Hello word !

Semakin hari, peradaban dunia semakin baik. (ciyyyee gue ngomong apaan deh). Bingung gitu gimana mau mulainya, lama banget ga login kesini hehee..
Tapi bener juga sih, masuk banget di logika waktu aku baca sekilas tulisan yang udah ga inget lagi gimana persisnya 😀 . Intinya, seorang perempuan muda yang sudah Doktor saat ditanya wartawan kenapa beliau masuk islam dan bahkan memutuskan berhijab padahal islam dan hijab itu kuno. Dengan tenang beliau menjawab, bahwa islam adalah simbol modern dan kemajuan peradaban. Berhijab adalah kemajuan peradaban, menutupi aurat. Bayangkan jika tidak (masih dalam keterbelakangan), mungkin tidak akan memakai pakaian seperti hewan.
Hap! Jadiiii yang pada pakai rok mini itu belum maju pemikirannya yaa, hihiii benarkah begitu? Hanya aja, masuk di akal bahwa semakin terlihat tubuhnya jadi semakin menyerupai hewan yang notabene nya ga berpakaian. Aku nulis begini ga ada tujuan dan maksud apapun, hanya sekedar lagi mikir sendiri.

Cuma, aku yakin banget sih, ga pernah ga yakin tentang ini. Yang benar, yang baik, pasti akan selamat. Uhmm... Agaknya jangan main-main dengan tahun ini. Dua ribu enam belas. Kalau 2015 adalah tahun pembinaan wajib pajak, tahun 2016 adalah tahun penegakkan pajak. Aku yakin, yang benar akan selamat heheee.... Terbukti, sepertinya DJP mulai menunjukkan taringnya untuk para wajib pajak yang sebelumnya kurang tepat dalam menyetorkan dan/atau melaporkan kewajiban perpajakannya. Kurang tepat dalam segi waktu, maupun amount, dll. Apakah sah jika timbul STP yang tiba-tiba nongol dateng menghampiri kita? Secara legal, tentu tidak salah karena sudah jelas tertulis di UU KUP. Lalu kita sebagai wajib pajak harus apa, harus patuh kah? Eits, benar sih patuh dengan regulasi. Tapi alangkah baiknya kalau dari setiap STP yang muncul, kita recheck ke dokumen yang kita punya. Benar ga sih espete yang itu aku telat lapor, benar ga sih aku telat setor, cek dulu aahhh ke gudang arsip. Ups, gudang! Iyaa, karena ketentuannya emang masih bisa diubek2 sampai lima tahun ke belakang loh. Makanya sampe harus kulonuwun sama gudang yekaaann.
Ini yang aku maksut, peradaban dunia pasti akan semakin baik. Orang-orang yang kurang baik lambat laun akan menjadi baik. Tahun penegakkan. Hiiiiiii dengar tahun penegakkan wajib pajak aja udah serem banget, apalagi penegakkan dari Allah yaa *crying*. Gimana ga seram, STP timbul bertubi-tubi. Ada yang datang di hari senin, hari selasa, hari rabu, hari kamis, hari jumat. Dan semua isinya ada ceklis di salah satu pasal, dan uhm tentunya ada amount yang tertulis. NAHLOH!!!! Serem kaaannn. Belom lagi pas mau di cek ke dokumen pendukung, engga tau di arsip dimana sama manusia masa lampau nya. Judul ordner beda dengan isi ordner nya. Nahhhh sekalian aja lelepin aku di samudera hindia atau lempar aja aku ke pulau kyoshi trus jadi santapan unagi. Huh. Kalo udah kaya gini kan rasanya pengen berubah jadi avatar aja biar sekalian bertugas menyelamatkan dunia. Engga seberapaaa, ah bayar aja deh STP nya. Huhhh legaa kann, jadi sayur ama ikan yang dikunyah bisa berasa enak dan ga hambar lagi. Tenang rasanya.
Iyaaa tenang, sampai tiba di suatu hari terima surat lagi yang isinya ga lain ga bukan adalah; kamu kena sampling buat diperiksa. What a wonderful life! Setelah dihitung, jadinya semua tahunpajak/tahunbuku kena periksa. Alhamdulillaahh... Itu namanya rejeki anak solehah. Iyalaaa rejeki, pasti ada ilmunya banyak tuh selama proses itu yekaaan. GA NANGGUNG-NANGGUNG ILMUNYA BUAT DITELEN SENDIRI. Loh kok ditelen sendiri sih??? Iyaalaaa apakah tim namanya kalo ada yg beginian tp ga gotong royong? Hih. Telen aja sendiri. Iyaa telen aja semuaaa sampe muak!

