ampun...

Tak akan luntur tinta kering lauh mahfuz, dengan airmata penuh teriakan menggugat, seolah satu hal adalah terdakwa yang harus diubah statusnya jadi tersangka atas kejadian beberapa waktu lalu, memaksanya bertanggung jawab dan berusaha mengalahkannya seolah kesombongan diri harus jadi pemenang. Tidak, airmata seperti itu tak akan mampu melunturkan apa yg sudah tertulis.

Melainkan airmata dg ucapan lirih di sepertiga malam, menanam rasa takut tak dikabulkan, menanam sejuta percaya akan dikabulkan. Dengan menghancurkan kesombongan diri, dengan mematahkan pikiran dangkal, dengan membuat jutaan tuntutan pada diri. Hati merger dengan otak, bibir menjadi jembatan, dan seluruh bagian tubuh bekerja sama.

Selamat, Kar! Semoga tak kau ulangi kesekian kali lagi nanti.


Published with Blogger-droid v2.0.1

0 komentar pembaca:

Poskan Komentar