calon ibu? buset, syerem..

November 23, 2008 [pindahan]





[..karna gw ngerasa kalo selama ini masih sangat bodoh.. karna gw ngerasa waktunya bukan sekarang.. tapi rasanya waktu gak bakalan cukup buat gw belajar yah.. terlalu sulit rasanya.. walau bukan merasa terbebani, tapi memang akan terasa berat.. perumpamaan 'kaki di telapak kaki ibu' itu saja sudah menggetarkan hati.. bahwa ibu sebenarnya adalah induknya pendidikan.. seperti apa anak adalah bagaimana seorang ibu mendidiknya.. jadi sangat tidak mudah kan menjadi seorang ibu.. dan dalam waktu berapa lama bisa belajar hal itu.. belajar menjadi seorang wanita yang menentukan hidup sebuah nyawa.. bukankah sulit.. dan karna gw pengen jadi yang terbaik maka gw gak boleh lagi main-main kan.. demi sebuah nyawa yang bakalan sangat gw cinta, demi sebuah nyawa dan untuk orang yang gw cinta nantinya, satu-satunya yang gw cinta kalo udah sah.. karna gw pengen gak pernah cinta 'seseorang' selama belom sah.. demi mereka kan makanya gw harus bisa belajar jadi 'seorang' yang baik budinya, tutur katanya, ilmunya, supaya bisa pantas untuk itu..]

Itu yang Veka tulis malam itu di buku hariannya. Buku harian yang baru ia mulai tulis selama beberapa tahun ini saja. Otaknya berpikir-pikir. Hatinya juga mungkin ikut membantu otaknya. Malam itu ia teringat akan kalimat dosennya di kuliah pagi pada hari itu. Ibu adalah induknya pendidikan. Kalimat yang ia rasa terdengar berat mengingat ia seorang perempuan yang nantinya insyaallah bakalan jadi ibu. Bakal jadi seorang wanita, bukan hanya perempuan. Wah berat juga ia pikir. Suatu saat bakalan jadi penentu sebuah nyawa. Membentuk pribadi. Itu gak mudah kaan..

Tapi malam itu ia mungkin terlalu lelah hingga akhirnya terlelap tidurrrrrrr..


.

0 komentar pembaca:

Poskan Komentar