Ayok laa Kaarr, udah bilang alhamdulillah belom hari ini?

bahasan random

haaaiii blogiii....
kenapa sebagian perempuan takut menikah? sekarang aku ga takut! :D
bahasan malam ini dengan seorang teman, adalah; "kenapa?" hehee. macem-macem ternyata. mulai dari ada yang trauma, ada yang alesan belom siap, ada yang nunggu cowonya mapan, ada yang masih takut minta restu ortu karena pacaran ama orang yg ga disukai ortu, ada yang kuatir belom siap mendidik anak, dan banyak lainnya.
aku? dulu aku takut satu hal; takut dilarang kerja setelah menikah.
mereka; cowo-cowo yang menganggap dirinya rendah dengan mengizinkan isterinya bekerja, ternyata pikiran itu cuma ada dalam pikiran dia seorang diri. hehee. itu tuh aku rasa cuma semacem pikiran egois seorang cowok aja. mereka takut isterinya lebih sukses, atau takut orang sekitarnya punya pandangan apa tentang dirinya yang membiarkan isterinya kerja, atau takut dianggap ga bisa memenuhi kebutuhan sampai izinin isteri kerja. padahal, dengan mengizinkan isterinya tetap bekerja, itu berarti mengizinkan ia tetap belajar, tetap berwawasan, dll. karena suami yang mengizinkan isterinya bekerja dengan alasan seperti itu, tentunya selalu mengingatkan isteri akan tanggung jawabnya mendidik dan memberi perhatian ke anak. sekaligus, mereka percaya bahwa tugas mendidik dan memperhatikan anak adalah tugas kedua orang tua, bukan cuma isteri. fair?
ahh, urusan fair atau engga kan itu ada di pikiran masing-masing. tiap orang punya standar dan aturan beda.

eniweii, aku engga pernah tau siapa jodohku nantinya. cuma bisa berdoa ama Allah, semoga orang yang selama dua tahun ini bareng aku terus; adalah memang jodoh yang Allah siapkan buat aku. yep! dua tahun mas senior kesayangan jadi pacar aku, total tiga tahun kenal ama dia. gamau ah disini bilang sayang ama dia, takutnya nanti dia tau blog aku terus baca, terus tau, terus geer! hehhhehehee... i love you, partner! much.

aku yakin semua orang punya cita-cita, punya keinginan. mungkin sebagian dari mereka kadang khawatir, dengan menikah, mereka engga bisa mencapai apa yang mereka inginkan, apa yang mereka cita-citakan. aku, pun mas pacar, sama-sama punya cita-cita. dulu kami senang banget sama dunia audit. seneng gitu meriksa sesuatu dan kasih adjustment untuk temuan-temuan pemeriksaan, atau bikin ML buat internal control recommendation. sekarang? kami tau ga selamanya kami bisa terus melakukan hal yang kami suka, sepenuhnya. tapi kesenangan kita ga cuma satu kan. dia suka akunting daripada pajak, aku lebih suka pajak daripada akunting. kami tetap bisa melakukan yang kami suka. kami ga tersiksa kalau ga bertugas lagi ke jatim, sumatera sampai gorontalo dan sabang. jadi, apa yang perlu ditakutkan? hehe *sotoy*
kalo gituu, kita nikah yukkk mas pacar.... :D

