keep invest, Kar!

"seorang sahabat pernah bilang, siapa pun yang tahan hidup bersama saya 24 jam terus menerus selama bertahun-tahun layak disebut sebagai rockstar" [Rene S]


waw! lantas apa hal tersebut bisa dibanggakan? jika passion ternyata menjadikan kita tuli, menjadikan kita tidak peduli dengan kebutuhan orang lain, egois hanya mementingkan kepuasan sendiri, untuk apa? jika orang lain harus selalu mengalah demi yang katanya passion kita, terus kita bisa disebut hebat? kita merasa puas lantas bahagia? buruk sekali. kenapa bahagia dengan cara orang lain selalu mengalah untuk kita, kenapa tidak bahagia dengan memberi? saat kita tetap bertahan dengan passion kita dan orang lain harus selalu mengerti, lantas kita bahagia, dan jika sebaliknya maka kita tidak bahagia lantas kita tetap bertahan dan membiarkan orang lain pergi dari kita. baik kah jika begitu? kemudian saat berkali-kali kita kehilangan orang-orang, baru kita sadari, itu pun tetap berpikir bahwa mereka yang pergi adalah orang yang tidak dapat mengerti kita, kita tetap bertahan dengan cara sebelumnya. tidakkah ingin berevaluasi? tidak juga ingin berubah? saat kita gagal memperjuangkan suatu hal dengan cara yang sama, tidakkah merasa rugi? mungkin ada yang kurang tepat dengan caranya.


ini contoh lain. seorang mahasiswi memberanikan diri untuk ikut ujian komprehensif. hasilnya tidak seperti yang diharapkan. lantas tidak putus asa, sang mahasiswi pun mencoba sampai ketigakalinya. namun masih gagal. setelah diketahui, akhirnya temannya membantu dengan cara belajar bersama. alhasil, dikali keempat, sang mahasiswi berhasil melewati ujian tersebut. dilain cerita, seorang mahasiswi yang sudah belasan kali maju ujian komprehensif, ujian yang secara teknis adalah ketemu sama tiga dosen, ujian lisan untuk tiga mata kuliah, dan hasil ditentukan sekian jam kemudian. saya sendiri sempat sedikit bingung, hal seperti apa yang bisa membuat sang mahasiswi bisa belum berhasil dalam belasan kesempatan yang ia gunakan. belakangan saya tau, dari sekian banyak waktu yang ia miliki yang bisa dimanfaatkan untuk belajar, ia abaikan, dan akan mulai belajar setelah mepet waktu. tiga kali ketidakberhasilannya dengan cara yang sama, ternyata tidak menyadarkannya bahwa mungkin cara yang ia gunakan tidak tepat. sampai akhirnya belasan kali, ia belum juga berhasil, dan ternyata, masih dengan cara yang sama. gak berubah sama sekali. lantas? apa ia ingin dosen mengalah untuknya? mengharap belas kasihan dosen-dosen untuk meloloskannya dalam ujian ini? apa dari sekian banyak kesempatan yang tidak ia manfaatkan dengan baik, tidak menjadikannya ingin berevaluasi? tidakkah ia berpikir, meskipun itu memang sulit, toh nyatanya kami bisa dengan hanya satu kali maju. ini memang ada kuasa Allah, tapi apa yang Allah kasih itu sesuai dengan usaha dan doa hambanya.

dunia tidak selalu berjalan seperti apa yang kita ingin kan? seorang dosen pernah bertanya, hidup itu apa? lantas saya jawab bahwa hidup adalah investasi. dengan lantangnya sang dosen bilang: sempit sekali kalau bilang hidup cuma untuk investasi. untuk apa, devidend? atau cuma pingin capital gain? hidup bukan hanya itu. hidup orang ekonomi bukan hanya untuk investasi. dan tanpa bertanya lebih lanjut, pastilah ini hati jerit-jerit didalem, bilang: investasi itu bukan melulu pake duit, bukan melulu bentuk sekuritas ekuitas, bukan melulu harus langsung dapat pengembalian dan ada wujudnya kan? kenapa anda jadi begitu sempit hoh, bukankah anda membicarakan tentang hidup? lantas hidup itu apa selain investasi? dunia tempat kita invest kan, lakuin semua yang baik, memberi dan gak melulu minta orang lain untuk mengalah, dan lain sebagainya. ini mungkin investasi yang gak akan kita dapat pengembaliannya secara langsung apalagi berwujud, pahala dari Allah itu jauh lebih indah kok ketimbang devidend. jadi hidup itu tetep investasi buat gw. di dunia kita invest dan bakalan dapet return ntar di akhirat, dan jaminannya pasti return yang bakalan kita dapet tuh adil, sesuai dengan apa yang kita investasikan.

dunia tidak selalu berjalan seperti apa yang kita ingin. tidak bisa kita menjadi orang yang sama untuk selamanya. bukankah dengan banyak cara Allah mengajarkan kita? kita kenal yang namanya metamorfosis kan. berubah itu tidak salah selama itu ke arah yang lebih baik. gak selamanya seisi dunia harus mengerti kita. contoh ini misalnya, kelak suatu hari insyaAllah aku akan punya anak. jadi, tidak bisa aku tetap begini, aku harus bisa lebih pintar, harus bisa lebih cerdas dari sekarang. harus bisa mengalahkan ego, sedikit mengurangi kesenangan bermain dan menggantinya dengan belajar (gak usah melulu anggep main itu ngumpul sama temen dan belajar itu didalem kelas). ini juga investasi menurutku.

ya ampun Kar, ini apaan sih, sampah banget deh ini tulisan. sotoy.

0 komentar pembaca:

Poskan Komentar