayang nenek gw, Sam!! Apa lu gak ngerti gimana rasanya waktu tau salah satu orang yang jadi alesan gw buat semangat sekolah, sekarang udah gak ada! Udah gak bisa gw lihat lagi. Gak bisa gw datengin meski setahun hanya satu kali. Gak bisa gw cium tangannya lagi. Gak bisa gw sentuh kulitnya meski telah keriput dimakan umur.
Sambu : dan apa lu tau, Ve.. ada berapa banyak orang disana yang ikutan sedih karena melihat lu seperti ini..
Veka : (masih terisak dalam tangisnya)
Sambu : dan apa lu akan terus-terusan egois seperti ini, Ve? Lu boleh nangis kalo emang bikin lu jadi lebih lega. Tapi jangan nangis untuk berlarut kayak gini. Jangan nangis yang bikin lu lega tapi justru bikin orang lain jadi sedih.
Veka : (tetap tak menjawab sahabatnya)
Sambu : brenti nangis, Ve.. pliz.. kalo lu gak mau peduliin diri lu, pliz lakuin ini buat gw. Lakuin buat gw, sahabat yang lu sayang.

kain itu

Aku memperhatikan matanya. Berusaha bisa seperti beliau. Tegar dan kuat. Aku terus memandangi matanya. Berharap tak temukan sesuatu yang lain dihadapanku. Tapi kenyataan. Ini kenyataan, bukan mimpi. Aku melihatnya. Mendapatinya tengah terbaring tanpa nyawa.
Lalu ayah pun mendekatinya. Aku terus mengikuti geraknya. Ingin slalu disampingnya, dengan harapan aku bisa tegar seperti ayah meski nyatanya aku melakukannya sambil terus menangis. Berbeda sekali dengan ayah. Tangan ayah bergerak, membuka kain hijau yang mengurungi keranda. Dan yang terlihat hanya sosok yang terlapisi kain putih. Ayah tak bersuara, sama sekali. Aku pun tetap diam, kecuali isak tangis yang tak dapat disembunyikan, dan genggaman eratku pada adikku.
Ayah terus bergerak, membuka kain putih itu pada bagian atas. Dalam hitungan detik, kini nampak wajah yang tenang tanpa pikiran dan beban. Begitu bersih, dan sekali lagi, tampak sangaaaat tenang. Isak tangisku berhenti. Yaa, berhenti, aku ingat betul saat itu isak tangisku berhenti.
“uda ya?” suara ayah tenang pada kami bermaksud ingin menutup kembali kain putih itu. Kami tetap diam. “udah ya? Udah ikhlas?” kata ayah lagi dan kali ini aku sadar aku harus menjawabnya.
“iyah..” jawab adikku. Tapi aku tetap diam. Sedihku perlahan memudar. Tapi kini segera diganti dengan kesedihan yang lain saat aku melihat ayah. Ayah bertanya kami sudah ikhlas tow belum, tapi ingin aku balik bertanya, apa ayah memang sudah ikhlas, ataw sedang berusaha ikhlas dengan bertanya pada kami.
“udah yaa..” suara ayah lagi, kali itu sambil menutup kembali kain putih yang memang seharusnya pada tempatnya.
Aku.
Menangis lagi.

cokelat

Aku suka cokelat. Dan saat ini, aku menginginkan rasanya yang enak meski rupanya berwarna cokelat, meski bentuknya tak semenarik lukisan dan tak secantik bunga mawar. Tapi sekarang aku menginginkannya demi hatiku. Aku ingin merasakan manisnya. Aku ingin merasakan lembutnya. Aku ingin merasakan ketenangan karena memakannya. Demi hatiku. Demi hatiku yang mungkin rupanya tak semenarik bulan sabit, meski mungkin sekarang berantakan yang aku pun tak tahu apa alasannya. Dan aku butuh cokelat saat ini.
Aku enggan mendengarkan dua orang penyiar radio yang biasanya tiap pagi menemani persiapan kegiatanku. Aku enggan menyalakan televisi yang biasanya jadi temanku siang hari di kamar. Aku juga enggan bermain-main dengan mpie (komputerku) yang biasanya aku betah bersamanya saat weekend. Aku enggan minum susu banyak yang biasanya tiap hari aku konsumsi. Aku enggan menyapa tazie yang biasanya tiap aku terbangun dari tidur pasti aku peluk. Aku enggan merapikan photo-photo di dinding kamar yang biasanya butuh waktu lama aku untuk melakukannya. Aku juga bahkan enggan menyalakan vcd totti, yang biasanya paling tidak seminggu sekali harus aku menontonnya. Aku enggan melakukan semua itu. Karena aku hanya ingin cokelat.
Lalu siapa yang bisa datang sekarang.
Sekarang.
Untuk membawakan aku cokelat.

. . .

andai kamu tau, sulit rasa'y jika harus memilih antara kamu atau mama.
dan kamu salah jika merasa bahwa sayangku udah ilang. rindu ini masih milikmu.

berpikir lagy kalo ada yg ajak bermimpi . karena saat t'bgun rasa'y menyakitkan saat tau itu hanya mimpi

Jgn mengatakan bahwa aq tak menyayangimu. Sebab tak mungkin rasa'y aku tak menyayangmu sedang hati ini begitu ikhlas menuruti semua permintaan wajar mu. Sedang aku mampu bersabar lebih dari saat aku harus menerima permintaan ayah untuk masuk akuntansi. Dan padahal pernah hilang kontrolku saat menghadapi ayah, tapi ternyata aku mampu bersabar terhadapmu. Ternyata begitu ingin aku membuatmu senang. Tapi aku tak pernah tau, kamu mengerti atau tidak.

Jangan sekalipun mengatakan bahwa aku tak menyayangimu. Padahal kamu tau seperti apa aku. Dan tau seperti apa kamu terhadapku. Hingga teman q bertanya 'kenapa' terhadapku, saat aku lagi-lagi memilih berdiam diri karena berpikir ada apa denganmu hingga mampu berlaku seperti itu. Aku sungguh menyayangmu. Dan aku tak tau, kamu mengerti atau tidak.

Aku tak pernah bisa bilang terima kasih, waktu aku sadar kamu bisa usir jula dari hati aku (padahal 2nama sbelum'y tak pernah bisa), karena aku hanya takut kamu t'sakiti. Tapi lebih dari itu, aku bahagia kamu mampu melakukan'y.

Andai kamu tau.
Aku lelah bermain-main. Aku lelah memilih mereka yang aku pikir tak bisa mengimbangi.
Tapi kali ini kamu yg memilih. Dan semoga keputusanku ini baik. Aku pikir, kalau kamu tak akan lagy tersiksa karena aku, bukankah itu baik bagimu.

Sekali saja, meski kau tak tau, trimakasih pernah memberiku mimpi.

cinta pertama dan terakhir

sebelumnya tak ada yang mampu
mengajakku untuk bertahan
di kala sedih

sebelumnya ku ikat hatiku
hanya untuk aku seorang
sekarang kau di sini hilang rasanya
semua bimbang tangis kesepian

kau buat aku bertanya
kau buat aku mencari
tentang rasa ini
aku tak mengerti
akankah sama jadinya
bila bukan kamu
lalu senyummu menyadarkanku
kau cinta pertama dan terakhirku


sebelumnya tak mudah bagiku
tertawa sendiri di kehidupan
yang kelam ini

sebelumnya rasanya tak perlu
membagi kisahku tak ada yang mengerti
sekarang kau di sini hilang rasanya
semua bimbang tangis kesepian


kau buat aku bertanya
kau buat aku mencari
tentang rasa ini
aku tak mengerti
akankah sama jadinya
bila bukan kamu
lalu senyummu menyadarkanku
kau cinta pertama dan terakhirku

bila suatu saat kau harus pergi
jangan paksa aku tuk cari yang lebih baik
karena senyummu menyadarkanku
kaulah cinta pertama dan terakhirku wouoo

kau buat aku bertanya
kau buat aku mencari
tentang rasa ini
aku tak mengerti
akankah sama jadinya
bila bukan kamu
lalu senyummu menyadarkanku
kau cinta pertama dan terakhirku

d.e.w.a.s.a

hmm, seperti apa sebenarnya yg namanya dewasa? gw juga gak tau. yg gw tau, slama ini gak ada yang bilang gw dewasa. kalau yg mengatakan adalah banyak orang, artinya kemungkinan besar mereka benar bahwa gw memang belum dewasa. tapi sering banget mulut gw bilang kalo gw ini orang yg dewasa. smua orang tau gw gak dewasa, tapi smua orang gak tau kenapa sering banget gw bilang diri gw adalah pribadi yg dewasa. bukankah ucapan adalah doa? maka gw slalu berharap kelak kedewasaan akan hadir dalam diri gw.
jika sampai pada suatu hari seseorang dapat berubah ke gw, jika sampai ada seseorang yg membenci gw karena ketidakdewasaan gw, maka gw juga gak tau, orang tersebut sebenarnya dewasa tow gak. gw pikir, orang yg dewasa adalah yg mau membimbing kita. yg mau mengajari kita seperti apa bersikap dewasa.
namun jika ternyata kedewasaan akan tumbuh bukan dengan dipelajari atau diajari, maka gw pikir orang yg dewasa bisa menunggu dengan sabar munculnya kedewasaan seseorang. tapi jika tidak jugaa, hmm jelas gw makin gak ngerti dewasa itu sebenernya yg seperti apa.
apa dewasa itu yg terus2an mengaku dirinya dewasa? atau yg inginnya harus selalu dituruti? atau yg terus2an menilai bahwa orang lain tidak dewasa? hmm, jika memang seperti itu, gw gak mau jadi dewasa.
biar gw tetap seperti ini. jadi seperti apa adanya diri gw. tetep melakukan hal-hal yg gw suka, tetep mempertanggungjawabkan tingkah laku gw, tetep jadi anak'y (mama sama bapak) yg cerewet, tetep jadi temen berantem kakak dan adik gw, tetep dikangenin sama seorang nenek dan slalu dinanti kehadirannya di rumah, tetep jadi sahabat yg suka banget iseng. jadi diri gw, bukan orang lain.

jika

Jika aku percaya. Apa kamu akan menganggap aku setia, atau malah menganggap aku seorang yg bodoh? Jika aku marah. Apa kamu akan berpikir aku perhatian, atau malah berpikir aku egois? Jika aku cemburu. Apa kamu akan merasa disayang, atau malah merasa bangga akan dirimu? Jika aku diam. Apa kamu akan datang dan menyelesaikan masalah, atau malah akan berbalas diam?

Jika tuhan dapat membuat mendung langit biru, maka hati ini pun dapat berubah 'mendung' bahkan 'hujan' deras. Tapi itu karenamu. Meski ternyata bagimu 'hujan' adalah biasa, tapi bagiku itu menyesakkan. Rasanya ingin kuistirahatkan saja hatiku.
Jika tuhan mampu mewujudkan mimpi menjadi kenyataan, maka kenyataanku pun dapat berbalik menjadi mimpi. Tapi itu karenamu. Meski pernah kamu berujar tentang mimpi-mimpimu bahkan mimpi kita, tapi ternyata kamu juga pernah membuat kenyataan kita menjadi hanya mimpi.
Di sirkuit lamunan tak dapat aku membayangkan satu pun. Rasa'y sangat ingin kutarik saja selimut dan terlelap sepanjang masa.

Namun kesabaran seorang perempuan ternyata tak berbatas. Mampu bersabar lagi dan lagi. Dan kesetiaannya tak bisa dibandingkan dengan pohon terhadap tanah, karena perempuan bahkan dapat menunggu dalam waktu yg panjang.
Dan seorang perempuan adalah makhluk paling kuat disetiap zaman.

slalu sayang sahabat2 gw yg gak pernah tinggalin gw

Sambu : aduu Ve, angin kenceng gini bikin makin haus tau gak.
Veka : diem napa Sam,berisik!
Sambu : ya tapi mana ada ngabuburit d lapang bola. Latian kita2 kan lagy libuuur.
Veka : lu gk lyat apa gw lagy suntuk. Lu tuh cuma gw minta buat temenin doang Sam. Gak nghibur gw juga gak masalah. Lu diem aja gw uda seneng.
Sambu : tapi gw gak bisa,Ve.. [dg lirih smbil melempar pandangan k tengah lapang]

Kedua sahabat itu masih duduk rapi d tribun penonton. Diam beberapa saat, bukan menunggu adzan maghrib,

Veka : ng...ng...ng..

Tangis Ve akhir'y pecah. Sambu cuma bisa garuk-garuk kepala.