aku lebih seneng bertahan di perusahaan swasta daripada peenes (kecuali bpk & ppatk), yaa kalo dapet rezeki ke bumn kayak mas pacar sih ga nolak loh ya Allah... hehee. cuma pengen pindah industri dari migas, pengen ke konstruksi atau apaa gitu. selama belom nikah sih, karena engga tau nanti kalo udah nikah bakalan dilarang kerja atau ga. dulu aku pernah deh kepikiran bikin agreement pra nikah gitu, isinya ga bole larang aku kerja. what the poor mind! maapin aja, kadang-kadang anak unyu bisa bego juga hahahaha. padahal agreement kayak apapun kalau lelaki udah sah jadi suami kita, kita wajib nurut selama itu ga melanggar agama. jadilah, aku buang jauh-jauh ide konyol itu. kalo sampe suatu hari dilarang kerja, mungkin bakal nemuin kesukaan baru lain yang diluar kerjaan. atau malah jangan-jangan abis nikah nanti malah aku yang tetiba pengen berenti kerja, siapa yang tau. Allah kan bisa membolak-balikkan hati kita.

#ayodonor

Pernah ingin meng-iya-kan sesuatu tapi membenci subjek yang memberikan pilihan? Yap! Namanya juga hidup... Hehee.
Semua orang punya kesukaan, sebagian orang kadang punya passion; yang akan digelutinya sampai darah penghabisan. Aku; tidak. Semua itu terkalahkan dengan rasa kecewa pada sebuah subjek, lebih dari satu tahun lalu. Aku tidak membenci subjeknya, aku benci dengan sifatnya. Ini beda loh, hehee.
Hmm. Penugasan yang aku suka. Tapii, dg yakin aku tolak, karena gamau masuk ke lubang yang sama. Semoga ini keputusan anak cerdas. Aamiin. Semoga, bisa belajar lebih banyak melalui jalan lain.

Eniweiii, harga minyak per barel makin melemah. Semoga bisa sedikit demi sedikit membaik yaa, aamiin. Heeii... But it doesnt changed our activity. Yeaaahhh, blood for life. Hehhhee... Cerita dikit yaa bloggii. Jadi kmaren petugasnya nyari2 urat nadi aku buat ditusuk tapi ga ketemu2. Dia tanya, donor yang ke berapa? Aku jawab, sekian. Langsung aku tambahin keterangan; yang kiri lebih kecil --- karena aku uda hafal apa masalahnya :D lalu dy menyerahkan tanganku pd yg lebih berpengalaman, ibu setengah baya yg udah senior. Hmm, apa urat nadi aku ketutupan lemak ya? :))) 

process

18 January, 2015
10.15 Waktu Whatsapp.

pacar kasi nomor hp atas nama Fulan, dan bilang nanti kalo ada yang urgen hubungi ke nomor itu aja, karena hp dia dikumpulin selama latsar mulai hari ini sampai sabtu. hiks.
semogaaaa latsar yang minggu depan ga dikumpulin lagi hp nyaa. apalagi pas ojt. ya walopun gamungkin sih pas ojt dikumpulin juga hp nya. ya Allah semoga matras dan sleepingbag nya nyaman, aamiin.

hai bloggii, jadi ceritanya massenior aku nih uda ga di kap lagi, dan sekarang ditempat yang baru. hmmm.... sebenernya aku rada bingung. aku suka liat dia tetep jadi auditor kan, karena emang kayanya passionnya disana dan cocok banget sama karakternya. tapi di sisi lain, aku gamauuu misal jadi auditor lagiii kemudian tugas2 luar lagii aku ditinggal -,-
maap, klise. dan orang pasti sebel dengernya, kayak anak manja aja gamau ditinggal.
but everyone has planned their life. and i haven't to explain our plan. intinya aku gamau suatu hari tinggal dirumah sendirian karena ditinggal tugas berminggu-minggu. hahaaa it same w/ told you hehh -,-

eniweii, aku janji bakalan hidup sehat dan ga minum kopi lagi. walopun masi sering diingkarin, tapi percaya dehh, sebelum mengingkarinya (minum kopi), aku selalu berusaha nahan untuk ga minum kopi, cuma yaa mungkin uda jalannya itu kopi masuk ke lambungku kadang-kadang.
maspacaaaarrr, sehat2 yaa, jangan begadang!
setelah dua tahun, baru hari ini dipaksa gabisa komunikasi.
*jangan bilang lebay, ini blog aku kok weeekkkk*

