karena banyak banget yang udah terjadi di kota ini. ketawa bareng temen-temen, ketawa bareng orang-orang yang pernah bersama kita, berantem, nangis dan dikasih pundak sama temen, ngebut-ngebut sendirian, ke lapang kalo lagi berantakan, diajak ngebut. apa aja. semuanya. ini pasti bakalan bikin kangen.
condong catur, jakal, dan belakangan ini godean yang bikin enek. fe uii, fti uii, ft ugm, fh ugm, nasi goreng, capcaiii, bengkel, aspal ringroad, bau tanah jogja yang kena ujan, lapang futsal, paris, depok, glagah, ngobaran, sundak, krakal, siung, indrayanti, outbond turi, outbond magelang, maskam ugm, ketep pass, daaaan perpuuuuusssss fe gw bakalan kangen banget! taman sari, alkid, prambanan, candi ijo, kalasan, glondong, stadion sultan agung, stadion maguwoharjo, angkring surya, bakmi mas wahyu, magelangan gunung kidul, dan heiiiii bukit bintang! jombor, peha, artemi, mk, zuparela, pasta gio, sate gereja dan semua sate dimana-mana, jalan malioboro, mawar, bakpia, dan oh gw bakalan kangen sama yang namanya tiwul di pasar concat. rujak, jamu, molen nanas, bubur kacang depan SD, bu barokah, sunda, inrani, sambel mz jan, sup dan tempe larisa, penyetan pasar. dan banyak hal konyol disini. ditabrak mobil dari belakang, ditabrak ibu2 di perempatan lampu merah, diteriakin orang item dengan kasarnya di tengah jalan, dan yg juga inget kejadian di lampu merah gejayan itu, bikin senyum deh. kantor kopma, potokopian, pantai kampus, bandara kampus, lapang sorak kampus, waffle, ws. ladies, gw mungkin kangen sama pelukan-pelukan kalian, mungkin pengen mengulangi dicaci sama si profesor, dikasarin sama perempuan hebat yg ada dijajaran maksi, sesekali telat masuk kelas, mungkin pengen juga sesekali lagi deg-deg an semacam kompre atau nungguin kalian kompre, senyum lebar lagi kayak waktu di ulil albab. atau ke sanmor sampe siang, atau ke embung, daaan bu tri yang dipasar, gw bakalan kangen juga mungkin dengan sapaannya kalo lagi jajan disitu.
berasanya kayak gak pernah siap kalo kudu ninggalin jogja, toomuchloveherewithyouguys.
Tampilkan postingan dengan label lari-lari-lari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lari-lari-lari. Tampilkan semua postingan
#whyjogja
hasil dari tangannya:
kartika diah
on Kamis, 12 Juli 2012
Label dan kategori:
choco feat. siera305,
jogja istimewa,
journey,
lari-lari-lari,
mirlos,
urusan hati
/
Comments: (2)
rrrrr
hasil dari tangannya:
kartika diah
on Kamis, 14 Juni 2012
Label dan kategori:
lari-lari-lari,
sok tau
/
Comments: (0)
tidak relevan adalah: kul syariah disuru nilai tulisan orang konsisten atau enggak. setiap pertemuan, bahkan sampai isi ujiannya. balik S1 aja ke metopel! emang kalo kita udah menilai ini tulisan-tulisan konsisten atau enggak, tu penulis bakalan peduli?! kalo selama kuliah isinya begitu, tapi masih ada isi-isi laen yang masuk ke otak, walopun mungkin beberapa pertemuan jumlahnya gak sebanding.
kalau begitu saya bilang: terjadi ke-inkonsistenan antara judul mata kuliah dengan isi kuliah yang anda sampaikan >,<
IPO - Initial Public Offering
hasil dari tangannya:
kartika diah
on Jumat, 16 Desember 2011
Label dan kategori:
lari-lari-lari
/
Comments: (0)
kenapa perusahaan melakukan IPO? karena mereka membutuhkan dana buat kegiatan mereka. sebenernya cara untuk mendapatkan dana tuh bukan cuma IPO ajah, tapi bisa juga dengan berhutang ke bank, asal jangan hutang nyawa yaa kawan-kawan... hahaa #parah ih gw.
nah buat IPO di postingan ini mau coba gw bahas dikit tentang penerbitan sekuritas ekuitas. jadi gini, kalo perusahaan mau menerbitkan sekuritas itu, bisa dua macem. yang satu sekuritas jenis ekuitas dan yang satu lagi sekuritas jenis hutang. misalkan kalo obligasi tuh yang jenis sekuritas hutang. kalo yang sekuritas ekuitas tuh contohnya menerbitkan saham. seperti yang kita tau, ada dua macem, bisa saham biasa dan bisa juga saham preferen.