Sambu : gw panggilin c tema yah!
Veka : gak.
Sambu : ya tapi jangan nangiz d0ng Ve.. Elo tuh bisa berhenti nangiz kalo uda maksa c tema buat maen penalti.!
Veka : tema tuu temen kita. Gw juga sayang ma dia. Lu pikir gw bakalan ngerepotin dia seumur idup gw?
Sambu : yah kalo seumur idup lo tetep childish, mana gw taw!
Veka : qo jadi lu yg marah2 siy! Kalo emang gak maw temenin gw pergy aja sana!
Sambu : dan lo pikir gw bisa ninggalin lo?! Sekarang bilang sama gw, ada masalah apa lo sama cowok lo yg gak maw lo kenalin sama gw!
Veka : maksud lu apa siy. [Ve nangiz lagy]
Sambu : karena kalo lo cuma berantem sama temen-temen lo, lo pasti marah2n gw, tow ajak tema penalti2n, tow ajak rio nyanyi2 gak jelas. [Sambu sambil menatap'y hampir tak berkedip]. Tapi gw inget betul gimana kalo lo brantem sama cowok lo dulu. Ben, Zura, tapi gw kenal sama mereka. Tapi sekarang, bahkan lo gak maw kenalin gw, sahabat lo, sama cowok lo. Dari situ gw gak tenang, Ve..
Veka : karena gw sayang kalian, Sam.. [air mata Ve keluar lagy]. Cukup dg lu temenin gw aja, gw bisa tenang qo. Lu uda sering banget ikut mikir masalah gw.
Sambu : dan kali ini lo gak maw kasih taw gw tentang masalah lo? Gak maw kasih gw kesempatan lagy buat kasih lo masukan?

Ve malah diam. Mungkin berpikir, memutuskan ceritakan semua'y atau tidak sama sekali. Sementara Sambu diam menunggu Ve berkata, mengkhawatirkan sahabat'y sejak kecil itu.

Veka : gw sayang dia, Sam..
[Sambu lalu mengelus kepala sahabat'y]
Veka : tapi sekarang gw gak ngerti apa isi hati'y.
[mereka hening sejenak]
Sambu : lo sayang dia seperti lo sayang Zura?
Veka : hmm.. [Ve mengangguk]. Karena ternyata dia yg bisa bikin gw lupain Jula.

Jantung Sambu berdetak cepat. Mungkin ia khawatir akan sahabat'y. Dulu cuma Zura yg Ve tangisin kalo putus. Dan jika orang ini bisa mendepak Zura dari hati Ve, maka dirasa'y Ve tak akan main2.

*to be continued*

: cuma Ve dan Sambu aja yg taw gimana cerita'y.

andai !

Tidakkah kamu tau, kamu memiliki seorang ibu yg ia tak peduli dg kerja keras'y, dg keringat'y, dn itu untuk kamu. Apa kamu rasa ia pernah lupa mendoakanmu? Ia bahkan tak pernah absen memohon pada tuhan atas kebaikan dirimu.
Dan kamu memiliki seorang ayah. Yg mungkin kamu pikir ia tak ingat tanggal lahirmu. Tapi apa bisa kamu baca isi hati orang? Bahwa sebenar'y sayang'y tak berpenghabisan untukmu. Dan semua yg dilakukan'y bukan karena ketidakpedulian'y terhadapmu, tapi karena usaha'y untuk berikan kamu yg terbaik.
Kamu juga memiliki kakak, kamu memiliki adik, yg sampai kapanpun sayang'y tak akan luntur, yg slalu akan siap membantu segala masalahmu. Bahkan sering kali dengan bangga berceritera pada teman-teman nya tentang kamu sebagai kakak atau adik'y yg mereka sayang.
Dan kamu memiliki sangat banyak teman. Tidakkah kamu tau bahwa mereka sudah menganggapmu sebagai saudara'y? Dan mereka siap membuka lebar pintu kamar bahkan rumah mereka jika kamu butuhkan.
Dan tidakkah kamu tahu bahwa kamu memiliki seorang yg dapat memberi support. Yg bisa ada saat kamu butuh. Yg mau menunggu kamu. Yg menyayang kamu meski sadar, diri'y tak pantas untukmu.
Lalu apa yg kurang dalam hidupmu? Lupakah kamu atas nikmat yg telah tuhan beri? Semua dapat memberi yg kamu mau, bahkan berjuang untuk itu. Tapi apa pernah kamu tau. Apa kamu mengerti bahwa orang-orang di luar sana salah jika mengatakan kesabaran seseorang ada batas'y. Karena ternyata ada yg mampu terus bersabar akan dirimu.

Veka pekan ini

Seperti'y memang gw yg terlalu bodoh. Ketabrak mobil d hari jumat, ketabrak motor d hari minggu'y. Dan hari senin gw bersyukur karena tak terjadi apapun. Gw pun masih hidup dan dalam keadaan baik saja. Meski gw gak tau ada apa dg hati gw dan kenapa gw seperti berpikiran kosong. Gw yakin itu bukan saat2 terberat dalam hidup gw, sama sekali bukan. Karena ingat benar, gw pernah melalui saat2 lebih berat daripada hal itu. Tapi gw gk taw knapa, d hari kamis gw malah berharap ketabrak mobil aja sampe jatuh, kalau perlu sempat terpental dulu yg jauh. Biar smakin sakit rasa'y. Biar smakin hancur dan ambruk aja tubuh gw. Truz masuk rumah sakit. Hingga akhir'y gw tau syapa yg sbener'y menyayang gw dg tulus. Cuma nyokap, bokap. Apa masih ada yg lain selain mereka? Oh, kakak dan adik gw. Lalu, apa masih ada lagi? Hmm, teman2 mungkin? Hanya mereka? Tak ada kah yg lain? Ya, gak ada! Memang gw syapa,.

*Ve pernah merasa hari'y berat. Saat harus giat belajar agar bisa masuk k sekolah yg ayah rekomendasikan. Saat harus terus semangat belajar untuk bisa masuk jurusan ipa seperti yg ayah ingin. Saat harus menerima ratusan alasan kenapa harus masuk akuntansi d bangku kuliah, bukan psikologi seperti yg ia inginkan. Atau saat tak dapat duduk d tribun penonton menyaksikan orang yg d sayang'y ada pertandingan. Atau saat harus mulai bisa menerima kenyataan bahwa jarak lebih berkuasa, hingga ada perpisahan. Atau saat melihat orang yg d sayang'y pergi d jemput malaikat ijroil d depan kedua mata'y. Atau apa lah smua kejadian sebelum hari ini. Mungkin semua itu berat bagi'y, tapi ia akan slalu bisa melewati'y. Seperti usaha'y untuk melupakan banyak kenangan indah yg Zura kasih. Berapa lama ia harus sendiri berusaha melepaskan memory tentang'y. Hingga akhir'y ia dapatkan seorang yg berhasil membawa'y pergy jauh dari memory itu. Namun sekarang ia malah ingin hancur dan ambruk saja. Apa yg membuat'y jd seperti ini?*

karena tuhan slalu menguatkan aku

dan aq pernah tertawa. kau yg membuat'y. melalui kata, kalimat, nada bicara.
dan aq pernah tersenyum. kau yg membuat'y. sapa hangatmu, kata rindumu, saat teringat tentangmu.
dan aq pernah bahagia. kau yg membuat'y. ketika bilang bhwa kamu menyayangiku. bahwa kita akan punya anak kelak.
dan aq sering menangis. kau yg membuat'y. apa kamu baik saja, sudah makan tow belum, tidur cukup kah, mendoakanmu, memikirkan tentangmu.
dan aq sering menangis. kau yg membuat'y. sebab mungkin tk pantas aq untukmu. hingga dapat kamu diamkan aq seperti ini.
tapi tuhan slalu menguatkan aq. hingga masih dapat aq bertahan meski tak tahu aq harus berbuat apa saat ini.

cuma buat kamu, yank ..

karena aku sungguh menyayangi kamu dengan tulus. karena aku gak mengerti bagaimana caranya agar kamu tau itu,agar kamu percaya itu. karena aku sungguh tak berniat main-main atau setengah-setengah. bukankah tidak baik menjadi orang yang setengah-setengah..
dan semoga kamu juga begitu.

who else

I might be not as cute
I might be not that pretty
I might be not that gracious
I might be not sexy

But who else loving You most...but me...
Oo, who else loving You most but me...

I might be annoying
I might cramp you from the freedom you want
I might be pissing you off

But who else loving You most but me...
Oo, who else loving You most but me...

I try to expand my patience
I try to hold up my tears
But trying to make you happy is no different with trying to hurt me

Now that I am not PERFECT
But who else loving You most.....but me.....

(by: jessica clara shinta)


*tulisan ini dimuat dengan seizin penulis aslinya.. untuk memperjelas, ada dalam gambar yang saya cantumkan di samping.hehehee,

hakim atau ???

Kalau punya mata dua kenapa yg d pake cuma satu.
Kalau mengaku dewasa kenapa gak bisa bpikiran terbuka.
Kalau mengaku teman kenapa sulit bertoleransi.
Kalau mengungkapkan sebuah alasan kenapa tidak sesuai laku mu.
Kalau gak bermaksud menyakiti kenapa terus bicara.
Yg sebener'y berhak menghakimi itu syapa siy.yg terus bicara tanpa mendengar penjelasan?yg terus menyalahkan tanpa tau alasan?yg gak menggunakan indra'y dengan baik?yg ingin'y selalu dituruti?
Bukan yg seperti itu aku rasa.
Tapi lebih baik jika, yg diam bukan berarti salah.yg mengalah bukan berarti kalah.yg dihakimi belum tentu pantas untuk dihakimi.

karena tuhan maha adil

Mati rizky dan jodoh itu d tangan tuhan.
Kapan dan dimana kita mati.
Darimana dan sberapa banyak rizky kita.
Siapa dan seperti apa jodoh kita.
Gw percaya itu semua.
Terlebih gw percaya,orang baik bakal dapet yang baik juga,insyaallah,amin.karena tuhan maha adil.

AKU AKAN

selalu mendoakanmu.
karena tak ada alasan untuk tidak melakukannya.

ingin bisa sepertimu

Suatu pagy dan dg kedamaian'y,hingga akhir'y menciptakan keadaan yg nyaman,lalu timbulah obrolan antara dua orang manusia yaitu ayah dan anak.entah sudah berapa ribu kali mereka menciptakan suasana conversation yg membuat kedua'y merasa betah untuk berlama-lama hanyut dalam arus obrolan.meski kadang lebih mirip obrolan antar teman,antar partner kerja yg memperdebatkan suatu topik,bahkan antar cowok sekalipun.
Ya,ya,mereka memang nyaman dengan obrolan dua arah seperti itu.seorang ayah yg memiliki pikiran luas dan karakter yg membangun.dan seorang anak kandung'y yg memiliki karakter sebagai teman bicara dan partner diskusi.
Menceriterakan banyak hal,hingga akhir'y sang ayah berkata, "apa pun yg terjadi,jangan sampai kita membenci orang.biar pun orang lain mungkin ada yg benci kita.tapi kebencian seperti apa pun jangan d balas dengan kebencian."
Sang anak lalu terdiam.mendengar kalimat ayah'y yg seolah meremukkan jantung,melumpuhkan otak karena berpikir keras dan bertanya dalam hati, "yg d depan gw,yg daritadi ngobrol sama gw,dy ayah gw atau malaikat?bagaimana bisa seorang manusia yg bukan nabi,bukan rasul,memilih untuk tidak membenci siapa pun walau apa yg terjadi.dan dy mengatakan itu sama gw.berharap gw bisa seperti itu."
Lidah anak itu membeku.dan sementara ayah'y terus melanjutkan kalimat'y,ia pun terus berkata dalam hati, "god,gimana bisa gw punya ayah yg berhati mulia seperti ini?dy terlalu sempurna untuk jadi ayah gw."
Ayah terus melanjutkan kalimat'y meski ia tak tau apa yg ada d pikiran sang anak.merasa slama ini adalah manusia jahat dan sombong,merasa perlu minta maaf pada banyak pihak,merasa kagum akan hati ayah'y,dan yg pasti,merasa bangga karena memiliki ayah sehebat itu.
Ia tak lagy tau apa yg ayah'y katakan,hingga akhir'y, "yah gitu,pesan ayah,jangan lah kita benci sama orang."
Yaa,kalimat trakhir ayah'y itu lalu membuat'y ingin membalas dengan suatu ucapan.tapi untung'y otak'y segera waras dan menahan lidah'y tetap membeku.hingga hanya hati'y yg sanggup berkata lirih, "maaf ayah,tapi aku tidak bisa untuk tidak membenci orang yg menjahatimu itu.aku masih membenci'y."