Hurt Place

Hari inii...
Banyak ujian kesabaran.
Hmm.... Pengeen banget dapet sekolah baru. Tp jujur, bukan karena ga cocok sama org2nya, bukan juga karena tugas2 yg sekarang ada. Gatau kenapa, pengen banget ninggalin tempat itu. Kalau org bilang; nasi udah jd bubur, ya bikin buburnya jd enak.
Tp yg ini menurutku; udah mendarah daging, atau malah udah terlanjur membusuk. Entahlah.
Aku sebenarnya takut; setelah kemarin Allah kasi aku sekolah baru dn aku menolak. Takut kalau Allah gakmau kasi lagi.. Cuma aku percaya, apapun itu pasti yg menurut Allah baik buatku.
Alhamdulillah ada pacar yg super sabar... Masalah ini jd ga seberat semestinya..

Bismillah...

Yaa Allah, ini rasanya sakit.. Aku malah gatau apa aku akan kuat dengan ini nantinya.
Tapi, kalau memang dg seperti ini bisa membuat semua jadi lebih baik, insyaAllah aku sanggup, aku bisa membayarnya dengan sebanyak apapun air mata dan doa yang Engkau mau, asalkan Engkau mau memberi semua yang ia cita-citakan. Izinkan kami untuk tetap saling menjaga meski jauh, tetap saling mendoakan meski tanpa tatap temu, tetap saling istiqomah dalam taqwa dijalanMu.
Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan hanya Engkau yang bisa mengabulkan semua cita-cita kami.

#ayodonor !



Uda telat hampir dua bulan dari jadwal yang sebelumnya ditentukan. Tapi semoga bermanfaat.
Di dondar sebelumnya, aku dondar sehari setelah maspacar. Kali ini bisa barengan karena dihari yang sama (weekend kemarin) alhamdulillah hb bagus semua 😁 .

i knew the kind of woman i wanted to be



i knew the kind of woman i wanted to be
jangan lelah bahagia;
merah, hitam, kuning, apapun warnanya; berbahagialah.

jadi ceritanya, beberapa waktu ini aku lagi sibuk bahagia. alhamdulillaah. setelah berapa waktu yang kami lewatin bareng, semoga Allah makin sayang kami, makin bikin kami jadi dewasa, jadi lebih sabar, jadi lebih rajin belajar, jadi lebih pintar bersyukur, jadi lebih lebih lebih kuat biar ga capek untuk merasakan bahagia lagi lagi lagi :D
aku rasa, semua orang pasti punya tahapan hidupnya masing-masing. ada saatnya disibukkan urusan kantor, ada saatnya berantem ama pacar cuma gara-gara beda selera buat pilih warna tenda, ada saatnya lupa ama orang tua karena fokus kejar cita-cita, ada saatnya kangen kumpul satu kasur ama temen deket, ada saatnya hobby males-malesan dikamar seharian gamau keluar bahkan makan pun pake layanan order, ada saatnya lari-lari ke pintu tol cawang biar ga telat ngantor, hahaha.

engga peduli setinggi apa bangkumu dikantor, kamu tetep anaknya mama bapak, tetep akan pulang ke tempat paling nyaman itu. engga peduli berapa banyak tugas yang harus kamu kerjakan, kamu tetep cewek bawel kesayangannya pacar, tetep butuh dia ada buat menghabiskan waktu bareng. engga peduli seeeberapa malam kamu ot, kamu tetep punya temen-temen yang harus kamu penuhi undangan resepsinya walopun masi ngantuk pas bangun pagi. engga peduli selupa apa kamu untuk sarapan dan makan siang, tapi buktinya kamu selalu punya waktu untuk gugling di jam istirahat cuma buat cari kabar atau poto terbarunya totti. so, sehebat apapun kamu nanti, kamu tetep engga akan pernah berubah. pun, jika harus merasakan terpuruk, kamu tetep engga akan takut.
tetap bahagia ya Kar, jangan lelah.

