selamat malam, kamu

Rindu ini membasahi kerongkonganku. Deras seperti hujan. Ah, tidak! Kamu pernah lihat air terjun niagara? Agaknya lebih mirip dengan itu. Ya, seperti itu. Seperti itu ia membasahi tenggorokanku yang haus dengan pertemuan. Aku bersyukur karena tanpanya pasti terasa kering dan sakit, mungkin aku akan berteriak parau.

Tapi kamu benar pernah lihat niagara itu kan? Ini bukan wahana dufan hun, kamu harus tau betapa deras dan kencang jatuhnya setiap aku bernafas, merapal doa dan mengeja namamu. Di sini, di tenggorokanku, deras menuju hati lalu aku kedinginan. Ah, untung saja tidak menenggelamkan jantungku.. Kalau tidak, pasti aku akan mati, karena deras rindu!


[Jogja, sesaat setelah telpon mati]


Published with Blogger-droid v2.0.1

0 komentar pembaca:

Poskan Komentar