review

Hmmmm.. pagi-pagi dengerin music jazz di playlist ndud. Menyenangkan juga. Dengan masih mengingat film yang aku tonton semalam. Suka sama jalan ceritanya. Kenapa gw beranggapan, apa yang diceritakan disebuah film adalah memang pernah terjadi dalam kehidupan nyata. Tapi sebenernya aku juga percaya sama yang namanya imajinasi. Hehe

Jadi gini, film itu menceritakan tentang dua orang yang saling sayang, tapi berpisah. Karena aku gak nonton sejak awal mulai, aku gak ngerti kenapa mereka berpisah. Yang jelas sekarang, mereka udah sama-sama nikah. Jadi sekarang yang cewek udah punya suami yang sayang banget sama dia, dan yang cowok juga udah punya istri dan satu orang anak cowok. Tapi akhirnya mereka dipertemukan lagi. Tapi karena saat ini keadaannya udah lain, masing-masing udah berkeluarga. Walo sebenernya mereka masih saling sayang. Do you know what??? Itu menyakitkan, melihat orang yang kita sayang yang juga sayang kita ternyata bisa menikah dengan orang lain. Menyerah dengan keadaan? Rasanya terlalu lemah. Karena bukankah hidup ini adalah tentang bagaimana kita menikmati setiap proses.. termasuk proses berjuang dan mempertahankan.

Okai, balik lagi ke filmnya, mereka saling sadar dan akhirnya ngaku kalo mereka masih saling sayang. Dan yang terjadi selanjutnya adalah? Perselingkuhan!!!!! Yang aku sayangkan, kenapa harus seperti itu. Kenapa gak pernah berani buat ngaku sama istri atau suami mereka. Dan akhirnya setelah enam bulan, mereka ngaku juga. Terus intinya, yang cowok diusir dari rumah, dan yang cewek juga pergi dari rumah. Tapi lagi-lagi, si cowok dan cewek ini malah sama-sama menyembunyikan kalo mereka masing-masing bercerai. Pergilah mereka masing-masing buat lanjutin hidupnya. Sampe tiga tahun, mantan suaminya tuh cewek mau nikah. Dan mantan isterinya tuh cowok juga udah diajak married sama pacar barunya. Jadi, mantan istri dan mantan suami mereka tetap melanjutkan hidup. Tapi mereka malah tetep sendiri, tanpa tau keadaan satu sama lain.

Dan ada satu kalimat di film itu yang masih aku inget : “kenapa kita harus bertemu dan setelah itu berpisah”. Yaaaaaa, kalau ada awal pasti ada akhir kan. Manusia bisa apa, ketika bumi harus berotasi dan berputar pada porosnya. Apa manusia dapat mengendalikannya hingga tak berputar lagi pada porosnya? Begitu juga, manusia tak  pandai mengendalikan hati, meski itu adalah hatinya sendiri. Tapi manusia masih bisa berjuang kan.. Kalo gitu, jika sudah bertemu dan gak ingin berpisah, kenapa gak pernah mempertahankan??? Itu simple kan. Kalo aja dulu mereka berani bertahan, gak akan nyesel kayak gitu dengan seumur pernikahan masing-masing, gak pernah sayang sama pasangannya. Kalo aja dulu mereka berani bertahan, gak akan kayak gitu jadinya. Sama-sama sakit, sama-sama gak bahagia, sama-sama berbohong. Jadi kawan, siapapun orang yang kamu sayang, jika ia juga menyayangimu, pertahankan ia. Tau kenapa? Agar kalimat “kenapa kita harus bertemu dan setelah itu berpisah” bisa berubah menjadi kalimat “kita bertemu karena kita akan bersama, bukan berpisah”.

Anyway, keep spirit kawan!! Dan ingat, hidup adalah tentang bagaimana kita menikmati setiap proses. Dan yang namanya proses itu tak mudah, jadi butuh sabar dan semangat!



.

0 komentar pembaca:

Poskan Komentar