Setengah jam kemudian setelah mereka akhiri obrolan tersebut,sang anak masih berpikir,bagaimana bisa ia tidak membenci orang yg nyata telah menjahati'y.tapi lalu ia tersenyum dan mengucap syukur pada tuhan karena ia merupakan darah daging dari seorang ayah yg mulia hati'y dan tentu'y juga seorang ibu yg lembut hati'y.

gw butuh obat

gw taw luw punya penawar'y.tapi kenapa gak luw kasih sama gw.gw butuh obat ituhh.biar gw ilang ingetan ja skalian,kalo trnyata mpe skarang,ikhlaz terlalu sulit buat gw.

aku yang mengerti

Kadang ingin aq mematahkn jarak,tp kadang km yg mematahkn kpercyaan ini.
Kadang ingin aq brada dekat,tp kadang km yg membuatku sakit jantung.
Ingin aq terus berjalan,tp kadang tak mampu aq mendeskripsikan apa yg km tulis.tak mampu aq spenuh'y menahan [yg orang bilang] egois ini.tak mampu aq menjawab segudang pertanyaan mereka.tak mampu aq trus diam dg tanpa melihat.
Aq kadang merasa ini salah,tp dg sgenap kata km mngembalikn mimpi.aq kadang ingin sudahi saja,tp kmbali dg sgenap kata km mngembalikn angan.aq kadang ingin menganggap ini tak pernah ada,tp justru km makin menguatkn patrian ini.

.dan aku.
.mungkin tak pernah tau.
.apa yg terjadi.

egois

hmm.
egois ituh yang kayak apa c?? yang maw menang sendiri? yang kalo punya keinginan harus slalu diturutin, tapi giliran kita punya keinginan, dy gag maw penuhin. egoiss banget c!! tapi tiap dibilangin bawaannya marahh! heuhh. susahh emang punya urusan ma orang kayak gt.


[gw gak ngomongin syapa2. cuma dikit pemikiran tentang orang egois.]


gw kan egois jugaaaa. tapi gw bisa meredam itu untuk orang yang gw sayang.

i wish

buat kapten yang baru,



smoga kamu bisa menjadi kapten yang sungguh-sungguh.
sungguh2 dalam menyayang.
sungguh2 dalam berkomitmen.
sungguh2 dalam berkata.
sehingga suatu saat bukan hanya aku tetap menyayang kamu, tapi juga membuat aku akan merasa takut kehilangan kamu.

pengen gak pake juduL

Veka sendirian d kamar koz'y. Belum bisa tidur. Udah jam stengah duabelas malem. Dy mikirin apa lagy coba. Orangtua'y baik2 aja. Kakak sm adik'y juga sehat smua. Temen2'y jg masi pd baik2 aja. Truz dy mikirin apa??

Beberapa menit kmudian dy pengen sms buat d ajak ngobrol. Maw sms orang rumah, dy gk enaak, pzti bkalan ganggu. Sms tmen2'y juga gk enaak, scara baru pd UTS. Emang Ve UTS'y duluan dari tmen2'y. Ve masih bingung maw sms syapa. Dy kan lagy jombLoooo.

Huhh. Akhir'y skarang Ve cuma bisa brusaha tidurrr. Baca doa, truz ngitung angka satu mpe sribu dalem hati sambil merem.

cepat pulang.cepat kembali.jangan pergi lagi

Sambu: luw h0mesick,ataw?
Veka: ataw apa hah? Gw cuma lagy pengen pulang ajaa.
Sambu: pulang buat bisa ktemu sama dy?
Veka: pengen pulang qo.pengen diem d rumah.
Sambu: knp c gag kalian beresin urusan kalian itu??
Veka: smua'y udah berez,Sam. .
Sambu: Ve,udah brapa lama lu dsini?tp mac kliatan gak tenang..gw punya mata,Ve.gw bisa liat.!!
Veka: qo lu jadi bentak gw,
Sambu: gw cuma pengen mata lu gak berbatas lagy buat lyat sesuatu.hati lu bebas buat mrasakan.gak perlu ada sesuatu yg jauh dsana yg buat lu berbatas,Ve..
Veka: gw bebas,Sam.gw bisa lakuin apa aja.gw gk berbatas.
Sambu: Ve,gw punya mata!gw bisa lyat.dn gw punya hati,Ve!gak bisa lyat muka lu yg masih mikirin suatu hal.jd pliz,,slesein urusan kalian ituh.
Veka: udah berez,Sam.udah slese.dan lu taw,orang gk akan bisa bareng lagy saat beda prinsip.
Sambu: tujuan kalian sama,.gak perlu prinsip yg sama untuk bisa mencapai tujuan yg sama,Ve..orang bisa bjalan bersama dengan tujuan yg sama,Ve..
Veka: oke.lu bener Sam.gw pengen pulang.dn gw pengen bilang,tunggu gw..




Obrolan singkat Ve dengan sahabat'y,yg bukan cuma bikin otak'y berpikir,tp juga bergetar hati'y.mengakui apa yg hati'y inginkan slama ini.

.lagy pengen boongin diri sendiri.

gw bukan syapa2.
gw gk pnya apa2.
gw gk bisa apa2.
gk ada alesan bwt luw sayang ma gw. jd pergy aja.

dear sayang..

dear sayang,




ingin.
sangat ingin aku bs mnyayang kamu.
tp aku tak pernah bs tau isi hatimu.
tak pernah mngerti dg smua sikapmu.
tak pernah tau mana yg benar dn bukan.

ingin.
sangat ingin kamu jujur.
ingin kamu bicara.
ingin kamu mngerti.
ingin tdk m'gantung.
ingin kamu putuskan skarang juga kita harus gimana.
ingin kamu lihat seperti apa keadaanku sekarang.

ingin.
sangat ingin aku bagi untuk kamu.
tapi seperti apa hati kamu aku tak pernah tau.
kamu dengan sgala daya tak akan memberitahukan.
tidakkah kamu tau apa yg aku ingin...

sayang,kalau masih boleh aku akan tetap diam.
aku butuh kamu.
entah kenapa.




Malam itu entah kenapa Ve merasa sendiri. Ia hanya berbagi dg diary'y. Bukan ia tak miliki teman. Justru ia terlalu bingung gk taw harus crita sama siapa.
Kepala'y seolah terisi sesuatu namun tetap ia tak tau apa yg sbenar'y terjadi. Andai angin d malam itu maw mnyapa'y dn bawa pergi ketidaknyamanan hati'y. Andai ada satu orang yang datang. Tidak. Pikirnya melarang'y. Mungkin sebuah dering telepon saja sudah cukup mengobatinya.

ahahhahaa

baca2 tulisan lamaa. keinget kjadian2 lamaa. bikin gw malah jadi konsen nginget2. ketawa, senyum, jengkel. inget yang dulu2.

tapi dulu udah dulu, sekarang ya sekarang..
idup ituh katanya liat ke depan. bagi gw, memory yang pernah kita lewatin gak perlu dikubur dalem2. karena pada saat kita merindukannya, kita bisa buka memory itu kapan aja. dan smoga akan ada pelajaran dari sana. semoga bisa menjadi dasar dalam memutuskan sesuatu untuk masa datang.
kok jadi kayak akuntansi manajemen yaa. hheu.
namanya idup, saling terkait mungkin..
hmm. hmm. udah jam segini nihh. bentar lagi ada rapat panitia RAT. apaan tuh dijamin gw kagak ngarti. heheee. tyuz slese ituh gw kuliah lagi.
sekarang, off dulu dwehh..

maen layangan

Ve, lo betah banget c kalo udah maen layangan begini..
tapi sore ini gw lagi nggak pengen maen layangan, ve.
Gw lagi nggak mood dan Cuma pengen duduk.
Makanya sekarang gw lebih milih nulis ini sambil tungguin lo puas maen layangan.
Kenapa c ve, lo suka banget maen layangan?
Lo kan cewek, ve.
Sekarang udah sore begini dan kalo bentar lagi gw nggak pura-pura tinggalin lo,
lo pasti nggak kan ajakin pulang duluan.
Apaan c ve, istimewanya layangan buat lo?
Karna dia adalah yang terikat namun bebas bergerak?
Atau karna lo pengen bisa terbang kayak layangan?
Atau karna tiap maen layangan lo inget sesuatu?
Sampe kapan ve, mau terus maen layangan?
Sampe tiba-tiba ada sesuatu yang jahat putusin benang lo?
Dan terus lo ngadu sama gw, tema juga Rengga?
Terus nangis?
Ve, kapten jagoan, jangan nangis lagi ya!
Lo mau apa?
Kita bisa jadi bintang jatuh lo dan kabulin permintaan lo.
Jadi jangan nangis lagi ya, kapten..
Sekarang udah adzan maghrib, ve.
Tapi lo belum juga bilang pengen pulang.
Tapi sekarang kita harus pulang..

[arsip tulisan gw di mpie quw saiangg 2006]

teman, dengar..

Teman,,
Bukan seperti itu yang namanya ikhlas..
Smua ini sudah membuat mati setengah hatiku..
Namun apa yang bisa kita lakukan
Jika keinginan tak serupa dengan kehendak,
Jika tertawa tak setara dengan sakit hati,
Apa yang bisa kita lakukan?
Bukankah kita hanya makhluk tak berdaya?
Yang hanya bisa berusaha
Dan menerima..
Tapi teman,,
Kita masih bisa bareng..
Kyak dulu..
Tetep kayak dulu..
Kita belajar bareng bwt hidup
Kita belajar ikhlas,
Belajar bertahan,
Belajar dan tau seperti apa hidup..
Karna smua yang kita alami belum seberapa bukan?
Di depan masih banyak
Yang perlu kita lewati
Dan
Waktu terlalu berharga untuk kita sia-siakan
Walau setengah hatiku sudah mati..
Tapi aku masih punya setengah lagi
Yang bisa menghidupkan setengahnya..
Bareng kamu, teman..

buat lu, temen..

Hujan memang tak semerdu melodi..
Ia hanya perantara

Dengannya mungkin mengajari,
Bagaimana mestinya peka..
Agar tak ada lagi kesalahan terulang
Dan datangnya kebencian
Juga kebohongan

Dirimu memang tak seindah pelangi..
Kamu hanya teman

Dan kamu tak pernah mengajari,
Bagaimana mestinya peka
Sehingga tawa harus terhenti
Kesempatan menghilang
Juga kebersamaan

Semua terbuang begitu saja,,
Beginikah mestinya teman?
Kita tak biasa,,
Itu yang kutau
Kita tak kan bisa,,
Itu yang kupahami

Tapi teman,, sebuah persahabatan layaknya kehidupan bukan?
Tak akan pernah terputus kecuali tuhan yang berkehendak..
Hingga kini, hanya satu yang tak pernah kutau, bagaimana mempertahankannya,

4:47 PM 2/10/2008




hahahaaaaa. tulisan gw beberapa tahun lalu tuh.. waktu lagi musuhan sama sahabat gw. saat itu rasanya sulit banget buat pertahanin persahabatan kita. waktu umur lagi labil-labilnya kali yaa. sekarang pas baca itu jadi pengen ketawa sendiri karena keinget kejadian dulu. kalo sekarang dipikir, bego banget rasanya. dy emang begitu. gw emang bgini. gak ada yang bakal ngalah sampe abad berapa juga. cuma masalah kebiasaan aja. kalo dipaksain buat barengan lagi juga ntarnya baikan. hahaa.
gw yang gak peka, yang susah paham akan masalah, yang gak mau ngalah, dan dy yang gak kalah dari gw. sipat2nya, yang masa iya c harus gw sebutin. ntar ngambek. hehee. maw gimana. tapi sampe sekarang kita masi aja sahabatan!! sahabatan ditemenin sama smua sifat jelek kita, yang gak ada bagus2nya. gw aja heran, bisa betah. tapi kan sekarang kita beda tempat. jadi udah gak ada lagi tuh yang namanya kesempatan buat berantem kayak dulu biasanya tiap hari. walo kadang emang ada kangen pengen berantem. tapi lama2 malu juga sama umur. udah gede masa iya mau berantem teruuuuuss. hahaaaa. tapi untungnya aja, kita gak idup dalam satu lingkungan perumahan. bayangin aja kalo iya, bisa perang dunia deh tuh tiap hari di perumahan gw. sama c Sambu aja, yang anaknya mau ngalah, kita masi aja berantem [segitu c Sambu jelek suka ngalah sama gw, kita tetep berantem]. hheu. makin kanen sama temen-temen. lakuin hal-hal gila barengan. gak kenal tempat dan waktu. bandel2n. bolos jam pelajaran. cari2 alesan buat pembelaan diri. sekaraaaaaaaaaaaaaaang, mana bisa cobaa.
yah emang bener kalo 'gak ada yang abadi'. smua pasti ada waktunya, pasti ada masanya. gak mungkin bakal abadi. segala sesuatu pasti ada akhirnya. pasti bakal berakhir. hanya kita aja yang gak pernah tau kapan waktunya.
yang gw tau saat ini. gw cuma bisa berharap, jika memang persahabatan kita bakal berakhir. gw cuma pengen kelak akan bisa kita lanjutkan segala cerita kita yang barengan. entah di syurga atau kehidupan selanjutnya [dimana?]

temen lama

ketemu temen lama emang nyenengin..
cukup dengan satu hari untuk warnai hati sebesar dunia.
Cukup dengan duduk di pinggir lapang untuk bisa terpatri di hati.
Cukup dengan melihat senyumnya untuk obati luka selama dia pergi.