nah, pertama-pertama perusahan mau nerbitin saham untuk pertama kalinya gimana sih caranya? kalo ini perusahaan baru pertama kali menerbitkan sekuritas, artinya dia udah siap mau go public. biasanya mereka rapat dulu tuh kalo mau ambil kebijakan tersebut, biasanya di RUPS. yang bukan anak akunt juga pasti tau dong itu rapat umum pemegang saham. nah setelah akhirnya ada keputusan buat IPO, terus itu perusahaan daftar ke BAPEPAM. siapa hayooo yang gak tau BAPEPAM? hihiiii itu badan pengawas pasar modal, kalo pengen tau apa tugas BAPEPAM coba cari sendiri yah. aku lanjutin. kalo perusahaan daftar ke BAPEPAM, nanti ada persyaratan yang harus dipenuhi. oh iya, beda loh yah syarat buat terbitin sekuritas ekuitas sama syarat buat terbitin sekuritas jenis hutang. untuk persyaratan ini, silahkan cari dan jangan lupa buat yang perlu data ini, coba cari peraturan yang terbaru tentang persyaratan yang harus dipenuhi. nah, kalo itu persyaratan udah di kasih ke BAPEPAM, nanti mereka yang mereview dll gimana yah prosedur di BAPEPAMnya sendiri juga aku kurang tau. tapi pastinya mereka periksa berkenaan dengan persyaratan termasuk masalah disclosure nya juga. setelah itu perusahaan nunggu kabar tentang disetujui atau tidaknya. kalo dulu sih kalo gak salah, kalo selama 45 hari BAPEPAM gak ngasih kabar, artinya pendaftaran tersebut dinyatakan efektif dan bisa masuk pasar perdana.
biasanya, selama nunggu waktu tersebut, perusahaan bikin yang namanya prospektus. dari namanya udah kebaca dong apa sih prospektus itu? jadi prospektus itu semacam ringkasan mengenai perusahaan, profilnya, ada LK nya, ya itu mereka bikin kegunaannya untuk semacam promosi sama investor pertama, yang mau beli sekuritas mereka di pasar perdana gituuu. nah di pasar perdana ini dilakukan penawaran-penawaran gitu, kalo udah, nanti BEI melakukan rview buat listing. review mengenai disclosure nya, kinerja nya, likuiditasnya, sekuritasnya, kayak gitu, terus kalo udah disetujui baru deh ada fee keluar dari perusahaan. heheee...
nah setelah itu baru tuh namanya masuk ke pasar sekunder. yaudah deh, di pasar sekunder terjadi jual beli deh tuh saham diantara antar investor.
buat yang masih bingung apa sih beda pasar perdana sama pasar sekunder? jadi gini, kalo pasar perdana, tuh terjadi transaksi nya tuh antara si investor langsung sama pemilik nya, kan baru pertama kali diterbitkan tuh saham. gituu... kalo pasar sekunder terjadi transaksinya tuh udah antar investor, pemilik udah gak ikut-ikut lagi. jadi kan tadi pertamanya kan udah dibeli tuh sama investor yang pertama di pasar perdana, nah kalo dia mau jual kan ke investor yang laen gitu udah di pasar sekunder itu berarti.
oh iya, tentang yang namanya penjamin emisi, nanti aja yah dibahasnya, mau mandi dulu nih... hhehe semoga bermanfaat walopun bahasanya tidak seilmiah profesor, ya emang gw bukan profesor, gw cuma investor :D
Indonesia Goes For IFRS
hasil dari tangannya:
kartika diah
on Selasa, 02 Agustus 2011
Label dan kategori:
lari-lari-lari
/
Comments: (0)
IFRS – Internastional Financial Reporting Standards
Upaya untuk memperkuat arsitektur keuangan global dan mencari solusi jangka panjang terhadap kurangnya transparansi informasi keuangan, membuat International Accounting Standard Boards - IASB melakukan percepatan harmonisasi standar Akuntansi internasional khususnya International Financial Reporting Standards – IFRS yang dibuat oleh IASB dan Financial Accounting Standard Boards (Badan Pembuat Standar Akuntansi di Amerika Serikat).
Tujuan IFRS adalah memastikan bahwa laporan keuangan dan laporan keuangan interim perusahaan untuk periode-periode yang dimaksud dalam laporan keuangan tahunan, mengandung informasi berkualitas tinggi yang:
- Transparan bagi para pengguna dan dapat dibandingkan sepanjang periode yang disajikan.
- Menyediakan titik awal yang memadai untuk akuntansi yang berdasarkan pada IFRS.
- Dapat dihasilkan dengan biaya yang tidak melebihi manfaat untuk para pengguna.
RUANG LINGKUP STANDAR:
Standar ini berlaku apabila sebuah perusahaan menerapkan IFRS untuk pertamakalinya melalui suatu pernyataan eksplisit tanpa syarat tentang kesesuaian dengan IFRS. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa laporan keuangan perusahaan yang pertamakalinya berdasarkan IFRS (termasuk laporan keuangan interim untuk periode pelaporan tertentu ) menyediakan titik awal yang memadai dan transparan kepada para pengguna dan dapat dibandingkan sepanjang seluruh periode disajikan.
KONSEP POKOK:
- Tanggal pelaporan (reporting date) adalah tanggal neraca untuk laporam keuangan pertama yang secara eksplisit menyatakan bahwa laporan tersebut sesuai dengan IFRS (sebagai contoh 31 Desember 2006).
- Tanggal transisi (transition date) adalah tanggal neraca awal untuk laporan keuangan komparatif tahun sebelumnya (sebagai contoh 1 Januari 2005, jika tanggal pelaporan adalah 31 Desember 2006).