kamu tau apa yang kamu inginkan. kamu tau apa yang sedang kamu lakukan sekarang. kamu tau kamu akan jadi apa. dan semoga kamu juga selalu ingat; kamu tetap cuma makhluk kecil :)

Sudut tercipta karena dua garis yang saling bersinggungan

Ve, anak yang masih belajar buat bisa cepet dewasa, belajar buat jadi anak pinter biar ortunya engga kuatir terus ama dia.
Pagi ini, langkahnya cepat sekali menyusuri jalanan yang menghubungkan kosannya dengan jalan ramai dan padat kendaraan berasap. Sebisanya mencari celah untuk menyebrangi jalan, menerobos kendaraan-kendaraan yang lajunya engga pada bisa pelan. Ve akhirnya duduk santai di angkot, meski tau macetnya bisa bikin telat, apalagi yang bisa dilakukan selain itu? Mungkin dia belum lelah menghadapi kota ini, mungkin dia masih nyaman dengan kesederhanaan dan masih belum berubah cita-citanya.
Setengah jam akhirnya dia siap untuk turun dari angkutan umum tanpa ac tersebut.
"kiri ya bang, disini.." katanya santai.
"nggak berani neng, ada polisi tuh ngeliatin"
"udah berenti ajaa bang" Ve dengan cepat pada si sopir. Tertangkap kemudian mata sopir angkutan umum itu melihat ke arah tas yang Ve bawa, karena kebetulan ia dudud disamping sopir. Dan tanpa Ve tau kenapa, si sopir kemudian berhenti memberi kesempatan Ve untuk turun.
"neng tas nya ada gambar garudanya. Neng ini bos nya polisi-polisi itu ya?" tanya nya sambil terima ongkos yang Ve kasih. Ve cuma senyum, sambil dalam hati bilang; ya kita ini mungkin pantes jadi bos nya mereka hehehe.
Ve turun dan memperhatikan satu tubuh yang sedang berdiri dengan mata yang sengaja dibuka lebar ke arah sopir angkot yang sebelumnya Ve kasih ongkos. Si pemilik tubuh yang buncit dengan cepat menghentikan angkutan umum tersebut. Dengan langkah cepat, Ve kemudian menghampiri tempat kejadian perkara :p
"suruh jalan aja angkotnya" kata Ve cepat, sebelum si buncit berseragam itu sempat bicara. "suruh jalan ajaa." kata Ve lagi dan berhasil menarik perhatian si buncit ke arahnya. Sopir angkot yang lihai pun dengan segera tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk tancap gas dan pergi dari tekape :p
"ada apa pak, kok dberhentiin?" Ve pura-pura bego kasih pertanyaan ke si buncit berseragam. "ga boleh berenti disini?" katanya lagi malah bikin bapak buncit itu makin emosi mukanya.
"kalau mau berenti dan turun disana mbak, di halte." jawabnya dengan gaya yang dibuat tegas sambil tetap pegang-pegang handytalk nya.
"kalo gitu sekarang bapak cek dijalan sebrang sana, gimana temen-temen pe en es bisnya pada ngetem lama dipinggir jalan, bukan di shelter." lantang sekali suara Ve pagi itu. 
"di jalan ini atau di sebrang?" jawap bapak buncit enggak mau kalah.
Ve yang tadinya berniat menyudahi dan ingin segera pergi, malah jadi berbalik lagi. "terus apa bedanya disini atau disebrang? Sama-sama berenti, sama-sama di pinggir jalan, sama-sama bukan di shelter, ngetem malah!" Ve betul geram, dan ingat ia sudah terlambat. Ia segera pergi memunggungi bapak buncit yang sekarang terlihat sibuk bicara dengan handytalk nya.
Tapi Ve betul geram, dan engga peduli teman-teman bapak buncit berseragam itu memperhatikannya sambil mendekatkan handytalk ke telinga mereka masing-masing. Peduli apa, pikir Ve. Ia sudah benar-benar telat. Dengan langkah yang kembali cepat, Ve menaiki anak tangga penyebrangan jalan. Tas ransel nya berisi laptop dibetulkannya agar nyaman dipundak. Di setengah perjalan menyebrang, tepat di atas di tengah jembatan penyebrangan, ia diberhentikan oleh pria-pria berseragam yang jauh lebih muda dari pria buncit dibawah sana tadi.
"berhenti sebentar mba," kata salah satu dari mereka. Tapi Ve terus jalan. "mbak, berhenti dulu sebentar." kata pria itu lagi, yang memang jauh lebih sopan daripada bapak buncit yang kancing seragamnya hampir tak kuat menampung isi seragamnya.
"ada apa, saya udah telat." Ve singkat.
Mereka kemudian hanya sekitar dua detik saling tatap, Ve kemudian melanjutkan langkahnya.
Berawal dari seorang atau dua orang teman yang mungkin niat bercanda (yang orangnya ya mereka mereka lagi). Hahaha tapi bercandanya yang dibahas itu-itu lagi, dan selalu menurutku ga penting. Nyoba sekali ngeladenin, eh malah makin jadi. Penting banget jadi cowo kok bawel bet dahhh. Seneng banget ngurusin urusan orang. Ra ono gawean po piye mas? Hahaha ato mungkin profesi kalian ga menantang ya? Ato fungsi kerjanya ga sesuai ama jurusan kuliah yang penting dapet kerja? Ato emang sekarang uda jadi kaya banci-banci yang demen banget ngomong ga uda uda?
Hahaha. Itu lah kenapa aku milih nge-mute grup karena keseringan isinya kalian yang ga mutu. Wkwkw kalo menurut kalian itu mutu ya gapapa, yang jelas aku ga minat ikutan. Keliatan banget bedanya antara grup alumni yang ini dan grup alumni yang itu. Kebanyakan mulut sih lo mas. Gausa ngurusin urusan orang napa. Apa karena pengen urusan kamu diperhatiin ya? Ihh.

