izinkan aku

Tuhan, izinkan aku memohon berulang-ulang kali lagi. Karena masih sangat banyak yang aku inginkan. Izinkan aku untuk masih bisa bernapas agar masih dapat meminta banyak sekali padamu. Perlihatkan padaku mana yang kasih dan mana yang zalim. Perlihatkan padaku mana yang benar dan mana yang salah. Perlihatkan padaku mana yang jujur dan mana yang palsu.

Izinkan aku menjaga diriku, tuhan. Agar seorang pria disana (yang aku pun belum tau siapa) yang kau siapkan untukku juga menjaga dirinya. Menjaga diri dari segala sesuatu yang mampu menghilangkan kepercayaan, menjaga diri dari segala sesuatu yang dapat membuat dirinya buruk dimatamu, tuhan. Menjaga diri dari sesuatu yang menyakitkan aku dan menyakitkan dirinya.

Izinkan aku tegar, tuhan. Agar ketika kau ingin mengambil kembali titipanmu, aku dapat terus berdiri dengan tegap. Agar aku dapat terus berlari pada satu arah yang pernah aku tentukan dulu. Arah jihad dijalanmu dengan perantara orang-orang terkasih yang engkau titipkan.

Izinkan aku tetap belajar, tuhan. Agar aku bisa paham mengapa luka bisa tercipta. Agar aku mengerti kemana aku harus mencari betadine untuk perihku sendiri. Agar aku tau kapan aku harus menjadi betadine untuk orang-orang yang aku sayang. Dan sekali lagi, izinkan aku tetap belajar, tuhan. Agar aku bukan hanya bisa memberi contoh, tapi juga pantas menjadi contoh bagi anak-anakku kelak.

0 komentar pembaca:

Poskan Komentar