Pengecualian untuk penerapan retrospektif IFRS terkait dengan hal-hal berikut:
- Penggabungan usaha sebelum tanggal transisi.
- Nilai wajar jumlah penilaian kembali yang dapat dianggap sebagai nilai terpilih.
- Employee benefits.
- Perbedaan kumulatif atas translasi (penjabaran) mata uang asing, muhibah (goodwill), dan penyesuaian nilai wajar.
- Instrumen keuangan, termasuk akuntansi lindung nilai (hedging).
Menurut mantan Menkeu Sri Mulyani, konvergensi akuntansi Indonesia ke IFRS perlu didukung agar Indonesia mendapatkan pengakuan maksimal dari komunitas internasional yang sudah lama menganut standar ini.
Penerapan IFRS ini sendiri secara internasional dilakukan sebagai upaya untuk memperkuat arsitektur keuangan global dan mencari solusi jangka panjang terhadap kurangnya transparansi informasi keuangan.
Menurut Ketua Tim Implementasi IFRS-Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Dudi M Kurniawan, dengan mengadopsi IFRS, Indonesia akan mendapatkan tujuh manfaat sekaligus.
- Meningkatkan kualitas standar akuntansi keuangan (SAK).
- Mengurangi biaya SAK.
- Meningkatkan kredibilitas dan kegunaan laporan keuangan.
- Meningkatkan komparabilitas pelaporan keuangan.
- Meningkatkan transparansi keuangan.
- Menurunkan biaya modal dengan membuka peluang penghimpunan dana melalui pasar modal.
- Meningkatkan efisiensi penyusunan laporan keuangan.
sumber : http://aplikasibisnis.com/blog/2011/06/27/indonesia-goes-for-ifrs/
Penerapan IFRS Efisienkan Penyusunan Laporan Keuangan
hasil dari tangannya:
kartika diah
Label dan kategori:
lari-lari-lari
/
Comments: (0)
Medan (ANTARA News) - Direktur Teknis Ikatan Akuntan Indonesia Ersa Tri Wahyuni menilai, penerapan standar laporan akuntansi internasional atau IFRS ke dalam pernyataan standar akutansi keuangan bermanfaat menciptakan efisiensi penyusunan laporan keuangan.
"Ada beberapa manfaat yang bisa diperoleh dari konvergensi IFRS (International Financial Reporting Standard) ke dalam PSAK (Pernyataan Standar Akutansi Keuangan), di antaranya menciptakan efisiensi penyusunan laporan keuangan," katanya di Medan, Rabu.
Ersa menyatakan hal itu dalam seminar nasional bertajuk Perkembangan Standar Akuntansi Indonesia dan Dampaknya terhadap Bisnis yang digelar seusai pelantikan pengurus Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Sumatera Utara periode 2011-2015 yang diketuai Gus Irawan.
Manfaat lain dari konvergensi IFRS ke dalam PSAK, yakni memudahkan pemahaman atas laporan keuangan dengan penggunaan standar akutansi keuangan yang dikenal secara internasional.
Selain itu, lanjut dia, penerapan IFRS ke dalam PSAK juga efektif menurunkan biaya modal dengan membuka "fund raising" melalui pasar modal secara global.
Bila Indonesia kelak sudah secara penuh mengadopsi IFRS, dia memperkirakan kualitas informasi laporan keuangan di negara ini akan meningkat, termasuk kualitas laporan keuangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Disebutkannya, Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI) telah memulai proses konvergensi itu sejak 2009 dan diharapkan selesai sebelum awal tahun 2012.
Sasaran konvergensi IFRS tahun 2012 adalah merevisi PSAK agar secara material sesuai dengan IFRS versi 1 Januari 2009 yang berlaku efektif 1 Januari 2012.
"IFRS bukan hanya merubah cara perusahaan membuat laporan keuangan, tetapi juga merubah bagaimana perusahaan menjalankan bisnisnya," paparnya.
Untuk menyahuti tuntutan konvergensi IFRS ke dalam PSAK tersebut mutlak dibutuhkan kesiapan dari para praktisi, antara lain akuntan manajemen, akuntan publik, akuntan akademisi dan kesiapan para regulator maupun profesi pendukung lain, seperti penilai dan aktuaris.
Menurut dia, penerapan PSAK berbasis IFRS akan berdampak besar bagi dunia usaha, terutama pada sisi pengambilan kebijakan perusahaan yang didasarkan kepada data-data akuntansi.
Selain berdampak pada sisi akuntansi dan pelaporan keuangan perusahaan, katanya, konvegensi IFRS juga berdampak pada sistem informasi teknologi perusahaan, sumber daya manusia yang terlibat di perusahaan dan berdampak pada sistem organisasi perusahaan.
Untuk memperlancar proses adopsi PSAK, lanjut Ersa, keberhasilan masa transisi adalah kunci utamanya.
Terkait dengan perubahan standar akuntansi keuangan itu, katanya, langkah efektif yang perlu dilakukan perusahaan selama masa transisi adalah membentuk tim adhoc konvergensi IFRS yang bertanggung jawab untuk melakukan persiapan awal dan mengorganisasikan sumber daya.
