saat memang harus terjadi

kalau aku mencari ketampanan, tentu tak akan pernah aku puas. tentu akan selalu lagi dan lagi aku mencari. tentu tak dapat aku berdiam menunggu kamu meski tak tau kapan datang menjemputku dari kota ini.
tapi aku tak pernah bisa untuk hal itu.
aku hanya mencari segumpal darah yang baik kualitasnya. yang jika segumpal darah itu baik, maka akan baik seluruh dirinya. yang menjadi santun tutur katanya. yang lembut sikapnya (hey, ini gw yang gak pernah maw dikasarin, sory gw tumbuh dalam kelembutan meski gw bisa hidup keras).
dan aku tau ayah benar saat berkata; "tak berguna ilmu kita jika selalu dalam sikap yang tak baik" . lalu aku tau, aku harus bisa sepertinya.
dan saat ini jawabannya adalah,
aku mencari yang seperti beliau. karena bukankah calonku kelak adalah pengganti beliau?

0 komentar pembaca:

Poskan Komentar