jika saja ada kapten lain yang sepertimu

Berapa mil jalan yang pernah kita lewatin.
Berapa banyak traffic lamp yang pernah kita terobos.
Berapa banyak makian yang kita terima karena keberanian kita.

Mungkin benar dewa angin memang marah pada kita karena kita menantangnya.
Mungkin benar kata orang bahwa kita salah jika enggan menggunakan rem.
Mungkin juga benar, aku rindu memperhatikan jarum spidometermu, kapten!

Aku memang masih ingin memperhatikanmu menggiring bola, melewati lawan, bahkan mencetak hattrick.
Tapi aku tetap rindu melaju bebas menggilas aspal jalanan.
Aku tetap rindu dengan kantung jaketmu yang biasa kupegang erat.
Aku tetap rindu saat-saat kamu biarkan aku menaruh dagu diatas pundakmu.
Aku bahkan rindu seruanmu saat kita selamat dari bahaya berkali-kali. Dan aku tetap percaya, tetap ada di balik punggungmu untuk esok harinya, lusa dan seterusnya sebelum kita berakhir.

Dan hari ini aku memang merindukanmu, kapten!
Merindukan segalanya meski puluhan bulan sudah lewat dari saat itu.



.

0 komentar pembaca:

Poskan Komentar