Veka pekan ini

Seperti'y memang gw yg terlalu bodoh. Ketabrak mobil d hari jumat, ketabrak motor d hari minggu'y. Dan hari senin gw bersyukur karena tak terjadi apapun. Gw pun masih hidup dan dalam keadaan baik saja. Meski gw gak tau ada apa dg hati gw dan kenapa gw seperti berpikiran kosong. Gw yakin itu bukan saat2 terberat dalam hidup gw, sama sekali bukan. Karena ingat benar, gw pernah melalui saat2 lebih berat daripada hal itu. Tapi gw gk taw knapa, d hari kamis gw malah berharap ketabrak mobil aja sampe jatuh, kalau perlu sempat terpental dulu yg jauh. Biar smakin sakit rasa'y. Biar smakin hancur dan ambruk aja tubuh gw. Truz masuk rumah sakit. Hingga akhir'y gw tau syapa yg sbener'y menyayang gw dg tulus. Cuma nyokap, bokap. Apa masih ada yg lain selain mereka? Oh, kakak dan adik gw. Lalu, apa masih ada lagi? Hmm, teman2 mungkin? Hanya mereka? Tak ada kah yg lain? Ya, gak ada! Memang gw syapa,.

*Ve pernah merasa hari'y berat. Saat harus giat belajar agar bisa masuk k sekolah yg ayah rekomendasikan. Saat harus terus semangat belajar untuk bisa masuk jurusan ipa seperti yg ayah ingin. Saat harus menerima ratusan alasan kenapa harus masuk akuntansi d bangku kuliah, bukan psikologi seperti yg ia inginkan. Atau saat tak dapat duduk d tribun penonton menyaksikan orang yg d sayang'y ada pertandingan. Atau saat harus mulai bisa menerima kenyataan bahwa jarak lebih berkuasa, hingga ada perpisahan. Atau saat melihat orang yg d sayang'y pergi d jemput malaikat ijroil d depan kedua mata'y. Atau apa lah smua kejadian sebelum hari ini. Mungkin semua itu berat bagi'y, tapi ia akan slalu bisa melewati'y. Seperti usaha'y untuk melupakan banyak kenangan indah yg Zura kasih. Berapa lama ia harus sendiri berusaha melepaskan memory tentang'y. Hingga akhir'y ia dapatkan seorang yg berhasil membawa'y pergy jauh dari memory itu. Namun sekarang ia malah ingin hancur dan ambruk saja. Apa yg membuat'y jd seperti ini?*

0 komentar pembaca:

Poskan Komentar