how i miss you

rindu
kalimat cerdasmu
tatapan ramahmu
sikap diammu
sabar kamu dan pilihan untuk mengalah
rindu
genggaman tanganmu sembari bilang "bisa, Mik..."
senyum kamu waktu liat airmataku jatuh
usaha kamu buat aku tenang
dan segala perencanaan dan materi kamu yg begitu baik

rindu kamu bilang "coba kalo ditutup, gak akan acak2an kena angin..."
rindu kamu bilang "berhenti bentar, Mik, anginnya seger banget..."
rindu kamu bilang "sabar, ukhti, suatu saat batu bisa kalah sama kelembutan kok..."

dan sangat jelas diingatan waktu kamu bilang "lo udah gw titipin sama angin..."

dan yang ini, aku tidak rindu. namun aku ingat, sangat ingat bagaimana sore itu kamu bilang "lo tau gak Mik! lo gak sadar kan, lo itu orang paling egois yang pernah gw tau! lo gak pernah bisa ngerti perasaan orang lain! lo selalu pengen menang sendiri! lo lakuin apa aja yang lo suka tanpa peduli gimana perasaan orang lain! lo egois!" dan akhirnya dengan lembut kamu bilang "sekarang, boleh gw minta kertas gw lagi?" kemudian tanpa ingin menatap kamu walau sebentar karena tau kamu akan pergi lama, aku dengan kasarnya "lo tau lo mau pergi, tapi semua lo ambil balik! gak ijinin gw simpen apapun, gak ijinin gw punya sesuatu tentang lo. terserah! lo mau ambil, ambil sana! gw gak mau ambilin buat lo!" sekali lagi tanpa ingin menatap kamu, aku pergi. tidak berlari, tidak berjalan cepat, hanya biasa. seolah tidak ada apa-apa.
bandara pagi itu gak pernah jadi saksi airmata aku, dan aku gak pernah tau seperti apa wajahmu saat take off, gak pernah tau kamu seperti apa disana, di negeri orang yang begiiiituuu jauh. lama aku rindu kamu di bangku kita. kamu pasti kenal dengan banyak orang baru.

tapi kamu tau? yang satu ini, ini yang paling aku ingat. ada diantara peristiwa buruk itu dan hari kamu pergi. kamu layang-layangku, tapi kamu ingin aku ulur benangmu, agar tidak sakit tangan ini, karena angin sedang sangat kencang. kamu bilang aku tidak perlu melepas benangnya, hanya mengulur, itu saja. dan aku masih sangat ingat, bagaimana kata-kata mu begitu cerdas, karena kamu memang cerdas. kamu selalu bisa mengerjakan soal-soal tapi juga pintar buat puisi dan perumpamaan. kamu bilang, selama kamu pergi dan aku disini, kita sama-sama nabung, kita samakan besarnya, biar bisa beli tiket vip. bukan sampai situ, tapi selamanya kita nabung, biar sama besarnya, biar sama-sama dapet tiket vip nanti, dan kita bisa bareng lagi disana, ditempat abadi, karena disana gak akan ada layang-layang yang putus benangnya.

orang secerdas kamu bisa cemburu sama aku yang gak bisa apa-apa, yang tidak pandai mengerjakan soal fisika dan tidak suka sejarah dan geografi. orang secantik kamu bisa marah sama aku karena aku egois dan gak bisa menghargai perasaan orang, padahal tidak pernah ada apapun dalam hati aku. ternyata kamu pernah salah...

hari ini, aku rindu kamu, kawan...

0 komentar pembaca:

Poskan Komentar