"Suksesnya penerapan standar akuntansi internasional dalam suatu negara, tidak lepas dari peran pasar modal, otoritas perpajakan dan regulator lainnya," ujar Ersa.
ikatakan, IFRS kini sudah banyak diadopsi PSAK sejumlah negara guna menjawab permintaan investor institusional dan pengguna laporan keuangan lainnya.
Ikatan Akuntan Indonesia pada 23 Desember 2008 telah mendeklarasikan rencana Indonesia untuk melakukan konvergensi IFRS ke dalam PSAK. (ANT197/M034/K004)
Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © 2011
sumber : http://www.antaranews.com/berita/268227/penerapan-ifrs-efisienkan-penyusunan-laporan-keuangan
belajar ifrs mbingungi tenan cuaaaahhhh
hasil dari tangannya:
kartika diah
Label dan kategori:
choco feat. siera305,
lari-lari-lari
/
Comments: (0)
neh keuntungan kalo kita berubah jadi pake IFRS , hehee
a. Memudahkan pemahaman atas laporan keuangan dengan penggunaan Standar
Akuntansi Keuangan yang dikenal secara internasional (enhance comparability).
b Meningkatkan arus investasi global melalui transparansi
c. Menurunkan biaya modal dengan membuka peluang fund raising melalui pasar modal
secara global
d Menciptakan efisiensi penyusunan laporan keuangan
e. Meningkatkan kualitas laporan keuangan, dengan antara lain, mengurangi kesempatan
untuk melakukan earning management
1 Reklasifikasi antar kelompok surat berharga (securities) dibatasi
cenderung dilarang
2 Reklasifikasi dari dan ke FVTPL, DILARANG
3 Reklasifikasi dari L&R ke AFS, DILARANG
4. Tidak ada lagi extraordinary items
nah yang paling gw ngarti yang item pos luar biasa itu loh, hahaa
Membuat perubahan ke IFRS, artinya anda sedang mengadopsi bahasa pelaporan keuangan global, yang akan membuat perusahaan (business) anda bisa dimengerti oleh global market (pasar dunia). Thus, jika kinerja perusahaan anda memang memiliki nilai jual yang pantas, maka poptensi trade yang dihasilkan logikanya akan lebih bagus dibandingkan ketika perusahaan anda belum mengadopsi IFRS dalam pembuatan laporan keuangannya. The big-5 accounting firm mostly mengatakan bahwa banyak dari perusahaan-perusahaan yang telah mengadopsi IFRS mengalami kemajuan yang significant dalam rangka memenuhi maksud mereka memasuki pasar modal dunia (global).
a. Memudahkan pemahaman atas laporan keuangan dengan penggunaan Standar
Akuntansi Keuangan yang dikenal secara internasional (enhance comparability).
b Meningkatkan arus investasi global melalui transparansi
c. Menurunkan biaya modal dengan membuka peluang fund raising melalui pasar modal
secara global
d Menciptakan efisiensi penyusunan laporan keuangan
e. Meningkatkan kualitas laporan keuangan, dengan antara lain, mengurangi kesempatan
untuk melakukan earning management
1 Reklasifikasi antar kelompok surat berharga (securities) dibatasi
cenderung dilarang
2 Reklasifikasi dari dan ke FVTPL, DILARANG
3 Reklasifikasi dari L&R ke AFS, DILARANG
4. Tidak ada lagi extraordinary items
nah yang paling gw ngarti yang item pos luar biasa itu loh, hahaa
untuk sesama manusia : anggap amanah bukan beban
hasil dari tangannya:
kartika diah
on Minggu, 08 Mei 2011
Label dan kategori:
lari-lari-lari
/
Comments: (0)
ya ampun udah lama gak liat traffic blog gua, tadi baru liat statistiknyaa, dan hasilnya adalah :
kalo diliat sih, postingan yang paling banyak kunjungannya tuh yang judul variabel moderasi ituh yaaa. astaghfirullah maaf yaa aku lalai ternyata kalo gak salah yang judul itu malah belum selesai tuh tulisannya.. padahal mungkin lumayan banyak yang baca. terus lanjutnya yang agak banyak diliat tuh yang laporan kkn itu yaa. itu jujur ajah aku laporannya nyontek punya ichtiar (zzzzzzzz gak tau tuh orang kmana deh sekarang). tapi biarpun nyontek, aku baca dulu kok. jadi sekarang kalo aku pikir lagi, ini blog kebanyakan isinya sampah doang yaaaaaaaaaa................... yah nanti saya coba selesein yang tentang variabel interveningnya deh, abisnya agak rumit juga kalo tentang variabel intervening. heheee terus itu yang judul "senyum, ketawa, nangis, tau ini semua" kok ada yang liat yaaa, sungguh memalukaaaaaaaaan! hikz, maaf yaa orang-orang.. kalo pada saat buka blog ini ya mungkin karena pada gak sengaja (mana ada yang sengaja buka) terus menemukan banyak sampah dan atau yang mudharat, ditinggalkan saja gpp kok :D
hasil dari tangannya:
kartika diah
on Jumat, 25 Februari 2011
Label dan kategori:
lari-lari-lari
/
Comments: (5)
kok hujan? kok langit nangis? padahal aku udah berenti nangissssssssss, gara-gara:
ini kartu ujian sidang skripsi yang paling kereeeeeeeeeeeeennn!!!!!!!!!!
