dear ayah..

hmhm.. semua kalimatmu berhasil menguras airmataku pagi ini.. but thanks a lot, my beloved daddy..

iyah, aku tidak akan memutlakkan sesuatu, tidak akan aku lakukan.. aku tidak akan membenci, akan biasaa-biasaa sajaa, karena membenci menjadikan hati kita buruk.. aku tidak akan menangis lagi, akan tegaaarr dan tegaaarr, bahkan engkau mengucapkan 'tegar, yank..' berulang kali, dan itu mampu membuatku jauh lebih kuat.. aku tidak akan memusingkan harus bagaimana, persepsiku sudah berubah, karena air mengalir bukanlah tanpa tantangan, tapi ia terus berusaha mencari jalan keluar.. aku tidak akan jatuh, teori benefit dari profesorku, dan engkau benarkan dengan suatu yang positif, kini aku mengerti mengapa selalu ada dampak dari decision, dan mengapa kita harus meminimalisir resiko internal dan eksternal.. aku tidak akan cengeng ayah, karena aku harus melakukan banyak pekerjaan yang akan memajukan aku, berlarut sedih artinya aku belum paham hidup.. aku tidak akan menjauh darinya, akan tetap dekat, karena dengan tetap dekat aku bisa terus belajar ikhlas, dan bisa tenang seperti saat engkau mampu mengikhlaskan banyak hal.. aku ikhlas, ayah..

kalimatmu, semuanya, aku suka.. walopun menguras airmataku, aku jauh lebih tenang sekarang.. makasih ayah, makasih ayah sayang.. sebenarnya aku ingin ayah tau, bahwa saat aku menulis ini, aku tidak sambil menangis melakukanny, aku tersenyum dan bahagia karena Allah memberiku ayah terbaik sedunia.. makasih Allah..

0 komentar pembaca:

Poskan Komentar