tidak pernah aku temui orang lain setulus anda

jika disana anda baik-baik saja, datanglah satu kali saja dalam tidurku.
minggu ini, sudah anda terima kan? minggu ini, tidak satu kali seperti biasa, tapi dua kali aku kirimkan penuh rindu untuk anda. besok malam, anak kecil ini uts, dan selalu berhasil membuncahkan rindu bocah ini pada anda dalam musim ujian sekolah seperti saat ini. anda mungkin tidak akan merasakan bagaimana aku ingin sekali menyentuh kulit keriput anda, menciumi anda dan hanya akan berhenti jika aku sudah puas. menghirup dalam-dalam aroma sirih dari bibir anda, merasakan tubuh mungil anda dalam dekapan yang rasanya tak pernah terpenuhi meski sepanjang hari aku lakukan.
ya, dulu anda tau semua ini. sekarang? dari sekian anak anda, dari sekian cucu anda, dari sekian buyut anda, aku tidak pernah ingin menjadi pemenang atas kepemilikan rindu paling mendalam. aku tidak merasa ini aset untuk memenangkan hati anda karena tak ada yang mampu membeli hati anda selain mbah kakung. aku hanya selalu lebih teringat akan engkau disaat-saat menjelang ujian seperti ini. selalu. entah kenapa.
anda pikir aku sudah lupa bagaimana cara anda tertawa? tidak! aku bahkan ingat benar seperti apa suara anda jika memanggil namaku. dan aku tidak akan lupa rupa senyum anda saat aku membukakan bungkus permen kesukaan anda, atau saat aku bawakan agar yang anda suka. anda tau? aku merindukan itu SEKARANG!
tidak pernah aku temui orang lain setulus anda, kecuali kedua orang tuaku. tapi aku tetap rindu anda. ah, maaf, aku tidak bersyukur yah.. seharusnya aku puas bisa menunggui anda disaat terakhir anda bahkan melihat jelas bagaimana anda pergi saat itu meski anda lupa pamit padaku yang saat itu tepat didepan anda sedang memperhatikan anda, menggenggam jemari anda. jadi, maaf untuk airmata ini, maaf untuk jeritan saat itu, maaf untuk rinduku yang mungkin menyusahkan anda sekarang. love you... as always...

0 komentar pembaca:

Poskan Komentar