sang eksekutor

Pintu itu selalu terbuka sejak aku datang, meski aku tak selalu memperhatikannya. Ada seseorang dalam ruangan itu, dialah sang eksekutor.  Ia kemudian keluar melalui pintu terbuka itu. Melewati kami, mungkin tak perduli pada benda-benda bernyawa ini. Jalannya pasti. Langkahnya begitu yakin. Memunggumi kami, berlalu. Entah apakah ia mengerti ada airmata didekatnya. Entah apakah ia mengerti ada suatu kelegaan dan rasa syukur dari kami dalam hati. Saat itu, sesaat setelah ia membuat keputusan.

Keputusannya seperti mudah saja ia buat. Semudah pemahamannya mengenai teori akuntansi dan ilmu yang berkenaan dengan ekonomi lainnya, serta isu-isu terkini tentang ekonomi. Semudah ia memahami jawaban-jawaban yang dilontarkan kami yang rentang umurnya terpaut jauh darinya. Semudah ia berjalan melewati kami tadi.

Keputusannya mungkin memang benar mudah saja ia buat. Seperti nasib kami bulan depan ada ditangannya. Akankah bertemu dengannya lagi dan orang lain, atau akan berlalu meski harapan kami ilmu ini tak akan pernah berlalu dari kepala kami. Mungkin ia tahu bahwa keputusannya membawa kebahagiaan bagi sebagian orang, sekaligus membawa kepedihan bagi sebagian orang lainnya. Mungkin ia memang tahu, tapi kami juga tahu bahwa ia harus objektif. Dan kami sadar bahwa kami tak seharusnya mempengaruhi keputusannya dengan raut wajah memelas atau kata-kata yang sejenis dengan raut wajah begitu. Itu mengapa kami belajar dan bekerja keras. Untuk mendapatkan keputusan baik dari sang eksekutor.

Selamat buat Brina, yang lulus ujian komprehensif.. Begitu juga semangat buat temen-temen lain yang mau ujian komprehensif. Dan kalian, tolong jangan tinggalkan aku yaa.

0 komentar pembaca:

Poskan Komentar