mana ada tuh anak bego kayak aku yang ujiannya diundur..
semoga temen-temen nasipnya gak kayak aku yaa :D
love you!
variabel moderasi (moderating variable) VS variabel intervensi (intervening variable)
hasil dari tangannya:
kartika diah
on Jumat, 11 Februari 2011
Label dan kategori:
lari-lari-lari
/
Comments: (22)
variabel moderasi dan variabel intervensi adalah dua variabel yang berbeda. kalo moderasi, itu variabel yang bisa memperkuat hubungan variabel independen dan variabel dependen. nah beda sama moderasi, kalo variabel intervensi tuh ya semacem variabel perantara atau berfungsi sebagai mediator. jadi misalkan gini, variabel independen berpengaruh secara tidak langsung melalui CSR disclosure terhadap variabel dependen. nah, CSR disclosure itu sebagai variabel interveningnya. dari pengertiannya aja, udah beda kan. dan udah pasti gambar modelnya juga beda, contohnya kayak gini :
- variabel moderasi
- variabel intervening
nah, kalo udah liat modelnya, udah lebih jelas kan? jangan sampe kebalik dah tuh antara moderasi dan intervensi. kalo kebalik, ntar bisa-bisa kayak gw deh, ngulangin lagi tuh ngolah datanya, yang otomatis juga bab 3 nya dirubah juga. hiks huks, kapan gw lulusnyaaaaaaaaa. dan yang agak bikin gw bete adalah, yang menyebabkan itu kebalik tuh bukan gw. jadi gini, awalnya gw udah bener tuh, eh dosen pembimbing gw bilang salah, yaudah gw manut aja. eh pas gw udah olah data, baru ketauan deh kalo ternyata kebalik. yasudaaaaaaaaaahhhhhhhhh gw kerja keras lagi deh. gapapa, kan belajar. oh iya, cara ngujinya juga beda loh.
- menguji yang ada var moderasinya
misalkan judulnya gini: pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen dengan CSR disclosure sebagai variabel moderasi. nah, kalo mau tau seberapa besar pengaruhnya, kan kita pake regresi, tapi sebelum diregresiin, kita kali kan dulu tuh variabel independen sama var CSR disclosure nya. banyak orang bilang, di kali kan nya diluar spss ajah. tapi yang lebih akurat, ne gw baca bukunya prof. Imam Ghozali, itu di kali kan nya di dalem spss. caranya kayak gini langkah spss nya: klik transform > compute variebel > trus lo masukin deh tuh perkaliannya disitu. tapi sori nih, gak pake gambar coz gw juga lagi buru-buru gituuuuu. nah setelah itu akan muncul tuh hasil perkaliannya, baru deh ntar lo regresiin, kalo pake spss itu ntar langkahnya analyze > regression > linier nah abis itu lo masukin deh tuh variabel dependen ke kolom yang dependen, trus variabel independen sama variabel yang hasil perkalian nya juga lo masukin ke kolom yang independen. jangan lupa, methodnya lo pake yang enter. yaudah, lo klik oke, trus muncul deh hasilnya. buat cara bacanya, gw yakin udah pada bisa. coz kalo udah maju penelitian alias skripsi, pasti udah lulus statistik, jadi pasti udah pada tau. oke?
- menguji yang ada var intervensinya
buat yang menguji intervening ntar dulu yah, bersambung dulu, coz lagi buru-buru nih gw.. see yaaaa
menangis = membuang waktu
hasil dari tangannya:
kartika diah
on Selasa, 08 Februari 2011
Label dan kategori:
lari-lari-lari
/
Comments: (2)
QS alhadid 22-23
"Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri."
ya. aku menyerah. pada tinta kering diatas lauhful mahfudz. sebertahannya aku diterjagaku kala siang dan malam, aku tetaplah lemah. tak mungkin dapat merubah tinta kering itu. ayah bilang, hanya butuh berjuang dan sabar. iya. aku harus menempatkan sabar, sejajar dengan berjuang, agar mereka senantiasa berjalan beriringan. dan karena sesungguhnya Allah selalu bersama niat baik, Allah selalu bersama orang-orang yang sabar, Allah ada bersama ditiap langkah jihad seorang anak. Allah yang bakalan meredamkan kecamuknya hati ini, Allah yang akan tetap dengan dekat saat aku merasa perih ditengah usahaku, saat aku menangis karena lemahku.
tapi jika memang menangis itu membuang waktu, maka kuhentikan sekarang juga. demi kalian.
tema dan item pengungkapan CSR berdasar standar GRI
hasil dari tangannya:
kartika diah
on Jumat, 10 Desember 2010
Label dan kategori:
lari-lari-lari
/
Comments: (39)
GRI (Global Reporting Intiative) merupakan sebuah jaringan berbasis organisasi yang telah mempelopori perkembangan dunia, paling banyak menggunakan kerangka laporan keberlanjutan dan berkomitmen untuk terus-menerus melakukan perbaikan dan penerapan di seluruh dunia.
