belajar bersyukur :)

jarum yg menyiksa


 aku benci ketika dibatasi untuk bergerak, aku benci ketika mereka bilang aku harus tidur, aku harus istirahat. aku tau kapan aku harus tidur, kapan aku harus istirahat. aku ingin marah, saat itu aku hanya ingin di injeksi sebanyak-banyaknya agar aku bisa cepat lepas dari jarum itu.

 

kuncir rambut ala bapak sayang










 tapi aku masih bisa senyum, saat aku melihat selalu ada mama, selalu ada bapak yang dengan ikhlasnya menjaga aku. aku masih bisa bersyukur saat aku sadar apa yang mereka katakan adalah untuk aku. dan selalu bahagia saat mama dengan tulusnya memegang cairan infusku saat aku solat di atas ranjang, saat bapak dengan tulusnya menguncir rambutku.







gak pernah sendiri

meski memang sakit, meski memang menyesakkan, dan otakku dipenuhi rasa kuatir akan keadaanku, bapak pasti temenin aku terus.



.

2 komentar pembaca:

San Shann ^_^v mengatakan...

Luv u sista....
semoga ALLOH mengikat erat hati kita.. [amin]

:)

kartika diah mengatakan...

love you too..
amiiiiiinnn.......

Poskan Komentar