Nggak perlu 100th untuk mengenal kembali hati seorang temen lama.
Nggak perlu jutaan hadiah untuk membuat kenangan bareng temen lama.
Nggak perlu 1000 bintang untuk tunjukin bahwa sayang itu tak pernah mati.

Karna hanya dengan 1 pelukan, bisa jadi plester hati yang kangen.
Hanya dengan genggaman tangan, bisa menghapus seluruh gundah yang menyelimuti.
Hanya dengan selintas suara, bisa bawa pergi banyak pikiran.

Ketemu temen lama emang nyenengin.
Karna dia bisa bikin jutaan rasa yang nggak pernah mati selama dia pergi.
Karna dia juga bisa tumbuhkan jutaan rasa yang bakalan terus hidup hanya dengan sebuah pertemuan yang bagaikan anugrah.
Waktu emang bisa menjawab semua keinginan.
Terlebih untuk sahabatku, kekasihku.

Sambu Kiandrahata

Andai elo maw ada disini. Seorang temen yang slalu gw kangenin termasuk kalimat-kalimat lu yang gila tapi punya makna dalem (bajingan tetep bajingan, dan kita punya hak buat ambil keputusan apa pun itu Ve,). Iyah, kalimat-kalimat yang gak perlu lu pikir dulu sebelum ucapinnya tapi bikin gw mikir. Lu bukan seperti orang-orang yang sok-sok an bicara penuh makna tapi sama sekali gak bikin gw mikir. Cuma karena mereka merasa lebih dewasa dari gw. Sam, gw bahkan gak maw dewasa jika seperti mereka. Andai elo maw ada disini. Dan andai gw maw sedikit bersabar. Tapi ternyata bersabar juga lebih sulit dari mata kuliahnya anak jurusan teknik sipil.
Gw gak tau dewasa itu kayak apa. Tapi (semoga) gw paham kalo elo emang dewasa. Saat lu mampu menempatkan diri. Tau dengan siapa lu bicara. Tau harus bagaimana waktu lagi gagal. Tau berbagai macam pertimbangan saat ambil keputusan. Tau kapan lu harus gila dan bener lagi. Walo pun elo lebih sering milih buat jauhin gw waktu lagi nangis (karena gak maw liat cewek nangis). Tapi toh lu balik lagi kalo gw lagi pingin marah-marah.
Mengenal seseorang gak cukup dalam waktu dua tahun doang kaan.
Karena gw tau seperti apa temen yang bikin gw nyaman. Dan gw inget waktu kecil dulu lu pernah bilang; “ntar kalo udah gede, aku mau jadi guru. Biar bisa gantiin bu guru.” Lebih dari itu, setelah kita gede, gw tau lu pingin jadi anak pinter. Lebih dari itu ternyata lu cerdas. Lu cerdas, Sam. Sampe bisa nge-handle masalah2 gw. Sampe bisa lu jadi temen sebaik ini, bisa jadi kakak (apa karena lu taw gw pingin punya kakak cowok?), bisa jadi guru buat gw. Dan yang gak akan pernah gw lupa, lu pernah rela babak belur.
Gw sayang semua temen gw. Gw sayang elu, Sambu Kiandrahata.

personil tetap.hahhahaa

Apa perlu gw tegasin lagiiiiiiiiiiiiiii.
Ini tentang gw aja c, gak tau dengan orang lain. Kalo gw, seperti yang pernah gw bilang, gw percaya, orang yang lakuin sesuatu itu bukan karena gak beralasan. Tapiiiiii, memang gak setiap orang bisa kemukakan alasannya. Jadi pliz, gak usah ngejudge seseorang sperti ini itu..
Misalnya aja, presiden memutuskan untuk menurunkan harga BBM, itu bukan berarti tanpa alasan. Pasti ada alasannya. Pasti banyak pertimbangannya. Walo pun dosen Manajemen Keuangan gw bilang, penurunan harga BBM sebenernya bukan hal yang baik bagi perekonomian. Tapi gw percaya pasti udah dipertimbangkan kok, pasti ada alasannya bisa sampe turunin harga BBM.
Bukan hanya presiden, siapa pun orangnya yang membuat keputusan, membuat suatu kebijakan, pasti punya berbagai pertimbangan dibalik keputusannya. Masa iyah maen sembarang ambil keputusan ajah tanpa pertimbangan, emang orang idiot apa??
Sama seperti dalam pertemanan misalnya, kalo aja misal ada acara, tapi salah seorang temen gak bisa ikut, dia gak ikut bukan dengan tidak beralasan. Gw yakin pasti ada. Itu gw siiii, orang lain c pendapatnya ya terserah. Bebas kok berpendapat. Tapi kalo gw yakin, dia punya alasan. Dia punya pertimbangan. Bisa pertimbangan itu bukan hanya dilihat dari sisi pertemanan aja, tapi dari sisi keluarga misalnya, dari sisi waktu (misal udah duluan ada janji), dari sisi finance (gak punya duit misalnya), dan dari sisi lain-lainnya misalnya. Dia mampu mempertimbangkan ituuuuuu. Kalau memang sudah dipikirkan tapi tetep gak bisa ikut, apa harus tetap dipaksakan?? Bukankah sesuatu yang dipaksakan itu tidak baik dampaknya? Dan mungkin dia gak bisa kemukakan alasannya. Karena tiap orang punya privasi kaan. Hargain itu.
Kalo emang niat, pasti bisa. Gimana dengan kalimat itu??
Misal tu orang udah niat banget pengen ikut sama acara kita. Tapi misal orang tua gak kasih izin, maw gimana? Bukan dia yang gak maw, tapi gak bisa. Gak maw dengan gak bisa itu berbedaaaaaa. Bukan dia gak sayang temen-temennya, bukan dia gak hargain temen-temennya, tapi dia juga sadar, restu Allah ada pada restu orang tua. Dia mampu mempertimbangkan hal-hal seperti itu. (yah mungkin karena temen yang lain dapet izin, jadi gak kepikiran kesitu kaliiiiiiiiiiiiii).
Sekarang, kenapa gak kita aja yang mencoba buat berpikiran positif? Atau cobalah mengerti (kayak lagu peterpan.hehee). Kita bisa berpikiran luas. Kita bisa berpandangan luas. Kita bisa apa aja. Termasuk gak berpikiran dangkal. Termasuk gak asal ngejudge orang lain seperti ini itu. Walopun memang gak ngejudge, seenggaknya buka deh pikiran, terima keputusannya. Bukankah jika ingin dihargai maka harus menghargai orang lain dulu? Maka hargai yang sudah jadi keputusannya. Sesulit itukah menerima keputusannya? Toh bukan dia gak mau, tapi gak bisa.
Dari kecil, bareng temen, gw belajar mengerti bersama. Belajar bijak bersama (orang bijak itu yang bayar pajak.hehee..). Belajar menerima bersama. Belajar berdiri bersama. Belajar mengejar bersama. Jadi kenapa enggak, kalo sekarang, kita belajar membuka pandangan bersama. Melihat sesuatu bukan hanya dari satu sisi aja. Gw juga masih belajar kok dengan hal itu. Gw kan memang bukan anak cerdas yang mampu mengatasi segala hal. Maka gw masih terus belajar buat bisa ini buat bisa itu.
Saat menghibur teman yang abis kecelakaan, gw bilang gw ngerti perasaannya, itu boong. Sulit sekali percaya rasanya, saat seseorang mengatakan mengerti akan keadaan orang lain, kalau ia belum pernah ada diposisinya.

teruntuk seorang teman yang kusayang

Teruntuk seorang teman yang kusayang,

Kenapa harus takut kehilangan jika pada nyatanya tidak pernah memiliki. Kenapa harus sedih ditinggalkan oleh sesuatu yang tak pernah kamu harapkan. Tidakkah ingin kamu berpikir bahwa kita tidak pernah memiliki apa pun? Tidakkah kamu tahu bahwa semua ini hanya titipan? Tidakkah kamu percaya bahwa tuhan selalu ada setiap saat dan tak akan meninggalkan kita? Tidakkah kamu yakin bahwa setelah kesulitan akan ada kemudahan? Tidakkah kamu berpikir, mungkin tuhan sudah siapkan sesuatu yang lebih indah untukmu setelah ini? Tidakkah kamu takut tuhanmu murka padamu karena kamu yang begitu takut kehilangan titipannya ketimbang takut kehilangan tuhanmu? Dan setidaknya, tidakkah kamu peduli akan keadaan hatimu itu? Yang sudah begitu porak poranda karena kamu sendiri. Karena kamu yang terlalu memikirkannya. Karena kamu yang sulit menerima apa-apa yang terjadi.
Jangan lagi menunduk. Jangan lagi sembunyikan keindahanmu. Jangan lagi berpikir bahwa kamu tidak miliki siapa pun. Jangan lagi mengharapkan sesuatu yang sebenarnya tidak pernah ada.
Teman, kamu terlalu berharga. Kamu terlalu berharga untuk dikhianatin. Untuk disakitin. Untuk dibuat seperti sekarang ini. Untuk dibuat seperti remuk seluruh tulangmu. Untuk dipermainkan hatinya.
Lain dulu lain sekarang, teman. Kalo nyatanya sekarang jadi seperti ini, kenapa kamu tidak mencoba untuk menerimanya? Jangan cari siapa yang salah. Gak perlu menyesali apa pun. Aku gak akan bicara hidup ini seperti apa, karena aku tau, kamu pasti lebih tau dari aku. Jadi pliz,, perjalanan cinta manusia gak akan pernah abadi sedalam apa pun kekuatannya. Karena sebenarnya ada sang pencipta cinta, sang maha dahsyat, yang mampu lakukan apa pun, yang kekuatan cintanya abadi. Dan perjalanan cintamu itu, itu hanya sebagian kecil dari seluruh hidup dan kenanganmu. Anggap saja album kenanganmu masih banyak sekali yang kosong. Yang harus kamu isi dengan cinta lainnya. Jangan lagi mengharapkannya. Cari cinta yang lain, aku tau kamu kuat.

aku bukan siapa-siapa

Bukan. Aku bukan seorang anak yang sempurna. Sama sekali bukan. Aku ini anak yang biasa saja untuk kalian. Apa pernah aku mendapat peringkat satu selama sepuluh kali berturut-turut? Namun kalian yang begitu terlalu sempurna untuk anak seperti aku. Tapi aku mampu berjanji dan pasti akan kutepati. Aku tidak akan pernah berhenti menyayangi kalian. Walau sekarang jarak yang lebih berkuasa. Tapi ternyata ia mampu membuatku menjadi kuat menahan sejagad rasa rindu.
Bukan. Aku bukan ratu yang memiliki kuasa. Sama sekali bukan. Aku ini perempuan yang biasa saja. Bahkan saat ini, tidak lagi mengenal kerajaan kecil hatimu. Entah kamu seperti apa sekarang. Aku tidak lagi berhak atas hati itu. Aku tidak lagi punya kuasa untuk menyuruhmu datang. Tidak lagi kuasa untuk meminta waktumu seperti beberapa waktu silam. Aku bukan siapa-siapa lagi sekarang.
Bukan. Aku bukan sang juara yang pandai. Sama sekali bukan. Aku ini seorang yang biasa saja. Aku bahkan tidak pandai menaklukkan emosiku. Aku tidak pandai untuk menata hati. Hingga pada saat berantakan seperti sekarang ini, aku tidak tahu harus berbuat apa. Bahkan tidak tahu apa yang terjadi dengan hatiku. Iyah, tidak apa kalau maw berkata aku tolol, bodoh, atau susah paham. Karena memang aku seperti ini.
Aku bukan siapa-siapa. Tapi sungguh aku seorang yang paling beruntung. Aku mampu berkata jujur terhadap hatiku, meski kadang sulit untuk menatanya. Mungkin jujur lebih penting. Dan semoga kelak dapat merapikannya. Dan meski bukan siapa-siapa, ternyata aku beruntung karena memiliki teman-teman yang gak ada tandingannya. Jadi ternyata mereka itulah yang masing-masing memiliki warna mewakili dirinya sehingga hidupku jadi penuh warna ternyata.
Aku bukan siapa-siapa, tapi aku memiliki semua yang aku inginkan.

hehe..

..still busy mending broken..

apa artinya?

Gw gag ngerti apa maw lu.ni hari gw bete mulu.cuma diem d koz'n gk bs kmana2.ujung2'y gw tulis ini sambil n0nt0n acara 'penting bgt' d trans tv.