Tiga fokus pengungkapan GRI, antara lain:
1. Indikator Kinerja Ekonomi (economic performance indicator), terdiri dari 9 item
2. Indikator Kinerja Lingkungan (environment performance indicator), 30 item
3. Indikator Kinerja Sosial (social performance indicator) 40 item, terdiri dari:
- Tenaga Kerja (labor practices and decent work)
- Hak Asasi Manusia (human rights performance )
- Sosial (Society)
- Tanggung jawab Produk (product responsibility performance)
Indikator Kinerja Ekonomi
Aspek: Kinerja Ekonomi
EC1 Perolehan dan distribusi nilai ekonomi langsung, meliputi pendapatan, biaya operasi, imbal jasa karyawan, donasi, dan investasi komunitas lainnya, laba ditahan, dan pembayaran kepada penyandang dana serta pemerintah.
EC2 Implikasi finansial dan risiko lainnya akibat perubahan iklim serta peluangnya bagi aktivitas organisasi.
EC3 Jaminan kewajiban organisasi terhadap program imbalan pasti.
EC4 Bantuan finansial yang signifikan dari pemerintah.
Aspek : Kehadiran Pasar
EC5 Rentang rasio standar upah terendah dibandingkan dengan upah minimum setempat pada lokasi operasi yang signifikan.
EC6 Kebijakan, praktek, dan proporsi pengeluaran untuk pemasok lokal pada lokasi operasi yang signifikan.
EC7 Prosedur penerimaan pegawai lokal dan proporsi manajemen senior lokal yang dipekerjakan pada lokasi operasi yang signifikan.
Aspek: Dampak Ekonomi Tidak Langsung
EC8 Pembangunan dan dampak dari investasi infrastruktur serta jasa yang diberikan untuk kepentingan publik secara komersial, natura, atau pro bono.
EC9 Pemahaman dan penjelasan dampak ekonomi tidak langsung yang signifikan, termasuk seberapa luas dampaknya.
Indikator Kinerja Lingkungan
Aspek: Material
EN1 Penggunaan Bahan; diperinci berdasarkan berat atau volume
EN2 Persentase Penggunaan Bahan Daur Ulang
Aspek: Energi
EN3 Penggunaan Energi Langsung dari Sumberdaya Energi Primer
EN4 Pemakaian Energi Tidak Langsung berdasarkan Sumber Primer
EN5 Penghematan Energi melalui Konservasi dan Peningkatan Efisiensi
EN6 Inisiatif untuk mendapatkan produk dan jasa berbasis energi efisien atau energi yang dapat diperbarui, serta pengurangan persyaratan kebutuhan energi sebagai akibat dari inisiatif tersebut.
EN7 Inisiatif untuk mengurangi konsumsi energi tidak langsung dan pengurangan yang dicapai
Aspek: Air
EN8 Total pengambilan air per sumber
EN9 Sumber air yang terpengaruh secara signifikan akibat pengambilan air
EN10 Persentase dan total volume air yang digunakan kembali dan didaur ulang
Aspek Biodiversitas (Keanekaragaman Hayati)
EN11 Lokasi dan Ukuran Tanah yang dimiliki, disewa, dikelola oleh organisasi pelapor yang berlokasi di dalam, atau yang berdekatan dengan daerah yang diproteksi (dilindungi?) atau daerah-daerah yang memiliki nilai keanekaragaman hayati yang tinggi di luar daerah yang diproteksi
EN12 Uraian atas berbagai dampak signifikan yang diakibatkan oleh aktivitas, produk, dan jasa organisasi pelapor terhadap keanekaragaman hayati di daerah yang diproteksi (dilindungi) dan di daerah yang memiliki keanekaragaman hayati bernilai tinggi di luar daerah yang diproteksi (dilindungi)
EN13 Perlindungan dan Pemulihan Habitat
EN14 Strategi, tindakan, dan rencana mendatang untuk mengelola dampak terhadap keanekaragaman hayati
EN15 Jumlah spesies berdasarkan tingkat risiko kepunahan yang masuk dalam Daftar Merah IUCN (IUCN Red List Species) dan yang masuk dalam daftar konservasi nasional dengan habitat di daerah-daerah yang terkena dampak operasi
Aspek: Emisi, Efluen dan Limbah
EN16 Jumlah emisi gas rumah kaca yang sifatnya langsung maupun tidak langsung dirinci berdasarkan berat
EN17 Emisi gas rumah kaca tidak langsung lainnya diperinci berdasarkan berat
EN18 Inisiatif untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan pencapaiannya
EN19 Emisi bahan kimia yang merusak lapisan ozon (ozone-depleting substances/ODS) diperinci berdasarkan berat
EN20 NOx, SOx dan emisi udara signifikan lainnya yang diperinci berdasarkan jenis dan berat
EN21 Jumlah buangan air menurut kualitas dan tujuan
EN22 Jumlah berat limbah menurut jenis dan metode pembuangan
EN23 Jumlah dan volume tumpahan yang signifikan
EN24 Berat limbah yang diangkut, diimpor, diekspor, atau diolah yang dianggap berbahaya menurut Lampiran Konvensi Basel I, II, III dan VIII, dan persentase limbah yang diangkut secara internasional.
