sensitif malem2 baca kata "personil tetap"

tadi lagi iseng banget emang gw belom tidur, trus liat group kitaaaaaa, tempat kita silaturahmi karena kita semua gak berkumpul di satu tempat yang sama, karena kita punya kesibukan yang berbeda, karena kita Allah izinkan untuk berproses di universitas yang berbeda. karena kita masih memiliki rindu satu sama lain, karena kita masih butuh bercengkrama meski hanya lewat situs jejaring itu. dan untuk semua ini, Alhamdulillah........

kemudian gw menemukan kata "personil tetap" lagi, dan gak tau kenapa selalu sensitif dengan kata ituu. barusan gw baca kalimat seorang teman dalam komennya, sbb: "PLANING mana dulu yan?ipa 2 apa personel tetap.." dan seorang teman yang lain menjawab, sbb: "personel tetap ja...." hmmmmmmmmmmmmm kecewa pasti lah gw rasain baca kayak gini. gw gak ngerti itu kalimat cuma lelucon (kalo iya, itu lelucon terbodoh yang pernah gw tau), atau bercanda (kalo iya, itu bercanda yang gak perlu), atau emang serius (kalo iya, gw sedih menurut gw tu orang belom dewasa), atau gimana maksudnya gw juga gak ngerti deh!

sudah ada yang beranni menegaskan ada komunitas dalam suatu komunitas. apa makna dari kata "personil tetap" preeeeeeeetttttttttt ---->> gak tau deh gw! yang kayaknya sih dulu semua dari kita tuh setuju bahwa kita ini adalah keluarga. ckckck dan gw merasa anda luar biasa sekali bisa seperti ituu, sekarang gw jadi inget sama postingan gw beberapa waktu lalu (klik disini).

jadi ini malem cuma beristighfar ajah dilanjut berdoa, gw mencoba buat gak sakit hati (hati sakit karena menyayangkan sifat dan sikapnya) bukan karena apa2.

ya Allah bimbinglah kami, hilangkan keangkuhan yang mungkin ada pada hati kami, pereratlah kasih sayang diantara kami, ampunilah kami yaa Allah.. amin,

1 komentar pembaca:

kartika diah mengatakan...

evaluasi diri untuk menata hati agar jadi hamba berprestasi, tidak menyalahkan dia dia dia yang larut dalam ketidakpastian benar atau salah atas apa yang terjadi dihari kemarin. astaghfirullahalazim.. ----- ‎5 tahun lebih sudah lewat kawan, tak lantas menjadikan seseorang lebih dewasa. ngapain ajah lo? astaghfirullah, sesungguhnya manusia kerugian

Poskan Komentar