Apa gw yg lagy sensi??
Ni hr gw kngen berat ma org rumah+tmen2 gw.tp maw pilih pulang qo rasa'y beraat bgt.gk taw knapa..n di ni hari uda brapa orang yg tnya 'kpan blik' k gw.
Taw kah kalian,btapa gw merindu kalian.maen.ngumpul ampe capek.tapi heran'y gk pernah gw b0sen ngabisin waktu ma kalian.
Pengen cepet juni.tow syapa taw bs pulang lebih cpet dari itu.amin.

Kanen kalian.kalo bisa.gw pengen k ckp,kjg,krw,bdg,bgor,jkt,truz kalian gw bwa pulang.[hmm.lebay yakh gw].maklum gy sensi.d tmbh lagy kanen tingkat tinggi.
Gw tlis ni stlh slese chat ma c nu2.tlp2n[dy yg tlp dink].hehee.jd pgn tlp c wi2..

Uda akh.ntar pulsa abiz..
c_u

mungkin

Setiap orang adalah pahlawan. Mereka bisa menjadi pahlawan dalam hidupnya maupun hidup orang lain. Gak ada yang gak mungkin kaan. Ada dua orang yang gw anggep sebagai pahlawan bahkan malaikat. Malaikat paling sempurna yang tuhan kasih buat gw. Yang gak akan pernah mati sayang gw buat mereka.

Hmmm.. udah berapa puluh hari yah gw gak balik ke rumah. Knapa gw lagi gak pengen balik gini.. padahal juga gak betah2 amat di koz’n. Tapi gak taw juga dengan esok hari. Ataw bahkan sedetik kemudian setelah gw tulis ini. Kita bisa berubah pikiran kapan aja kaan. Karena lagi2, gak ada yang gak mungkin.. seperti misalnya jodoh. Kita gak akan taw siapa jodoh kita besok2. mungkin aja kaan orang yang slama ini udah berkali2 kita tolak cintrong’y eh malah ternyata dy jodoh kita. Gak ada yang taw dan gak ada yang gak mungkin.. tapi yang sekarang masih jadi pertanyaan gw adalah: yang bisa dibilang jodoh itu yang kayak apa siy? Apakah yang kelak menikah dengan kita? Trus kalo misal ntar cerai [nauzubillah..], brarti bukan jodoh gt? Trus jodohnya yang bertahan ampe mati tow yang gimana? Trus lagi, gimana tuh kasusnya tentang dua orang yang udah saling sayang tapi gak disetujuin sama orang tuanya dan akhirnya masing2 dipaksa nikah sama orang pilihan ortunya. Trus jodohnya ituh yang dy sayang atow yang jadi pasangan nikahnya? Gw masih binun ampe sekarang, yang dibilang jodoh itu yang seperti apa siy??

Gak ada yang gak mungkin. Misalnya lagi, gak usah jodoh atau pernikahan dehh, kjauhan buat gw, gak ngerti juga gw’y.. misalnya pacar aja dehh. Orang yang sekarang jadi pacar kita, yang katanya sayang ma kita, yang katanya juga kita sayang ma mereka, itu hari ini tow detik ini kita masih bisa bilang gt. Kita gak akan pernah taw besok masih sayang tow gak. Syapa yang taw misal ntar sore kita ketemu sama lawan jenis yang bisa bikin kita simpati truz luluh ape bisa bikin ilang sayang kita buat pacar kita. Walopun kemungkinannya kecil, tapi who’s know?? Gak ada yang gak mungkin kaan. Meski sebenernya meleburkan sayang itu tidak cukup dengan bertemu lawan jenis lain yang bikin simpati, gak cukup dengan pacar kita gak bales sms, gak cukup dengan dia gak dateng waktu kita minta, gak cukup dengan dia sibuk sama urusan organisasinya. Gak cukup hanya dengan hal-hal tersebut, buat bikin kita jadi ilang sayang ma mereka. Karena jika memang komitmen itu pernah ada, pasti punya dasar yang kuat kaan. Kecuali orang yang gak punya hati, sampe bisa maen2 sama urusan hati.

k.a.m.u

Ini sederhana. Tidak rumit dan berbelit.

Karena aku tidak secerdas itu.

Hanya mampu membuat yang sederhana.

Hanya mampu menyayangi dengan sederhana.

Sesederhana apa yang aku miliki.

Sesederhana apa yang aku tulis.

Aku tak pernah paham kamu seperti apa.

Aku tak pernah paham kamu mau apa.

Bukan aku tak mau paham.

Justru ingin aku paham. Sangat ingin.

Tapi memahamimu.

Lebih sulit dari fisika dan biologi.

Memahamimu.

Sama dengan menyiapkan pedang

Bagi kematianku.

Tapi tetap ingin aku paham.

Tentang kamu dan hatimu.

Apa aku terlalu bodoh.

Tidak juga bisa memahami kamu.

Bahkan tidak tahu seperti apa kamu.

Dan tak pernah tahu kapan

Akan bisa memahamimu.

surat dari Sambu

March 19, 2009 [pindahan]





Lompat, teriak, lari, makan, belajar, mendengkur, menulis, menendang, mengejar, memimpikan, memukul, menarik, mengucek, membaca, menyayangi, membanting, merobek, menggapai, menginjak, menggigit. Apa aja. Lakuin smua yang pengen lu lakuin. Selama lu bisa. Selama emang bisa bikin lu nyaman. Kawan, kenyamanan itu mahal harganya [atau mungkin hanya bagi gw?]. gw orang yang gak gampang untuk nyaman. Tapi gw orang yang bisa dengan mudah melakukan apa yang ingin gw lakukan. Selama itu gak melanggar ‘aturan’. Selama itu bisa bikin hati gw jadi ngerasa lebih baik. Kalo marah gw marah. Kalo kesel gw kesel. Kalo kangen juga gw pasti bilang. Dan apa yang gak gw katakan itu berarti gak gw rasakan. Gw sombong kata sebagian orang. Gw perhatian kata sebagian orang. Gw pengertian kata sebagian orang. Gw bodoh kata sebagian orang. Gw cerdas kata sebagian orang. Gw judes kata sebagian orang. Gw ramah dan baikhati kata sebagian orang. Gw seperti apa pun yang orang lain katakan. Penilaian itu bisa subjektif. Penilaian bisa objektif. Gw adalah teman. Gw adalah anak. Gw adalah adik. Gw adalah kakak. Entah musuh atau bukan gw gak taw [gw gak pernah maw cari musuh].

Lompat. Maka lompatlah setinggi mungkin.

Teriak. Teriaklah sekeras mungkin.

Lari. Larilah sekencang mungkin.

Lakuin aja apa yang pengen lu lakuin. Selama lu masih mampu melakukannya. Dunia mencintai lu. Dan ada tuhan yang gak akan pernah pergi. Meski ada perpisahan. Tapi percayalah, jangan pernah menyesali pertemuan. Karena itu adalah bagian kecil dari kehidupan lu. Jika ada bagian kecil, maka ada bagian besar. Mungkin. Maka jangan jadikan apa pun sebagai bagian besar dari kehidupan lu kecuali diri lu sendiri. Jadikan diri lu sebagai bagian terbesar dalam hidup lu. Semoga kelak mampu berdiri diatas kaki sendiri.

Persahabatan itu indah. Meski gak bisa terlukis seperti pelangi di langit.

Cinta itu indah. Meski pernah kamu sakit karenanya dan butuh waktu lama kamu untuk melupakannya.

Maka sayangi sahabatmu sebisa kamu menyayanginya. Cintai cintamu sebisa kamu mencintainya. Dan kamu akan bahagia nanti. Mungkin. Sebab jangan kamu menyesali. Jangan kamu menyayangkan yang terjadi. Kesempatan mungkin terlewatkan. Tapi yakinlah bahwa jika satu kesempatan emas pernah berlalu, maka akan ada ribuan kesempatan setelahnya.

Jika terjatuh, bukan berarti kamu lemah. Jika menangis, tak akan menjadikanmu lemah. Bukan kamu tidak bisa bangun. Bukan kamu tidak bisa tegar. Siapa pun manusia didunia pernah menangis. Angkatlah parasmu. Jangan lagi menutup mata. Kamu memang gak sekuat batu karang. Kamu memang gak sekencang angin. Kamu memang gak sepintar Einstein. Kamu memang gak setangguh robin hood. Karena kamu ternyata jauh lebih kuat, kencang, pintar, tangguh dari mereka. Kamu lebih dari mereka. Dan jadilah bernilai [ber=memiliki]. Meski kecil dan sedikit.

Ve, bukan karena gw gak kenal lu. Justru karena gw kenal siapa elu maka gw bisa tulis ini. Veka Adya Zura. Seorang anak perempuan yang terus-terusan dibilang anak kecil, yang gak pernah dibilang dewasa, yang emang lebih banyak egoisnya, yang cuma pikir pendek kalo maw lakuin sesuatu. Tapi jika itu memang lu, maka lu gak perlu jadi orang lain. Dan sampai detik ini, masih hanya satu kelemahan lu yang bisa gw temukan. Lu hanya bisa dikalahkan dengan rasa sayang lu sendiri. Hari ini. Cuma hari ini gw minta, Ve. Jangan lagi lu mau kalah. Dengan apa atau siapa pun. Lu bisa menendang siapa pun yang menghalangi lu. Lu bisa lakuin apa aja. Jangan jadikan diri lu lemah. Karena gw taw lu gak lemah, Ve.

Veka : hahahaaaa, hari gini lu masi kirimin gw surat??

Sambu : yee. Anggep aja kita jarang ketemu.

Veka : lu kan bisa ngomong langsung sama gw.. kalo gak maw juga bisa sms-an kayak sekaraang kaan.

Sambu : karena gw kenal lu. Gw taw lu cuma bakal nyengir2 doang.

Veka : gw jadi ingeeet. Dari SMP sampe SMA, superman terus2an bilang gw anak kecil. Sampe gw milih maw kuliah dimana, dia tetep anggep gw anak kecil. Malah lupa udah waktunya gw kul. Skarang dia udah punya junior..

Sambu : iyah, nanti juga lu punya junior jugaaaaa. Hahaa, gak kebayang gw.

Veka : sialan luw!!

Gw jadi kangen ma superman deehh. Dari dulu kan lu taw sendiri gw pengen punya kakak cowok. Dia nikah bikin gw keilangan kakak cowok. Huhh..

Sambu : kenapa lu panggil dia Superman siy?

Veka : karena dia slalu bisa jawab pertanyaan2 gw. Tentang apa aja. Makanya brasa punya kakak cowok beneran. Eh taw gak, anaknya cewek.

Sambu : knapa juga emangnya kalo anaknya cewek?

Veka : kan dulu gw bilang, kalo anaknya cowok harus jadi kiper. Walopun pasti dia gak rela. Hehee.

Sambu : knapa jadi ngomongin dia??

Veka : okay, gw bow2 dulu yia.. daaaa. .

Sambu : ckck, pazti udah ngorok ni anak.heu”

Sahabat memang katanya selalu ada kalo kita butuh. Gak butuh aja sahabat ada, apalagi kalo kita butuh. Setelah keluarga, Cuma sahabat2 gw yang gw percaya. Gak taw knapa gw emang lum bisa percaya sama orang laen yang lum deket. Makanya gw sayang banget sama mereka :

Tapi malam itu Ve tidak lantas tertidur pulas seperti biasa ia bisa. Pikirannya tidak kosong tapi dirinya bahkan gak taw apa yang sedang dipikirkannya. Diliriknya mpie, namun enggan mengoperasikannya. Diliriknya jam dinding, tak menjadikannya menarik selimut. Diliriknya ponsel, tak lantas membuatnya ingin menyalakannya. Diliriknya sakelar lampu kamar, otaknya perintah untuk membiarkannya. Tapi lalu diambilnya buku kecilnya.

Tuhan, trimakasih. Udah kasih aku sahabat seperti ini. Padahal puasa sunahku gak rutin, solat dhuhaku gak tiap hari begitupun tadaruz, sedekahku memang ada tapi tak besar. Tapi trimakasih, memberiku sahabat seperti ini.


Sam, lu taw gak, gw gak bakal berhenti jadi ombak yang bisa kalahin hati sekeras karang. Gw maw tetep jadi ombak, bukan batu karang. Gw maw tetep jadi ombak yang bersahabat dengan angin baik hati. Dan gw maw tetep menjaga semua ‘layangan’ yang udah Tuhan titipin ke gw. karena gw sayang kalian, layangan gw..


Makasih ya Sam, kalo bukan karena lu, beberapa tahun lalu itu gw gak ngerti bakalan kayak apa. Lu emang sahabat yang Tuhan kirim buat gw. Jadi lu gak boleh pergy kmanapun. Harus tetep sama2 gw. Hhe..

diemufrahass

March 6, 2009 [pindahan]





diemufrahass apaan c?

aslinya bukan diemufrahass tapi diemufrahas. bisa nambah huruf ’s’ satu gara2 email yg lama anguss. hhe.

diemufrahas ntu judul puisi pertama gw. waktu d suru bikin ma guru sastra. sebelnya dulu knapa ada plajaran sastra, padahal b indonesia udah adaaaa. gw kan gak bisa bikin puisi. gak pinter nulis. diemufrahas puisi gw yang isinya buat nyokap gw. dulu di kasi tema puisinya tentang ibu. hukz. jadi kanen mamaaaa.

diemufrahas ada artinya.

jatuhhh.

