aku rindu ada didekatmu, tak berjarak satu sentimeter pun

Sungguh aku tak kuasa saat terakhir kugenggam tanganmu. Tahukah engkau saat itu, saat kuganggam tanganmu, memperhatikan wajahmu yang sedang tidur, sedang berusaha melawan sakitmu, tapi kemudian dada, leher dan wajahmu sedikit bergerak. Membuat aku berpikir, apa benar engkau telah pergi. Saat itu. Didepanku. Sambil kugenggam tanganmu. Sambil kuperhatikan wajahmu. Saat itu. Didepanku. Dalam jarak yang begitu dekat. Kemudian aku dengan segera menyentuh dadamu, memastikan semuanya sambil pandanganku kabur tertutup airmata. Lalu aku sadar, kau benar sudah dipanggilNya. Begitu damai kepergianmu, namun begitu menyesakkan untukku. Sangat menyesakkan. Menyesakkan.

Malem ini, nyalain mp3 kerispatih – demi cinta, bikin kangen! Sedang apa engkau disana. Wahai cinta kami, doa ini tak akan pernah habis. Jadi, baik-baik lah disana yaa bersama para malaikat..
Sudah terasa lama mimpi di tidurku tanpa engkau, aku rinduu.. lihatlah, dengan lulus kompre berarti satu kakiku sudah kupijakkan di Ulil Albab, tempat wisudaku nanti. Tapi sebelah kakiku belum, skripsi ini belum juga aku rampungkan. Kalau aku mengecewakanmu, maafkan aku. Padahal slalu kau ingat aku di tiap menjelang tidurmu tiap malam dulu. Slalu ada doamu untukku. Sekarang, aku rindu mencium tanganmu, aku rindu dengan kulitmu. Sangat rindu.
Aku rindu dengan senyummu sambil memperhatikan aku membuka bungkus permen untukmu. Aku rindu tawamu saat aku menceritakan pengalaman konyolku. Aku rindu duduk disampingmu disore hari, sambil engkau berpesan banyak untukku. Aku rindu kalimat “nanti malem tidur disini kan..”. aku rindu kulitmu menyentuh kulitku. Aku rindu mencium pipimu lama dan lama sekali. Aku rindu kau ambilkan selimut, aku rindu memelukmu. Aku rindu kalimat “kaa, diminum tehnya..”. aku bahkan rindu melihatmu duduk terdiam sendiri, meski aku tak tau apa yang engkau pikirkan. Aku rindu kau cubit pipiku. Aku rindu sesekali engkau bentak. Aku rindu memposisikan kamera hp ku di depan wajah kita.

Tapi pastilah engkau baik-baik saja disana. Kalau Allah yang memanggilmu, itu karena telah Allah siapkan tempat yang nyaman untukmu. Jangan menangis melihat aku yang masih begini yaa. Aku bakalan berusaha, bakalan kerja keras biar aku bisa cepet pulang dengan bawa undangan buat mama sama bapak. Undangan buat duduk di auditorium kahar mudzakir nanti.

Baik-baiklah disana, karena ada banyak malaikat yang bisa membukakan bungkus permen untukmu. Baik-baik yaa, karena disana kau tidak lagi kesakitan, karena pastilah engkau nyaman berada dekat dengan-Nya. Tetaplah baik-baik saja, karena pasti udah ketemu sama mbah buyut kakung, dan cinta beliau bersambut lagi, kalian berkumpul lagi disana. Sampaikan salamku untuknya yaa, aku belum pernah ketemu mbah buyut kakung.. Sungguh, aku ingin sepertimu. Wanita setia yang hanya punya satu cinta hingga kalian berkumpul lagi di syurga.

0 komentar pembaca:

Poskan Komentar