jangan main api lagi

tinta lauhful mahfuz udah kering.
dulu, lama banget. udah sejak lama.
kami, kaum muslim, tau tentang itu.
tapi beberapa dari kami, adalah dia
sebenarnya tau sebagian dari apa yang ditulis disana.
dia sang decision maker.
tapi kemudian malah main api.
entah
apa dia ingin berusaha melelehkan tinta
yang sudah kering sejak lama itu.
atau sekedar mengisi waktunya
dalam perjalanan menuju pada waktunya kesana.
tapi dia tidak peduli,
bahwa suatu hari aku yang malah terbakar.
luka, perih, terasa sakit.
dia, apa mencoba mengobati apa yang dia perbuat?
tidak.
dia sibuk karena waktunya sudah sampai pada batas.
dimana ia harus laksanakan apa yang tertulis di lauh mahfuz.
aku, harus dengan kuat mengobati ini,
peninggalannya yang menyakitkan.
sendirian.

0 komentar pembaca:

Poskan Komentar