February 21, 2009 [pindahan]





Berusaha sekuat tenaga dan pikiran untuk percaya bahwa segalanya bisa berubah. Segalanya bisa berakhir. Percaya itu tak mudah. Memahami juga tak mudah. Ku telah jatuh. Merindunya. Sangat. [Veka.dalam buku hariannya malam ini]

Jatuh itu hal biasa buat seorang kapten. Ia bisa dengan mudah untuk bangkit. Tapi kapten gak biasa terjatuh di luar lapang. Ia kini kehilangan jiwa besarnya. Tak lagi bisa lapang dada. Tak lagi bisa berlari kencang berlomba dengan angin. Tak lagi bisa menendang kerikil kehidupan. Tak lagi mampu ciptakan gol-gol untuk raih citanya. Kemudian hilang ditelan bumi. Kini seorang kapten harus mampu berpikir dan menerima: jika ada awal pasti ada akhir. Bukan hanya awal dan akhir dari waktu pertandingan di lapang. Tapi juga beberapa hal di luar itu.

Memahami itu tak mudah.

Terlebih untuk menerima.

Sepenggal

Veka : Sam, lu taw gak, segalanya bisa berubah, segalanya bisa berakhir, semua ada akhirnya Sam..

Sambu : iyah Ve, bahkan kehidupan ada akhirnya kan..

Veka : tapi kenapa secepet ini Sam..

Sambu : karena tuhan sudah menyiapkan sesuatu yang lebih indah di depan sana. Dan bakal bisa lu dapetin kalo lu mampu bertahan saat ini..

Veka : ini gak mudah Sam..

Sambu : karena gak ada sesuatu yang mudah, Ve. Gw tau seperti apa saat lu berusaha. Maka gw taw lu bisa..

Veka : kenapa lu seyakin ituhh?

Sambu : harusnya lu paham. Kalo gw aja bisa yakin sama lu, berarti lu harus lebih yakin. Lu bisa qo..

Veka, yang selalu menganggap dirinya kapten tim (demi menjadikannya kuat), kini rapuh. Hilang keseimbangannya. Pergi sudah kecerdasan berpikirnya. Karena hanya masih terus mempertanyakan akankah berakhir secepat ini dalam hatinya.

Dan disenja hari itu,

Sambu : lu berapa lama kenal ma dy sih Ve? Hebat banget sampe bisa bikin lu ilang keseimbangan.

Veka : jangan bilang gitu, Sam..

Sambu : lu taw gak apa yang paling bikin gw kesel sama lu.

Veka : (cuma memandang lesu)

Sambu : hape’y cuma rusak Ve.. lu masih bisa komunikasi lagi setelah hape’y bener. Tapi gak perlu tunggu hape dy bener buat bikin otak lu balik bener lagiiiiiiiiii. Oke lu udah simpati sbelum lu kenal sama dy kan!! Itu gak cukup kuat untuk jadi alesan lu bisa begini.

Veka : (memegangi terus tangan sahabatnya)

Sambu : lu gak boleh kayak gini, Ve..

Veka : lu taw knapa gw bisa simpati sbelum kenal sm dy?

Sambu : (cuma diem aja)

Veka : karena gw pengen kenal dy, Sam. Karena gw pengen tau siapa dy sbenernya!! Belum cukup waktu untuk gw mengenal dy …

Sambu : STOP!! Udah Ve.. lu harus percaya sama gw. Tuhan punya banyak jalan untuk banyak hal.

Veka : itu yang Rio bilang, bukan lu!

Sambu : iyah, Rio yang bilang. Tuhan punya banyak jalan untuk banyak hal.

sedih gak kenal derajat

February 21, 2009 [pindahan]





Berasa benar.

Entah siapa dia. Presiden, menteri, orang dewasa, remaja, anak kecil, siapa pun ia, apa pun pekerjaannya, berapa pun umurnya, bagaimana pun hidupnya, paling tidak mereka pernah bersedih. Entah untuk urusan apa pun. Karena gw merasa Tere-liye benar: kesedihan tidak mengenal derajat hidup yang diciptakan manusia. Yah. Karena derajat tsb cuma manusia yang ciptain. Lain halnya dengan derajat dimata tuhan.

Gw benci dengan keadaan putus komunikasi. Gak taw kenapa. Itu bikin gw jadi bertanya kenapa. Gw bakalan kepikiran sampe gw taw kenapa. Dan akhirnya bisa tenang lagy setelah tau apa yang udah terjadi. Dan sebelumnya gw bakalan sedih.

kembali ke habitat

January 18, 2009 [pindahan]





Hoho.. uda lama gak nge post blog.

Mule dari manaaaa yaa..

Gw maw ceritain liburan-liburan gw ajaa dehh.

[padahal liburan gw gak seberapa.hehe]

Idul adha gw balik k rumah. Padahal liburnya gak panjang. Itu pun mendadak. Sore gw naek bis jurusan pulang, baru siangnya sebelum sore itu gw kepikiran pingin pulang. Gak tau, otak gw gampang brubahnya. Tuh rencana mendadak muncul waktu gw lagy sendirian di kamar koz gw.

Lumayanlah, walo Cuma berapa hari doang d rumah. Gw slalu seneng aja tiap bisa pulang. Berasa kembali ke habitat kali yaa. Haha.

Di rumah yang Cuma berapa hari doang ituh, yang ampir gak kerasa kalo sebenernya gw pulang, Cuma sekali ketemu temen2 tercinta gw. Yupz, mereka maen k humz. Skali kali siy pingin gw yang maen tempat mreka. Tapi pohon aja taw gw gak bisa bawa motor. Kalo pun brani k jalan raa itu pake matic. Hehe. Jadilah mereka yang maen ke humz gw.

Hari lainnya, karna gw udah kayak anak tunggal selama di rumah [adik gw gak maw ikut pulang, kakak gw kerja], jadilah gw gak punya temen dalem rumah. Kerjaan gw Cuma makan tidur plus ngerecokin nyokap gw. Tp karna ternyata beliau gak suka kalo gw recokin [yaiyalaa], jadilah gw ikut-ikutan bokap ke kebun. dan sayang aja gak ada potonya, gw pingin dunia tau kalo gw bisa nyangkul tanah.!! Hm.. ternyata gak gampang. Ada tekniknya gitu. Jadi waktu tu cangkul di angkat ke atas buat siap2 ngayun, tangan kita yang satu harus ada dideket ujung bawahnya, deket apanya itu yaa, gw gak tau namanya. Baru deh selama di ayun ntar tangan kita gerak sendiri agak ke atas gagang cangkulnya. Dan pencangkulan pun berhasil.

Haha. Gw kok berasa bangga gini yah, bisa nyangkul [padahal cuma nyangkul 0.5x0.5 meter doang.haha]. Karna gw mikir, gak setiap orang punya kesempatan bisa nyangkul walo pun punya kebun sendiri. Tapi gw, pingin selalu bisa mencicipi kesempatan-kesempatan spt itu. Gak tau kenapa. Gw seneng aja. Gak peduli namanya nyangkul ato apalah.

Gw juga tanem cangkokan pohon sukun d sudut kebun bokap gw ituh. Gini ceritanya. Bokap bilang, kalo mau tanem cangkokan pohon, gali tanahnya kudu paling gak 3.5meter gitu lah [ini gak dipelajari dibangku kuliah gw yang 1semester 1.2juta, spp tetap doang belom sks dll]. hehe. Nah, berhubung tu cangkul gede lagi dipake bokap buat nyangkul tanah karna mau ditanemin pohon singkong n kacang, jadilah gw berinisiatif buat pake cangkul kecil. Untuk masalah posisi dimana tu cangkokan bakalan gw tanem, artinya, posisi tanah mana yang kudu gw gali pake cangkul kecil ituh, bokap mengarahkannya dari jauh. Akhirnya gw nyangkul dengan susah payah. Tangan gw juga belepotan tanah. Sebenernya gak masalah. Tapi kalo ada nyamuk di muka gw dan gw pukul, jadilah muka gw juga belepotan tanah.

Setengah jam kemudian mungkin yaa, bokap ngedatengin gw buat meriksa udah berapa meter tanah yang gw gali. Udah lumayan dalem loh. Eh bokap malah bilang, “jangan disitu tanemnya, sebelah sana aja.” Haaaaaaaah. Cuma satu kalimat yang gw inget. Buset, gw udah susah2 gali tu tanah. Udah lumayan dalem juga. Belepotan tanah juga. Eh gak kepake. Dan cuma dengan berapa detik doang, bokap udah berhasil gali tanah buat tanem tu cangkokan. Huhh. Capek dehh. Tapi kayak lagunya Ipang yang lagi gw dengerin sambil ketik ini, kesempatan seperti ini tak akan bisa dibeli. Dan gw tetep seneng2 aja tuh. Hehe. Emang aslinya gw gak masalah keringetan, blepotan tow ngos2an [apalagi ujan2an.hehe], ang penting sekalian gak tanggung2 gt. Trusss, slese tanem tuh cangkokan, gw yang kasih pupuk [berdua bareng bokap dink.hhe].

Yaudah, liburan idul adha gw Cuma gitu2 aja siiiii.. nothing special, but gw amatsangat menikmati kesempatan2 apa pun.

sebulan pulang dua kali. enaknyaaaaa

January 18, 2009 [pindahan]





Jadiiiiiiiiiii,

Begini ceriteranya.

Slese liburan idul adha ituuuuh, gw balik ke yogya. Cuma skitar dua minggu kali yaa gw kuliah. Truz ada libur natal lima hari, dua hari berikutnya hari kuliah, lima hari berikutnya libur lagi termasuk taunbaru. Kagok bahasa ind’y apa yaa?? Pokoknya kagok lah. Kagok kalo maw pulang. Rasanya pingin dibablas aja tuh yang dua hari. Pikir2 panjang, gw putusin gak usah pulang tuh liburan lima hari pertama. Dua hari kuliah, truz weekend’y ada outbond bareng temen. Dan tidak kuduga!! [hehe.lebay] ternyata outbondnya diundur. Pusing lah gw. Masa libur gak ada kgiatan padahal temen2 koz pada pulang. Bisa mati garing d koz’n + gw takut juga sendirian do koz. Dan malem itu juga gw memutuskan untuk pulang dan udah niat seribu persen buat ngebablas aja yang kuliah dua hari diantara hari2 libur ituuu.

Gw berhasil pulang dengan selamet. Cuma sayang aja temen duduk gw satu bangku dalem bis itu gak asik. Jadilah gw bete. Tapi gw berhasil merebut tempat deket jendela. Gw pingin disitu kalo temen duduk gw gak asik, jadi biar bisa liat luar aja daripada gak ada pemandangan. Hehe.

Pulang kali ini, udah dengan tekad bulat gw gak kasih taw temen2 gw tercinta. Gw gak kasih taw kalo acara outbond gw diundur. Bukan pingin bikin surprise tapi karna gw gak boleh ikut acara taunbaruan ke pulau seribu bareng mereka. Bokap gak ijinin. Gw mikirnya, mending temen2 tercinta gw itu sekalian aja gak tau kalo gw pulang kaan gw bakalan gak enak ati kalo ada dirumah tapi gak ikut bareng mereka. Gw pingin nurut aja sama bokap dehh. Hhe.

Di rumah gw bete abiss. Yaiyalaa. Gak maen gak apa. Ngerasain lagi dirumah udah kayak anak sematawayang. Adik gw gak ikut pulang lagi. Trus spt biasa kakak gw kerja [trnyta krja d bank, walo pelayanan uda tutup, masi banyak kerjaan, jadi tetep pulang malem buat selese'n kerjaan]. Bete bete akh. Gw gak suka. Weekend’y sempet jalan sih ma kakak gw. Temenin dy belanja tepatnya. Coz gw gy cekak abizz. Jadilah Cuma dapet jaket yang lumayan keren sama spatu butut. Hahaha. Padahal sbelum temenin kakak gw, sempet bingung juga ikut dy, apa ikut bokap mancing. Gw suka mancing ikan walo gw gak maw makan ikan. Tapi berhubung udah keduluan janji ma kakak gw, jadilah gak ikut mancing. N mancing dihari berikutnya, gw kesiangan bangunnya!! Alhasil gw gak ikut mancing dua kali. Huhh. Tuh selama dirumah, gak bete2 amat siiiii.. coz gy musim rambutan. Dulu2 sih gw gak suka2 amat sama rambutan. Tapi gak tau knapa, liburan kali ini napsu makan gw gila2'n. Shari aja ada yang gw makan lima kali. Apa aja yang ada dirumah gw makan. Udah kayak singa kelaperan. Hehe. Ditambah lagy panen rambutan. Makin seneng lah gw.

