ketika lidah tidak rindu bumbu masak

haaii blogii...
ngantuk sebenernya, tapi gatau kenapa engga mau tidur. udah merem tapi tetep engga tidur. aku jadi flashback, dan inget sama beberapa hal. gimana dulu aku mohon sama Allah buat bisa bimbing aku untuk belajar sabar. engga nyangka kalau begini cara belajarnya, Allah kasih aku dua orang sekaligus buat aku bisa belajar banyak. bagaimana harus kerja keras dan mengeluh cuma ngabisin waktu. bagaimana harus ikhlas pada niat yang sebelumnya pernah keucap dalam hati.
aku tau mereka cerdas, mereka hebat, dan terkadang aku bingung harus bagaimana memperlakukan mereka. tapi lagi-lagi Allah engga pernah tidur. sampai sekarang aku masih ada di samping mereka, meski hanya untuk bilang semangat yaa.. Allah engga pernah tidur. sampai sekarang aku masih kuat buat menahan marah yang biasanya selalu meledak. aku bahkan kuat untuk menahan diri engga ngebut-ngebutan kayak dulu sekedar untuk muasin jengkel di hati.
aku perempuan biasa. aku kadang lupa kalau mereka berdua bukan untuk mendengar amarah atau kejengkalanku akan sesuatu yang menurutku tidak pernah terlalu sulit untuk diselesaikan. tapi selalu ada yang ngingetin kalau aku memang harus tetap ada untuk mereka. ternyata engga sebentar waktu yang udah lewat hanya untuk sesuatu yang tidak sulit itu. sering aku pengen marah dan bilang, engga selamanya aku ada dan engga setiap orang harus bisa sabar ngadepin kalian. engga selamanya aku ada dan tanpa aku kalian harus tetap bergerak, berlari. seisi dunia tidak pernah punya kewajiban untuk menunggu hal-hal yang hanya penting untuk dirimu saja sebenarnya. tapi, marah dan melepas kejengkelan mungkin engga bakal bikin semuanya jadi lebih baik. sekarang, aku cuma perlu melanjutkan bilang "semangat yaa..".

0 komentar pembaca:

Poskan Komentar