tita lop yuu.

Buka puasa pertama bareng mama di romadlon tahun ini, alhamdulillah..
Maamii cantikk maapin anakmu yaa, hehee mungkin ini karena racun yang bapak kasi ke aku, bikin aku jadi cinta akunt! Duhh.. Pengen nya sih cinta ama satu orang aja, tapi apa daya aku telah jatuh, hahaha
Oke, akuntansi. Ternyata engga susah. Dan dadddy bener banget; kalo kita bisa matematika, pasti bisa akuntansi. Mungkin itu salah satu alesan kenapa dulu do'i ga ijinin anaknya masuk bahasa apalagi ips. Yap! Bukan berarti masuk ipa adalah hal paling bagus dan paling penting. Tapi menurutku, balik lagi semua tergantung ama individu masing-masing, lebih penting dbalik itu inget karena ada doa orangtua.
Jadi postingan ini mau ngomongin apaan sih?
Hmm, sebenernya pengen banget tau, apa ada sesuatu yang mereka kuatirkan dari aku? Apa pernah mengeluhkan sesuatu tentang aku ke kakak atau adikku? Aku pengen banget mereka percaya kalo aku bakal selalu bisa baik-baik aja, bisa menghadapi kecurangan-kecurangan manusia, bisa menghadapi banyak hal. Mama selalu girang kalo ketemu aku, bapak selalu antusias nanya-nanya tentang kegiatan aku. Semogaa, mama dan bapak selalu dalam lindungan Allah, selalu sehat biar bisa temenin Lintang dan Gemintang main yaah :)