dhuha, april 2011

ya Allah berikanlah kami kesempatan untuk bertemu lagi, untuk bermaaf dan memaaf.

bukankah tugas kami adalah menjaga, mempertahankan, mengusahakan? jika memang kami salah, jauhkan kami ya Allah.

ini tidaklah mengapa fisik kami jauh namun hati kami tetap erat. namun jika memang yg Engkau maksud kami gk baik bersatu, jauhkan hati kami.

setahun udah ada, keadaan buruk ini gk pernah membaik, tapi hati semakin erat. inikah yg Engkau beri agar kami semakin kuat?

tidaklah mengapa bagi kami bersakit fisik berkorban hati, karena yakin Engkau Maha Adil, karena yakin pasti ada jalan keluarnya.

tidaklah mengapa semua yg kami korbankan ini karena yakin Engkau akan menggantinya dg keadaan yg lebih baik bagi kami.

tidaklah percuma segala yg Engkau beri melainkan ada hikmah bagi kamiii. maka kuatkan hati kami,

kuatkan kami, agar istiqomah kami pd jalanMu, agar tegar kami menerima takdirMu, agar tetap kami bermuhasabah.

ini karena sayang kami tidak akan pernah melebihi cinta kami padaMu dan RasulMu ya Allah, azza wajalla.. dzat yg gak tidur dan Maha Berkehendak.


Ve kemudian menutup diary nya, bermaksud menyudahi tulisannya meski perasaannya tak pernah ia sudahi. bermaksud ikhlas meski tetap sesalu ada doa dan harapan. bermaksud menaikkan kesabaran meski sadar betul haruslah bertahan dengan ketegaran hati. Ve menerbangkan asa nya ke langit, berharap awan mau menampungnya sembari menunggu angin menjemput asa nya dan segera menyampaikannya pada Yang Kuasa. Ia memperhatikan jam diatas komputer dihadapannya. tidaklah merasa waktunya terbuang karena rasa ini, karena Allah yang menghendakinya. jika membenci, ia membenci dengan sekedarnya, jika mencinta, ia mencinta dengan sekedarnya. Ve turuti apa yang Rasulnya perintahkan, ia jadikan penawar Al Quran pemberian ayahnya, ia jadikan penyejuk suaara bundanya. dan bersyukurnya ia di pagi itu karena memiliki banyak orang-orang hebat dihidupnya.
saat ini mungkin angin sedang menyampaikan surat cintanya pada Allah, Tuhannya. ia kembali berucap, karena hamba pasti akan baik-baik saja, meski butuh waktu lama Engkau melukisnya. sabarkan hati kami, ya Allah.

0 komentar pembaca:

Poskan Komentar