sebelas saja

sejak dulu, aku udah percaya bahwa "sepakbola mampu menyatukan banyak hal". kalo aku bilang sejak dulu, artinya aku masih percaya itu sampe sekarang. dulu, sepakbola yang menyatukan kami, seorang kapten tim dan aku, seorang yang suka totti sejak kelas 6 SD. ada banyak perkataannya yang mampu aku ingat, dan ada satu yang paling aku suka, alasannya kenapa pakai nomor punggung sebelas.

hemmm, apa anda, orang yang sedang membaca ini (jika ada), berpikir bahwa aku sedang terlarut akan kenangan lebih dari tiga tahun lalu? tidak, bukan begitu. ini hanya sampah kata-kata yang biasa aku taruh disini setiap aku ingin. jadi terdengar egois yah tentang kapan saja aku ingin.

well, aku jadi berpikir. selain kami, mungkin banyak juga orang lain yang mirip seperti kami, bersatu karena sepakbola pada awalnya. dan bukan tidak mungkin rasanya, jika suatu saat, sepakbola mampu menyatukan kita, kita yang berbeda suku, berbeda bahasa, berbeda adat, menjadi satu kesatuan kuat yang tiap-tiap dari kita ingin ada di posisi paling depan untuk membela NKRI. apa tidak mungkin? ah mungkin saja. toh aku lihat sekarang ini banyak sekali orang-orang yang mendadak jadi nasionalis karena timnas kita menang di suatu pertandingan sepakbola, meski lantas aku juga melihat banyak dari mereka yang mencaci saat timnas kalah. jadi hipotesis berikutnya adalah, bukan tidak mungkin sepakbola juga mampu memecahkan kita. seperti saat dulu seorang kapten yang menarik diri dari tim, yang tidak pernah kami tau alasannya sampai sekarang, dan memecahkan kami. ya, dia dan aku.

0 komentar pembaca:

Poskan Komentar