matahari bertemu bulan hanya saat gerhana

Entah ada angin apa, tetiba si temen yang udah lama ga ketemu ni kirim text message yang bikin aku kaget bacanya. Bunyinya; assalamualaikum, mik, sudah punya calon? / Calon apa ya? Hahahaa.. / Calon pendamping untuk nikah.
Aaa... Seperti disadarkan nih. Liat ini tanggal berapaa, Kaarr.. Hitung sudah berapa ribu hari kamu banyak habisin waktu buat dunia.. Belom juga pengen menyempurnakan separuh ibadah? Ah, menikah? Siapa yang ga pengen. Tapii siapaa yang ga pengen untuk ga salah piliih.. Teman aku yang alim ini, yang masih istiqomah dengan jilbab lebarnya, entah dia mimpi apa semalam sampe bisa tetiba sms begitu. Cukup bikin shock sekaligus ngingetin diri sendiri buat introspeksi dan bebenah diri. Hehee..
Ga lama kemudian aku jawap lagi text message nya; belum ada, ukht.. Malah baru inget lagi nih hehe / apa ada rencana dlm waktu dekat? / Heii, jujur, belum ada. Masi bebenah diri dan menunggu yang penyabar :) / yang seperti apa mik? / Yang tidak meninggalkan sholat dn puasa, sehingga terjaga dari mudarat. / Kalau ada yg begitu dan datang melamar, mau? --- Aku sempat lama diam. Bingung. Aku tau teman yang ini tidak pernah bermain dg lisan nya. Ah, entah pikiranku yang dangkal atow aku sedang kerasukan, lalu menjawab; mau, kalau siap mahar nya. / Apa maharnya? / Seperangkat alat sholat dan mesin cuci. / hahahaa ada-ada aja kamu. Kamu bisa beli banyak tanpa harus minta dlm bentuk mahar. Apa ada lagi? / Ada. / Apa mik? / Keistiqomahan nya dlm islam, dan satu lagi, aku pengen dia paham dan baca Ar Rahman saat akad. / Oke. / Oke apa? / Kalau jodoh, bulan dpn datang melamar.
Whattt?????? Kaget lah aku waktu itu!
Sekarang, setelah sebulan, si teman cantik ini lalu memberi kabar. Sebenarnya sudah tidak terlalu ingat, hehehe.. Katanya; mik, apa kamu mau kalau berhenti dari pekerjaan? / Apa ini menyambung obrolan kita bulan lalu? / Iya. Bersedia? / Afwan, belum bisa. / Gapapa ko. Mungkin akan berjodoh dg yang lebih baik.
Uwuwuwuwuw.. Jangan ngikutin sipatnya si Kartika yang banyak mau nya. Ada rasa sedih sedikit. Bukan karena tidak jadi dilamar, toh aku belum tau juga sebaik apa orangnya, belum tentu juga bapak cocok. Yang bikin sedih, kenapa untuk tidak bekerja di luar rumah jadi terasa begitu berat.. -,-

Published with Blogger-droid v2.0.10

0 komentar pembaca:

Poskan Komentar