EN25 Identitas, ukuran, status proteksi dan nilai keanekaragaman hayati badan air serta habitat terkait yang secara signifikan dipengaruhi oleh pembuangan dan limpasan air organisasi pelapor.
Aspek: Produk dan Jasa
EN26 Inisiatif untuk mengurangi dampak lingkungan produk dan jasa dan sejauh mana dampak pengurangan tersebut.
EN27 Persentase produk terjual dan bahan kemasannya yang ditarik menurut kategori.
Aspek: Kepatuhan
EN28 Nilai Moneter Denda yang signifikan dan jumlah sanksi nonmoneter atas pelanggaran terhadap hukum dan regulasi lingkungan.
Aspek: Pengangkutan/Transportasi
EN29 Dampak lingkungan yang signifikan akibat pemindahan produk dan barang-barang lain serta material yang digunakan untuk operasi perusahaan, dan tenaga kerja yang memindahkan.
Aspek: Menyeluruh
EN30 Jumlah pengeluaran untuk proteksi dan investasi lingkungan menurut jenis.
Praktek Tenaga Kerja dan Pekerjaan yang Layak
Aspek: Pekerjaan
LA1 Jumlah angkatan kerja menurut jenis pekerjaan, kontrak pekerjaan, dan wilayah.
LA2 Jumlah dan tingkat perputaran karyawan menurut kelompok usia, jenis kelamin, dan wilayah.
LA3 Manfaat yang disediakan bagi karyawan tetap (purna waktu) yang tidak disediakan bagi karyawan tidak tetap (paruh waktu) menurut kegiatan pokoknya.
Aspek: Tenaga kerja / Hubungan Manajemen
LA4 Persentase karyawan yang dilindungi perjanjian tawar-menawar kolektif tersebut.
LA5 Masa pemberitahuan minimal tentang perubahan kegiatan penting, termasuk apakah hal itu dijelaskan dalam perjanjian kolektif tersebut.
Aspek: Kesehatan dan Keselamatan Jabatan
LA6 Persentase jumlah angkatan kerja yang resmi diwakili dalam panitia Kesehatan dan Keselamatan antara manajemen dan pekerja yang membantu memantau dan memberi nasihat untuk program keselamatan dan kesehatan jabatan.
LA7 Tingkat kecelakaan fisik, penyakit karena jabatan, hari-hari yang hilang, dan ketidakhadiran, dan jumlah kematian karena pekerjaan menurut wilayah.
LA8 Program pendidikan, pelatihan, penyuluhan/bimbingan, pencegahan, pengendalian risiko setempat untuk membantu para karyawan, anggota keluarga dan anggota masyarakat, mengenai penyakit berat/berbahaya.
LA9 Masalah kesehatan dan keselamatan yang tercakup dalam perjanjian resmi dengan serikat karyawan.
Aspek: Pelatihan dan Pendidikan
LA10 Rata-rata jam pelatihan tiap tahun tiap karyawan menurut kategori/kelompok karyawan.
LA11 Program untuk pengaturan keterampilan dan pembelajaran sepanjang hayat yang menujang kelangsungan pekerjaan karyawan dan membantu mereka dalam mengatur akhir karier.
LA12 Persentase karyawan yang menerima peninjauan kinerja dan pengembangan karier secara teratur.
Aspek: Keberagaman dan Kesempatan Setara
LA13 Komposisi badan pengelola/penguasa dan perin cian karya¬wan tiap kategori/kelompok menurut jenis kelamin, kelompok usia, keanggotaan kelom pok minoritas, dan keanekaragaman indikator lain.
LA14 Perbandingan/rasio gaji dasar pria terhadap wanita menurut kelompok/kategori karyawan.
Hak Asasi Manusia
Aspek : Praktek Investasi dan Pengadaan
HR1 Persentase dan jumlah perjanjian investasi signifikan yang memuat klausul HAM atau telah menjalani proses skrining/ filtrasi terkait dengan aspek hak asasi manusia.
HR2 Persentase pemasok dan kontraktor signifikan yang telah menjalani proses skrining/ filtrasi atas aspek HAM
HR3 Jumlah waktu pelatihan bagi karyawan dalam hal mengenai kebijakan dan serta prosedur terkait dengan aspek HAM yang relevan dengan kegiatan organisasi, termasuk persentase karyawan yang telah menjalani pelatihan.
Aspek: Nondiskriminasi
HR4 Jumlah kasus diskriminasi yang terjadi dan tindakan yang diambil/dilakukan.
Aspek: Kebebasan Berserikat dan Berunding Bersama Berkumpul
HR5 Segala kegiatan berserikat dan berkumpul yang diteridentifikasi dapat menimbulkan risiko yang signifikan serta tindakan yang diambil untuk mendukung hak-hak tersebut.
Aspek: Pekerja Anak
HR6 Kegiatan yang identifikasi mengandung risiko yang signifikan dapat menimbulkan terjadinya kasus pekerja anak, dan langkah-langkah yang diambil untuk mendukung upaya penghapusan pekerja anak.
Aspek: Kerja Paksa dan Kerja Wajib
HR7 Kegiatan yang teridentifikasi mengandung risiko yang signifikan dapat menimbulkan kasus kerja paksa atau kerja wajib, dan langkah-langkah yang telah diambil untuk mendukung upaya penghapusan kerja paksa atau kerja wajib.
