cuma tulisan?

bukanlah masalah beda musim yang kita alami.
bukanlah masalah lima jam atau berapa pun beda waktu kita.
meski saat kamu sudah bisa merasakan hangatnya mentari terbit disana dan aku masih tetap memandang bintang kesukaanku di langitku, kita masih bisa tetap berucap salam dan melempar semangat dengan suara yang tak lelah untuk bertahan. kita masih bisa saling membalas canda yang sepertinya tak ada rasa ingin mengakhiri.
saat Sang Ilahi mengingatkan lewat detikan jam dinding disamping tempat tidur, saat aku harus berdiri waktu subuh dan kamu semangat berdiri waktu dhuha, saat kita makin kuat karena cintaNYA. tau kah kamu saat itu mungkin malaikat terheran dengan tingkah kita.
lalu kadang aku bertanya sendiri, adakah Rakib dan Atid sedikit bingung jalankan tugasnya? mencatat amal baik kita, sementara diwaktu yang sama pun mencatat kenakalan karena ada rindu diantara kita, rindu yang tidak seharusnya ada karena jati diri kita seorang muslim yang tidak diperkenankan merindu yang bukan muhrimnya sementara bukanlah rasa persaudaraan yang kita jalin.
lalu kita sama-sama minta ampun. adakah Allah membenci kita? adakah bagiNYA kita bermain-main denganNYA? aku takut, terlebih kamu.
lalu kita bersama memohon ampun, kita bersama mohonkan kebersamaan dalam keadaan yang lebih baik, halal. lalu kita berjanji untuk jadi lebih baik. lalu kita bersama berlari meski ribuan mil jarak kita, berlari mengejar ridhaNYA. lalu kita berjanji tanpa ucap, lagi-lagi untuk menjadi lebih baik.
jangan marah ya Rabb, ampuni kami jika sayang ini malah bertambah jika melihatnya makin mencintaiMU. jangan murka ya Rahman, ampuni kami jika kami setia pada proses belajar memahami ayatMU yang membuat kami lebih giat jika dilakukan bersama.


0 komentar pembaca:

Poskan Komentar