apa sih perbedaan antara komitmen dan status

haaiiiiiiiiiiiiiiyyyyyaaaaaaaaahhh, ini judul pertama metopel kehidupan. hahahaa.

latar belakang
memang banyak sekali yang dapat kita ambil dari mata dan telinga kita. berawal dari kesadaran saya tentang pengalaman beberapa teman saya, jadi terbesit sejenak pikiran tentang komitmen dan status. sampe-sampe ada lagu yang judulnya status palsu (dilarang sebut merek. hehe).

oke, awalnya karena mendengar dari curhatan temen yang bilang "aku tuh punya pacar tapi kayak gak punya deh! huh bete." dan seperti biasa saya masih saja diam dan diam menungguu dia selesai berceritera, selesai menumpahkan unek-unek, sampe puassss. dan lalu aku balik bertanya "seberapa penting sih arti sebuah status buat kamu?" tapi baru saja selesai saya ucapkan satu kalimat, dia diam. dan sampai akhirnya dia pulang, dia tetap diam. saya gak tau apa yang terjadi selanjutnya.

selanjutnya, teman yang lain datang di waktu yang berlainan dan dengan ceritera yang lain juga. di tengah perbincangan (yang kalimatnya masih saya ingat betul), dia bilang "masa sih kita HTS-an (hubungan tanpa status) terus. kapan gw dapet kepastian!" dan blaa... blaa... blaa... menyambung kalimat dia berikutnya yang sangat panjang lebar. hahahaa (ups! sorry). kira-kira tu orang uda puas curhat, yang lebih tepatnya adalah dengan cara teriak-teriak, nyolot, bentak-bentak, bused dah pokoknya napsu bangett deh. trus saya bilang "seberapa penting sih arti sebuah status buat kamu?"
nah, yang kali ini dia bilang kalo bagi dia, yang namanya status tuh penting banget. saya tetap tenang mendengarkan semua paparan alasannya. baru kemudian saya bilang "kalau kalian berstatus tapi gak berkomitmen, pilih mana?" selesai kalimat saya, selanjutnya dia skakmat! hehee

jadilah sekarang, saya kembali berpikir tentang makna komitmen dan status itu sebenarnya apa sih? sempet juga baca pengertian komitmen (klik disini) yaitu perjanjian (keterikatan) untuk melakukan sesuatu; kontrak: perkumpulan mahasiswa seharusnya mempunyai -- thd perjuangan reformasi. sedangkan selanjutnya saya juga baca tentang pengertian status (klik disini) yaitu keadaan atau kedudukan (orang, badan, dsb) dl hubungan dng masyarakat di sekelilingnya; ber·sta·tus v mempunyai status (sbg); berkedudukan: ayahnya - (sbg) pimpinan sementara di kantornya 

maka selanjutnya, saya kembali berpikir tentang apa sih perbedaan antara komitmen dan status? haha

hipotesa
h1 : kekuatan sebuah status tidak lebih hebat dari kekuatan sebuah komitmen
h2 : komitmen adalah jauh lebih penting dibandingkan dengan status


uji analisis
dalam penelitian kali ini, saya menggunakan tiga alat uji. yang pertama, telinga. mengapa saya memilih menggunakan telinga sebagai alat uji saya? karena ternyata telinga adalah alat utama saya dalam mendapatkan banyak informasi. yang kedua, mata. karena mata bisa menguatkan dugaan telinga saya. jadi, apa yang saya dengar dengan telinga saya, bisa dikuatkan oleh mata karena saya menyaksikan langsung. dan hey.... bukankah ini sebuah penelitian, jadi saya perlu benar-benar meneliti. yang ketiga, tangan. karena benda inilah yang selalu menjadi alat saya untuk melakukan apa-apa. love my hands very much!
nah, dari ketiga alat uji yang saya gunakan, diharapkan penelitian ini dapat menunjukkan hasilnya. hehehee karena sebenarnya saya memang sangat sangat penasaran apakah dugaan saya ini benar atau tidak.


analisis




bersambung dulu deh saya lagi gak konsen

0 komentar pembaca:

Poskan Komentar