petrichor

ah, rindu kamu. akhir-akhir ini panas menyiksa. mendadak merindukan dingin yang biasa temanmu sebarkan, bahkan titik-titik spray nya. ah rasanya tak cukup, karena sepertinya lama sekali tidak merasakan tusukan liquid dikulit cokelatku. tusukan yang akan terasa semakin tajam jika aku menambah kecepatan di atas kendaraan dan bertelanjang tangan. lalu setelah semuanya reda, aku dapat menciumi baumu, petrichor. senyawa yang hanya dapat aku hirup setelah jatuhnya usai. menghirupmu sambil kedinginan. kamu tidak pernah menjadikan aku hangat, tidak pernah. tapi aku menyukaimu seolah kamu dapat mencabik sesuatu yang bergelayutan menghalangi pompaan jantungku. begitu membebaskan, apa kamu tau itu? ah, kamu tak akan mengerti. kamu hanya senyawa yang muncul sesaat lalu hilang. tapi mungkin itulah alasan kenapa aku sering merindukanmu, dan maukah kamu datang malam ini, petrichor?

0 komentar pembaca:

Poskan Komentar