hakim atau ???

Kalau punya mata dua kenapa yg d pake cuma satu.
Kalau mengaku dewasa kenapa gak bisa bpikiran terbuka.
Kalau mengaku teman kenapa sulit bertoleransi.
Kalau mengungkapkan sebuah alasan kenapa tidak sesuai laku mu.
Kalau gak bermaksud menyakiti kenapa terus bicara.
Yg sebener'y berhak menghakimi itu syapa siy.yg terus bicara tanpa mendengar penjelasan?yg terus menyalahkan tanpa tau alasan?yg gak menggunakan indra'y dengan baik?yg ingin'y selalu dituruti?
Bukan yg seperti itu aku rasa.
Tapi lebih baik jika, yg diam bukan berarti salah.yg mengalah bukan berarti kalah.yg dihakimi belum tentu pantas untuk dihakimi.

0 komentar pembaca:

Poskan Komentar