Karna musim rambutan, jadilah gw ke kebon buat ambilin tuh buah rambutan yang lumayan banyak lah.. seneng aja gitu gw maen disana. Padahal gw digigitin nyamuk banyak banget ampe bentol2 dimana2. spt biasa, karna gw lebih nyaman pake clana pendek sama kaos. Tapi herannya, bokap gw dengan kostum yang sama kok gak digigitin nyamuk yaa. Bokap bilang sih karna nyamuknya udah kenal. Buseeeeeet, pilih kasih banget tuh nyamuk. Masa cewek cantik gini jg digigitin ampe bentolnya banyak banget. Padahal kan dari masih kecil juga gw sering ksitu. Mreka pangling kali gw makin cantik. Haha. Tapi trus gw kapok n hari2 brikutnya gw ke kebon gw pake jaket. Gak nahan gatelna gw kalo digigit nyamuk. Huhuw, kok jd ngomongin nyamuk. Nih gw kasih liat aja poto gw waktu lagi kegirangan ngambilin rambutan di kebon.

Hehe. Itu di kebon bokap gw yang bawah. Isinya pohon rambutan dengan macam2 jenis. Tapi lagi2 yang gw inget Cuma jenis binjai. Padahal bokap berulang2 kasih tau apa aja jenisnya. Emang dasar otak gw aja kali yang low ingetannya. Hehe. Di kebon yang agak bawah permukaan tanahnya, emang sengaja tuh rontokan daun2nya gak disapuin. Biar bisa sekalian jadi pupuk kompos gituu. Praktis kaan. Yang tanahnya agak atas, belom lama ditanemin pohon singkong ma kacang. Itu loh,,,, yang tempo hari tanahnya gw yang cangkul. hehe. Tapi Cuma sebagian. Sisanya ada saung sm apa lagi gw gak inget. Berkebun ternyata menyenangkan. Apalagi kalo udah panen. Coz hari trakhir gw di rumah, bokap petikin rambutan n dapet sampe empat karung!! Gratis kaan kalo punya sendiri. Menyenangkan.

Liburan gw gak di abisin di kebon doang. Pagi2 hari minggu gw ikut bokap n nyokap gw lari pagi. Sebenernya gw gak suka lari pagi di area rumah gw. Coz kanan kiri isinya rumah doang. Belom lagi kalo ada motor lewat. Huhh. Tapi berhubung ternyata bokap nyokap gw punya rute baru buat mereka jogging, gw pingin ikut. Kakak gw juga. Pertamanya makh gak maw. Tapi berkat rayuan gw yang pandai menggombal dan mengiming-imingi kakak gw bahwa gw bakal bawa hape n poto2 ntar dipinggir sawah, yang pasti bakalan terlihat lumayan keren hasil jepretan potonya, akhirnya dy tergiur dan pingin ikut. Haha. Nih hasilnya.
keliatan gak merekanya??

keliatan gak merekanya??

Dan dihari yang belom terlalu terang ituh,

Gw melihat pemandangan dari para pekerja keras seperti diatas. Ya mereka itu yang bikin beras tetep ada. Walopun sekarang lebih banyak ngimpor katanya. Bisa keliatan gak orang2 yang lagi kerja itu?? Gw yakin mereka mulainya pasti jauh lebih pagi ketimbang gw mulai lari pagi.
meraaaahh kuniiingg ijoooo.sayang langitnya gak gitu biruuu. hho.

meraaaahh kuniiingg ijoooo.sayang langitnya gak gitu biruuu. hho.
pasukan berbariss..

pasukan berbariss..

Ituh waktu udah lebih terang ambil potonya.. betenya, sepatu gw yang umurannya udah bertaun2, yg emang biasa gw pake kalo lari pagi, jebol ditengah jalan. Beli sendal jepit deh akhirnya.

Enak juga ternyata lari pagi dsana. Kanan kiri sawah. Gak ada mobil lewat. Motor juga jarang. Karna masih pagi mungkin yaa. Cuma sayangnya kalo dari rumah gw, maw ksana kudu nyebrang jalan raya dulu. Jadi emang sebenernya beda tempat sama rumah gw. Hehe. Gw bela2in tuhhh.

Truz, truz, hari2 berikutnya gw d rumah tetep biasa ajaa. Oh iyah, waktu suatu hari gw temenin bokap ke bank truz ke bengkel, sial banget kali yaa gw hari ituu. Pulangnya gw ketemu sama temen gw!! Bukan maw putusin tali silaturahmi, tapi kaan karna emang gw lagy ngumpet. Tapi kenapa malah ketemu.. ribut dehh ntarr. Yah karna udah kepalang ketauan, maw gimana lagy cobaa. Alhasil waktu bokap parkir ke garasi gw yang gak gede, gw samperin aja temen gw. Sambil dikit melas gw critain sinopsis knapa gw gak kasih taw kalo gw pulang. Hehe. Temen gw agak cengenges2 gituu. Gw gak ngerti dy mikir apaaa. Maklum lah gw gak bisa baca pikiran. Hhe. Gw juga bilang, dikit mohon malah, buat gak kasih taw temen2 laen kalo gw pulang.

Tapiiiiiiiiiiiiiiiiii, namanya juga udah aketauan ma satu orang, yah besoknya udah pada tau lahh.. tapi gak masalah c, toh acara taunbaruan ke pulo srebu’y juga gak jadi. So gw nyante2 ajaa. Eh tiba2 nak2 ajak malem taunbaruan. Trus,, kita ngumpul dehh d rumah gw. Seru juga. Coz mereka niat gitu cari ayam+bumbunya. Cari arengnya juga kaan susaah. Yaiyalaa mereka baru nyarinya pas malem itu juga. Maklum c, namanya juga ngedadak. Yawdah, kita ngumpul2 ajaaa, bakar ayam, ngobrol, nyanyi, poto2, kembang api, ampe jam empat pagi mereka pulang. Lagian suruh tidur dulu ajaa d rumah gw gak mau. Pikir gw, yg cewek Cuma dua orang pingin pulang aja, kalo pun gak bisa tidur bareng gw, yang laen mreka kaan cowok, gampanglah kalo mu tidur c d depan tv juga jadi kaan.

Hm.. gw kayak udah ngerasa terlanjur sayang ma mereka. Gw sayang ma smua temen gw, tp yang namanya rasa nyaman kan beda. Gak bisa kita dapet dari smua orang. Gw termasuk agak gampang nyaman sama orang. Tapi tetep beda2 kapasitas kenyamanannya. Gw juga gak ngerti knapa bisa gitu.

cinta.itu.kenyataan

December 23, 2008 [pindahan]






Cinta itu kenyataan.

Meski ia pernah tumbuh di beberapa waktu lalu.

Tapi cinta tetap kenyataan.

Dan saat ini ia masih hidup dan menempati sebuah ruang.

Gw gak pandai bicara tentang cinta. Karena gw emang gak ngerti tentang hal itu [emang gw ngerti biologi fisika kimia?]. yang gw tau tentang cinta adalah cinta itu memang sebuah kenyataan. Ia ternyata memang ada. Mau gak mau gw harus ngaku kalo cinta emang ada. Cinta itu kenyataan. Yang gak bisa dipungkiri bahwa ia ada.

Sekarang ini gw juga bingung sendiri kenapa ngebahas tentang ini. Gw Cuma lagi kangen seseorang yang gak mungkin lagi gw temui. Gw sayang beliau. Sangat. Sangat. Bahkan, jujur, aku tak kuasa saat terakhir kumenatap wajahnya. [kerispatih, maap nyunting sedikit]. Tapi ya emang ternyata gw masih aja kangen beliau. Gw sayang dy, andai dy tau. Dan ini salah satu kenyataan cinta gw.

Ok fine. Balik lagi ke masalah bahwa cinta itu kenyataan. Sekali lagi, meski ia hanya pernah tumbuh dibeberapa waktu lalu. Emh.. sebenernya gw pengen banget ada yang crita sama gw, siapa yang pernah punya cinta kecil. Hanya cinta kecil. Dari dari sesuatu yang kecil itu ternyata mampu memberi energi besar. Seperti yg kita tau dari semenjak duduk di bangku Sekolah Dasar dulu, bahwa energi gak dapat diciptain dan dimusnahin. Gw sendiri jd bertanya, apa cinta juga seperti itu. Tapi kalo gak dapat diciptain, dy tumbuh darimana. Bukankah dari tidak ada menjadi ada itu berarti tercipta?.

Emh.. gw pengen banget denger cerita orang yang punya cinta masa kecil. Cintanya anak umur tiga tahun. Yang pasti kalo di inget bisa bikin senyum. Dan ternyata hal itu adalah kenyataan yang membahagiakan bukan hanya dimasa itu tapi juga saat kita mengingatnya. Seperti yang pernah gw bilang sebelumnya, kenangan itu bukan harus dibuang. Tapi untuk disimpan. Karna pada saat kita merindukannya kita dapat membukanya. Kapanpun kita mau. Semoga.

So, let’s keep our memories that bring the smile n extraordinary feel [lebay banget sih gw. Ngomong apa coba. Sok ngerti banget. Haha]



.

untitled aja dehh

December 23, 2008 [pindahan]






Ambil keputusan itu gak selalu mudah. Bener ternyata. Bukan hanya seperti minum waktu lagi haus. Tapi lebih kompleks dari DNA. Ajigile, kayaknya walo idup ni dibawa sante ajaa, tp tetep gak maen2 yaa. Gw makh pengennya smua berjalan mulus, smua bae2 ajaa, tp namanya juga idup.. jalan tol aja pernah macet, masa idup mulus2 aja jalannya.. trus kapan Allah naekin drajatnya kalo gak ada ujiannya. Tul?

‘pilihan’ itu yang ternyata juga lumayan mewarnai idup gw. Memutuskan untuk memilih satu diantara pilihan yang tersedia, dan dengan macam-macam resikonya. Buset, kenapa pikiran bisa jadi bercabang? Hm.. hm..

Ada yang bilang, kalo dewasa itu harus berani ambil keputusan. Harus uda tau mana yang baik mana yang gak. Harus uda ngerti apa dampak dari yang kita lakuin. Ada yang bilang juga, kalo wanita itu sepuluh tahun lebih dewasa daripada pria. Nah, nah, dalam keadaan sekarang, kalo pikiran gw masi lebih goblok dari adik gw (cowok) yang pinter, berarti gw belom dewasa donggg.. ade gw aja menyarankan gw buat gak bolos kuliah daripada bolos buat pulang n ikut acara taunbaruan bareng temen. Nah saran adik gw yang luarbiasa susah buat gw turutin itu, kalo gw ampe gak bisa lakuinnya, orang macem apa gw? Masa bisa dikalahin sama napsu liburan ketimbang suatu kebaikan yang nantinya juga berdampak buat masa depan gw sendiri..

Daaaan.. gw jadi inget apa yang pernah dibilang sama satu orang; ‘sejarah idup kita, cuma kita yang tulis’. Jadi apa yang kita usahain, apa yang kita lakuin. Nah kaaan, nanti kalo anak cucu gw mau mohon2 sama gw biar boleh bolos, ntar gw jadi gak bisa di contoh dong kalo sekarang gw lebih milih buat bolos kul..

Trusss, gw pilih mana yakh? Sementara itu, gak semua orang bisa ‘mendengarkan’ orang lain. [dan ternyata mendengar juga tak mudah]. Gak semua orang bisa menyerap informasi dengan baik kaan. Kasarnya siy, gak semua orang bisa ngerti sama keputusan yang kita ambil. Masih mending kalo gak ngerti tapi mau dengerin. Nah yang gawat kaan kalo udah makh gak ngerti, tapi juga gak mau dengerin. Kacau tuh orang kayak gitu. Tapi tenang, masih ada yang lebih parah. Yaitu orang yang udah gak ngerti, gak mau dengerin argumen orang, tapi juga gak punya toleransi. Nah yang kayak gitu susah banget. [walopun emang belom tentu juga gw bisa].

Tapi sebagai orang yang mau belajar,, gw bakalan selalu berusaha kok.. buat lakuin yang terbae buat orang2 tersayang gw. Ortu gw. Mungkin ntar kali yah, kalo udah jadi orangtua baru bakalan ngerti kenapa gak ijinin anaknya buat bolos. [walo pun emang gw gak bilang maw bolos siy (yaiyalaa, emang gw tukang ngadu!!)]. Dan bakalan tetep selaluw berusaha kok.. buat terima apa pun resiko dari keputusan gw. Karena gw, selaen sebagai seorang anak, gw juga seorang temen. Yang harus bisa mengerti apa pun respon dari temen gw kaan. Yang jelas gw sayang banget laa, sama mereka. Tapi gw juga sayang ortu gw. Dan gw juga sayang adik gw. Coz dy lebih pinter dari gw siy. Kakak gw juga dink, dy sayang banget sama kita b’dua. Muah. Muah. Buat kalian semua. [loh, kenapa jadi sayang2n gini siy?]