Aspek: Praktek/Tindakan Pengamanan
HR8 Persentase personel penjaga keamanan yang ter latih dalam hal kebijakan dan prosedur organisasi terkait dengan aspek HAM yang relevan dengan kegiatan organisasi
Aspek: Hak Penduduk Asli
HR9 Jumlah kasus pelanggaran yang terkait dengan hak penduduk asli dan langkah-langkah yang diambil.
Masyarakat/ Sosial
Aspek: Komunitas
S01 Sifat dasar, ruang lingkup, dan keefektifan setiap program dan praktek yang dilakukan untuk menilai dan mengelola dampak operasi terhadap masyarakat, baik pada saat memulai, pada saat beroperasi, dan pada saat mengakhiri.
Aspek: Korupsi
S02 Persentase dan jumlah unit usaha yang memiliki risiko terhadap korupsi.
S03 Persentase pegawai yang dilatih dalam kebijakan dan prosedur antikorupsi.
S04 Tindakan yang diambil dalam menanggapi keja dian korupsi.
Aspek: Kebijakan Publik
S05 Kedudukan kebijakan publik dan partisipasi dalam proses melobi dan pembuatan kebijakan publik.
S06 Nilai kontribusi finansial dan natura kepada partai politik, politisi, dan institusi terkait berdasarkan negara di mana perusahaan beroperasi.
Aspek: Kelakuan Tidak Bersaing
S07 Jumlah tindakan hukum terhadap pelanggaran ketentuan antipersaingan, anti-trust, dan praktek monopoli serta sanksinya.
Aspek: Kepatuhan
S08 Nilai uang dari denda signifikan dan jumlah sanksi nonmoneter untuk pelanggaran hukum dan pera turan yang dilakukan.
Tanggung Jawab Produk
Aspek: Kesehatan dan Keamanan Pelanggan
PR1 Tahapan daur hidup di mana dampak produk dan jasa yang menyangkut kesehatan dan keamanan dinilai untuk penyempurnaan, dan persentase dari kategori produk dan jasa yang penting yang harus mengikuti prosedur tersebut
PR2 Jumlah pelanggaran terhadap peraturan dan etika mengenai dampak kesehatan dan keselamatan suatu produk dan jasa selama daur hidup, per produk.
Aspek: Pemasangan Label bagi Produk dan Jasa
PR3 Jenis informasi produk dan jasa yang dipersyaratkan oleh prosedur dan persentase produk dan jasa yang signifikan yang terkait dengan informasi yang dipersyaratkan tersebut.
PR4 Jumlah pelanggaran peraturan dan voluntary codes mengenai penyediaan informasi produk dan jasa serta pemberian label, per produk.
PR5 Praktek yang berkaitan dengan kepuasan pelanggan termasuk hasil survei yang mengukur kepuasaan pelanggan.
Aspek: Komunikasi Pemasaran
PR6 Program-program untuk ketaatan pada hukum, standar dan voluntary codes yang terkait dengan komunikasi pemasaran, termasuk periklanan, promosi, dan sponsorship.
PR7 Jumlah pelanggaran peraturan dan voluntary codes sukarela mengenai komunikasi pemasaran termasuk periklanan, promosi, dan sponsorship, menurut produknya.
Aspek: Keleluasaan Pribadi (privacy) Pelanggan
PR8 Jumlah keseluruhan dari pengaduan yang berdasar mengenai pelanggaran keleluasaan pribadi (privacy) pelanggan dan hilangnya data pelanggan
Aspek: Kepatuhan
PR9 Nilai moneter dari denda pelanggaran hukum dan peraturan mengenai pengadaan dan penggunaan produk dan jasa
berikut ini sumber dari situs resminya silahkan klik disini
marii belajar.. hehe
gak takut, gak capek
hasil dari tangannya:
kartika diah
on Minggu, 28 November 2010
Label dan kategori:
lari-lari-lari
/
Comments: (0)
aku taw, saat nanti ini berakhir, pasti akan terasa manis, akan terasa indah sekali, terasa puas.
aku ingin ini mudah bagiku, sama seperti mudah bagi orang lain. karena proses tuh bukanlah tanpa hambatan, aku mengerti maka aku harus bisa.
baiklah, mari kita bertempur, pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan dengan corporate social responsibility disclosure sebagai moderating variable! suatu hari aku akan menaklukkanmu!
materi garis besar Teori Akuntansi
hasil dari tangannya:
kartika diah
on Selasa, 24 Agustus 2010
Label dan kategori:
lari-lari-lari
/
Comments: (0)
contoh proposal permohonan dana untuk kkn
hasil dari tangannya:
kartika diah
on Selasa, 13 Juli 2010
Label dan kategori:
lari-lari-lari,
sok tau
/
Comments: (0)
ini aku aplot contoh proposal permohonan dana untuk yang mau cari dana untuk kegiatan KKN nya, buat pengabdian ke masyarakat gitu.. hhehhehehe, semoga bisa dijadikan sebagai salah satu referensi ya.. semoga bermanfaat.. semangattttt!!!!
Contoh Proposal an Dana Untuk KKN
Contoh Proposal an Dana Untuk KKN



