s e b e l a s

aku melihat sebuah kejujuran saat melihatnya bermain bola. aku melihat kepolosan. aku melihat tak ada secuil pun aktivitas jaga image.

lihatlah!
aku nyata masih ingat bagaimana saat ia menggiring bola, merebut bola, berlari menahan lawan, melompat menjemput bola, dan semuanya.

ya, aku melihat kejujuran.
dan bukan tak pernah aku melihat kebohongan. kebohongan besar saat ia memutuskan keluar dari tim. dan kejujuran tak terkira saat teman-teman satu tim meminta kaptennya kembali.

kecuali coach! ya, ia tak pernah meminta kapten kembali. rumput lapang hampir kehabisan akal bertanya-tanya apa yang coach pikirkan hingga tak ingin kembali memanggil kapten. tapi angin lalu membisikinya bahwa coach sedang berusaha menghargai sebuah keputusan.

tapi aku yang tetap dengan jujur, marah dengan keputusan bodohnya.


.
.
.
.

0 komentar pembaca:

Poskan Komentar