Betewey, ni ada sepenggal :

Gw : xxx, sebelumnya gw pikir2 maw bolos ajaa biarbisa ikut taunbaruan gitu yaa. Tapi gw tanya ke ade gw yg pinter, dan kalo pikiran gw masi lebih goblok dari dy, berarti gak dewasa kaan?

Xxx : iya, ambil baenya buat lu aja, jangan terlalu mikirin kata orang lain. Hheu.

Gw : tapi kata orang, kalo bae buat diri sendiri doang,gak mikirin kata orang, katanya egois? Hho. Gw binun.

Xxx : kadang kita juga perlu egois, yang ngejalanin idup kan kita sendiri, egois buat maju mah gak papa, tapi jangan lupa juga sama yang laen, laen kali aja luw bayar egoisnya, kalo libur..

Gw : hehehehe,, makasi yah xxx. Muah. Muah. Kalo orang egois bakal egois ampe mati yah? Haha.

Xxx : engga, egois gak kan bertahan lama, nyantei aja mik.. yang tau lu, berarti tu temen..

Gw : sumpah xxx lu asik banget.. gw suka kalimat lu, tapi yang trakhir tadi asik banget, gw suka. Haha,

Xxx : lebay lu akh. Pokoknya makh kalo libur luw sisakan waktu buat d ckp yah, awas kalo engga! Heu.

Gw : huahaha.kalo itu makh emang slalu gw usahain. Emang gw gak pengen pulang?

aku ingin seperti kamu

December 12, 2008 [pindahan]






kamu bikin aku tau gimana mestinya hidup..

waktu kamu gagal bikin gol,,

itu nyadarin aku kalo Allah hanya kasih yang terbaik buat diri kita..

Waktu kamu cedera,,

itu yang membuka mataku bahwa jalan hidup tak selalu mulus..

waktu kamu bawa bola,,

itu nyadarin aku betapa kita harus jaga apa yang udah Allah kasih..

waktu kamu ngerebut bola,,

itu nyadarin aku betapa kita nggak bisa dapetin apa yang kita mau tanpa usaha..

waktu kamu bikin gol,,

itu nyadarin aku ‘apa yang nggak Allah kasih buat kita?’

Aku ingin seperti kamu.

Aku ingin jadi seorang kapten buat diriku sendiri..

Aku ingin seperti kamu.

Aku ingin kuat, yang kalo ‘jatoh’ gak perlu waktu lama buat bangun lagi, gak perlu tunggu ada yang bangunin.

Aku ingin seperti kamu.

Aku ingin gak menangis dan cengeng, karena kalo kaptennya aja gitu, gimana anak buahnya?

Aku ingin seperti kamu.

Aku ingin cuma hobby menang, bukan hobby nangis atau jadi pengecut.

Aku ingin seperti kamu.

Aku ingin punya ‘sikap’, bisa bertindak, mampu ambil keputusan meski perih.

Aku ingin seperti kamu.

Aku ingin jadi kapten jagoan, yang perih dikit sih gakda rasa.

calon ibu? buset, syerem..

November 23, 2008 [pindahan]





[..karna gw ngerasa kalo selama ini masih sangat bodoh.. karna gw ngerasa waktunya bukan sekarang.. tapi rasanya waktu gak bakalan cukup buat gw belajar yah.. terlalu sulit rasanya.. walau bukan merasa terbebani, tapi memang akan terasa berat.. perumpamaan 'kaki di telapak kaki ibu' itu saja sudah menggetarkan hati.. bahwa ibu sebenarnya adalah induknya pendidikan.. seperti apa anak adalah bagaimana seorang ibu mendidiknya.. jadi sangat tidak mudah kan menjadi seorang ibu.. dan dalam waktu berapa lama bisa belajar hal itu.. belajar menjadi seorang wanita yang menentukan hidup sebuah nyawa.. bukankah sulit.. dan karna gw pengen jadi yang terbaik maka gw gak boleh lagi main-main kan.. demi sebuah nyawa yang bakalan sangat gw cinta, demi sebuah nyawa dan untuk orang yang gw cinta nantinya, satu-satunya yang gw cinta kalo udah sah.. karna gw pengen gak pernah cinta 'seseorang' selama belom sah.. demi mereka kan makanya gw harus bisa belajar jadi 'seorang' yang baik budinya, tutur katanya, ilmunya, supaya bisa pantas untuk itu..]

Itu yang Veka tulis malam itu di buku hariannya. Buku harian yang baru ia mulai tulis selama beberapa tahun ini saja. Otaknya berpikir-pikir. Hatinya juga mungkin ikut membantu otaknya. Malam itu ia teringat akan kalimat dosennya di kuliah pagi pada hari itu. Ibu adalah induknya pendidikan. Kalimat yang ia rasa terdengar berat mengingat ia seorang perempuan yang nantinya insyaallah bakalan jadi ibu. Bakal jadi seorang wanita, bukan hanya perempuan. Wah berat juga ia pikir. Suatu saat bakalan jadi penentu sebuah nyawa. Membentuk pribadi. Itu gak mudah kaan..

Tapi malam itu ia mungkin terlalu lelah hingga akhirnya terlelap tidurrrrrrr..


.

.ulik lagu yang gw gak taw judulnya.hehe.

November 23, 2008 [pindahan]





Cinta ini cinta mati

Sayang ini sayang mati

Tapi rasaku tlah mati

Saat engkau pergi

Dulu engkau yang berjanji

Kan setia sampai mati

Tapi engkau yang ingkari

Aku tersakiti

Sampai hati kau hancurkan cintaku

Setelah kuberi sluruh hidupku

Sampai hati kau musnahkan semua mimpiku

Yang tersisa kini hanya sesalku




Gw gak tau tu lagunya siapa, judulnya apa aja gw gak tau. Tapi gw pernah denger di radio koz gw. Biasa laa, tu radio jarang banget off nya. Abisnya kalo kaga di idupin ntar kamar gw sepi.. toh gw juga gak kenceng2 nyalainnya.

Yah, kembali ke tu lagu..

Setelah gw pikir2, tu liriknya, kok gitu amat yak.. kayaknya kasiaaaaaaaan banget yang nyiptain. Tapi gak melulu yang ciptain lagu yang mengalaminya c.. yang jelaz dari liriknya, tu orang kayaknya ditinggalin gt ma pacarnya. Padahal kayaknya dy uda sayang banget gt ma tu pujaanhatinya [..haha..bahasa gw..jijik..]

Dan denger nada tu lagu juga agak dikit melloww, jadilah gw denger makin kasiaan. Hehe. Gw pernah denger nih ceritera dari 1 orang. Jadi ada 1 orang yg namanya misalnya Daun. C Daun ntu uda d putusin ma cwo’y.. tapi gak ngerti kenapa, dalam waktu yang lama banget c Daun trsbut masi aja gak mau trima kalo dy d putusin. [..nah..loh..kenapa tuh..]. masa iya siy udah cinta mati gt? Jadi ada gt yg namanya cinta mati? Hehe. Biz’y slama ini kaga pernah siy gw cinta ma orang kcuali bokap nyokap gw yg selaluw gw kanenin. Hehew. Luph u mom, dad. Sama orang laen palingan sayang.

Jadi kali ini pelajaran yg bisa gw ambil dari tu lagu adalah,,,,

Jangan terlalu sayang ma orang laen.!! Karna orang laen itu bisa kapan aja tinggalin lu!! Tapi bokap nyokap lu, mereka gak akan pernah tinggalin kita mpe kapan pun dan apa pun yang terjadi. Iya gak prend?? [..hhe..terdengar sok tau gw..]

Yang jelazz, gw enjoy aja dengan sayang gw yang biasa aja k cwo gw. Dan cuma bete berapa hari doang kalo putuss. [..emg gw uda brp kali putus??..au akh..]. jadi kaan, gak bakal sesakit kayak yang tu lagu ceritain. Ampe katanya udah memberikan sluruh hidupnya. Dan mungkin saat putus, sedihnya ampe lamaa gitu. Kan sayang waktu dalam idup lu. Life must go on prend.. gak perlu kita terus2 inget ama yang lalu2 ampe lamaaaaa banget. Karna masih ada segudang mimpi yang harus kita wujudin. Tul? Hehe.. Tapi, kita kaan gak boleh mandang sesuatu dari satu sisi doang. Karna kalo cuma pacaran, masa iya ampe udah memberikan sluruh hidupnya gitu? [..padahal mampukah dalam sehari aja..kita mikirin allah..satu jam ajaa..belum tentu..(termasuk gw??)..hehe..]. jadi mungkin tu orang yg mengalami, mungkin uda nikah kali yaa. [..gw terdengar sok taw lagy..]. coz ampe m’beri sluruh hidupnya.. dan berarti jahatt banget orang yang uda pergy ninggalin dy padahal udah punya ikatan yg sah. Ikatan yg bukan maen2 kaan. [..hm..hm..berarti kudu bnr2 super ati2 yaa..(memilih itu ternyata susah)..hehe..].

Teruzz, dari yang gw omongin intinya apa dong?? Hahaha.. gak berbobot banget yak apa yang gw tulis..

Intinya mah do d best aja laa.

Kalo mu sayang orang, sayang sewajarnya ajaa. Kalo sm pacar, sayang yg wajar spt seharusnya. Kalo sm istri/suami, sayang yg wajar jg spt seharusnya. [..tapi dua2'y.. yg seharusnya kayak apa juga gw gak ngerti..hhe..]

hmm.. hmm..

October 13, 2008 [pindahan]






ve langsung menarik tangannya dari tasnya, berhasil menemukan apa yang dicarinya.. ponselnya yang berdering.



30 menit kemudian



“apa?!! dasar orang gilaa!” ve setengah berteriak. tepat di hadapan seseorang yang 30 menit lalu meneleponnya dan memintanya datang.. tanpa pikir panjang ve lalu membalikkan badannya dan pergi seketika meninggalkannya seorang diri..



dipikirnya nikah itu gampang apa!! dasar orang gila!! lagian orang pacaran belom tentu ujung2nya nikah. walo pun gw emang udah capek buat main2 dalam hal ini. tapi siapa c yang bisa segampang itu ambil keputusaan? bukankah ambil keputusan untuk seumur hidup kita itu sulitnya melebihi fisika dan matematika? semua cewe pengen dapet suami pinter, lebih dari itu, pengen punya suami cerdas.. selama ini, dengan dia mampu mengimami, mampu menenangkan, mampu mengimbangi, mampu berbicara, mampu membuka telinga [gak semua orang bisa], mampu menyelesaikan masalah, mampu bersabar, mampu berkorban, dengan semua itu apa berarti dia cerdas?

tuhaaaaaan, lebih dari itu apa dia akan bisa jadi ayah yang baik kelak? semua anak butuh ayah cerdas. yang saat anaknya bertanya ‘kenapa’ kemudian sang ayah mampu menjawab ‘karena’..

dan gw pikir, apa memutuskan untuk menikah itu sudah cukup bijak? sementara masih ada kewajiban gw yang belum tuntas.. buat apa ayah bayarin gw sekolah kalo gak gw tuntasin? buat apa gw belajar? biar pinter? biar cerdas? biar bisa jadi konco wicoro, temen diskusi buat suami? buat mengimbangi emosinya?

bukan hanya itu kaaaaan??

tapi juga buat lakuin hal lain untuk ayah dan ibu kaaaan?

25 menit kemudian



“udah marah2'y?” suara seseorang dari belakang ve.. “siapa yang kayak orang gila? yang ngomong baik baik, atau yang ngomong sendirian gitu,?” katanya lagi..

tapi ve tak bergeming.. ia hanya terus menatap ke depan tak mempedulikan suara di balik tubuhnya.. tengsin juga lagi marah2 sendiri ternyata ada yang denger..

“emang kalo ada orang bilang mau nikah sama kamu, itu harus sekarang?” katanya lebih lembut dari sebelumnya. ve senyum sendiri dibuatnya.. “aku cuma pengen kamu gak akan pernah berubah, dan yang tadi itu permintaanku untuk waktu yang bakalan kamu yang tentuin nanti..”







sekarang..



hahaaahaaaaa . . ! !

dasar gw bodoh, pengen dapet suami cerdas tapi gw sendiri seenaknya.. tapi gak papa laa, toh gw jadi tau kalo ternyata dia emang cukup cerdas.. atau bahkan gw yang gak pernah tau ternyata dia lebih cerdas dari ini?

ve sedikit lega



tapi kemudian berpikir lagi, gimana kalo seminggu setelah ini dia malah putus!!