aku sedang berlari
maka jangan kau kejar
bukan karena sia-sia
tapi karena aku tak akan pernah berhenti berlari
that i told u, karena aku gak akan lelah tuk berlari.
:-*
hasil dari tangannya:
kartika diah
on Kamis, 25 Februari 2010
bapak, pagi ini tita kangen sama bapak..
sehat2 dsana yaa..
love you,
.
.
sehat2 dsana yaa..
love you,
.
.
tak akan kutinggalkan menulis
hasil dari tangannya:
kartika diah
on Rabu, 17 Februari 2010
Aku gak pandai menulis. Sungguh semua bukan bernilai tinggi apalagi berarti bagi banyak orang.
Ini hanyalah kejujuran hati yang disampaikan oleh tarian jariku.
Hei huruf, apa kalian tau kenapa aku terus ingin mengaduk-aduk kalian?
Hei kalimat, apa kalian tau kenapa aku ingin terus memposisikan kalian pada posisi tepat?
Hei paragraf, apa kalian tak heran kenapa mereka berkata: "ayolah mik, di jilid aja!"
Dan hei judul, apa kalian tau bahwa sejatinya aku tak pernah merasa pantas tinta hatiku ini dibaca orang.
.
.
.
.
Ini hanyalah kejujuran hati yang disampaikan oleh tarian jariku.
Hei huruf, apa kalian tau kenapa aku terus ingin mengaduk-aduk kalian?
Hei kalimat, apa kalian tau kenapa aku ingin terus memposisikan kalian pada posisi tepat?
Hei paragraf, apa kalian tak heran kenapa mereka berkata: "ayolah mik, di jilid aja!"
Dan hei judul, apa kalian tau bahwa sejatinya aku tak pernah merasa pantas tinta hatiku ini dibaca orang.
.
.
.
.
s e b e l a s
aku melihat sebuah kejujuran saat melihatnya bermain bola. aku melihat kepolosan. aku melihat tak ada secuil pun aktivitas jaga image.
lihatlah!
aku nyata masih ingat bagaimana saat ia menggiring bola, merebut bola, berlari menahan lawan, melompat menjemput bola, dan semuanya.
ya, aku melihat kejujuran.
dan bukan tak pernah aku melihat kebohongan. kebohongan besar saat ia memutuskan keluar dari tim. dan kejujuran tak terkira saat teman-teman satu tim meminta kaptennya kembali.
kecuali coach! ya, ia tak pernah meminta kapten kembali. rumput lapang hampir kehabisan akal bertanya-tanya apa yang coach pikirkan hingga tak ingin kembali memanggil kapten. tapi angin lalu membisikinya bahwa coach sedang berusaha menghargai sebuah keputusan.
tapi aku yang tetap dengan jujur, marah dengan keputusan bodohnya.
.
.
.
.
lihatlah!
aku nyata masih ingat bagaimana saat ia menggiring bola, merebut bola, berlari menahan lawan, melompat menjemput bola, dan semuanya.
ya, aku melihat kejujuran.
dan bukan tak pernah aku melihat kebohongan. kebohongan besar saat ia memutuskan keluar dari tim. dan kejujuran tak terkira saat teman-teman satu tim meminta kaptennya kembali.
kecuali coach! ya, ia tak pernah meminta kapten kembali. rumput lapang hampir kehabisan akal bertanya-tanya apa yang coach pikirkan hingga tak ingin kembali memanggil kapten. tapi angin lalu membisikinya bahwa coach sedang berusaha menghargai sebuah keputusan.
tapi aku yang tetap dengan jujur, marah dengan keputusan bodohnya.
.
.
.
.
bukan kangen. cuma teringat akan sesuatu
sungguh.
aku tak sedang membunuh rasa.
dan sungguh.
aku sedang menahan rasa.
.
.
.
.
aku tak sedang membunuh rasa.
dan sungguh.
aku sedang menahan rasa.
.
.
.
.
akan menikah
kalau saja bisa menikahi seseorang adalah menikahi sifatnya, menikahi kecerdasannya, menikahi pemikirannya.
dan semoga kelak, saat ada seseorang menikahi aku adalah karena hatinya.
.
.
.
.
dan semoga kelak, saat ada seseorang menikahi aku adalah karena hatinya.
.
.
.
.
alergi dan terapi
hasil dari tangannya:
kartika diah
on Sabtu, 30 Januari 2010
barusan baru aja selesai tes alergi.. awalnya dulu ituu karena waktu dalam bis di perjalanan pulang dari Yogyakarta (tempat kuliah) ke cikampek (rumah ortu, maklum belum punya rumah sendiri, hehe). jadi kalo naek bis kan suka dapet snack, salah satu snacknya itu DONAT. biasanya, jarang banget aku mau makan snack yang didapet dari bis gitu. tapi waktu udah malem dan gak tau kenapa jadi iseng makan tu donat. rasanya gak lembut, maklumlah mungkin biar biaya produksinya gak terlalu tinggi.
terus setelah kira-kira satu atau dua jam, tepatnya jam setengah dua belas malam, kok aku ngerasa gatel-gatel di paha aku. karena pakai celana jeans, jadi agak susah garuknya. akhirnya aku santai aja, aku cuekin dan berniat tidur. tapi setelah lama, dibiarin, kok gak ilang-ilang tuh gatel, malah tambah ada gatel dilengan juga. aku sih curiganya jangan-jangan digigit semut trus jadi bentol-bentol. aku tetep cuek dan berusaha tidur. baru setelah sampai di rumah, waktu itu pukul 04.30AM aku langsung buka baju, niatnya sih maw balur yang gatel pake minyak kayu putih. setelah diliat, kok bentolnya agak besar (kayak digigit semut) dan merah gitu.. aku masih biasa ajaa, tapi setelah beberapa jam kok makin banyak dan menyebar ke seluruh tubuh, yaudah akhirnya kedokter!!!!
pertama sih ke dokter pertama yg deket rumah, disuntik. trus besoknya gak berubah kondisi aku. jadinya ke klinik yang agak jauh dari rumah, malah disuntik dua kali, dikasih obat juga. setelah dua hari tetep gak membaik, dan selama dua hari itu, udah dicoba berbagai obat. obat cina juga dicoba. sampe akhirnya kok malah kayak timbul darah dibalik kulit aku. dan seluruh tubuh, jadi serem banget deh udah kayak monster aja pokoknya. nah, balik lagi ke dokter yg deket rumah, trus konsultasi begini dan bigitu, ceritain riwayat sakitnya. baru dokternya dapet penerangan, setelah aku bilang punya penyakit ashma. trus sama tu dokter aku disuruh ke dokter kulit, temennya dia. katanya sih aku alergi bahan pengembang yang disebabkan karena aku punya ashma. pergilah aku kesana. dan tau apa yang terjadi?? aku disuntuik lagi.!!!! dikasih resep obat+bedak yg lumayan (mahal) harganya. dan ternyata emang manjur, aku sembuh deh!!
barusan aku tes alergi, ternyata banyak banget:
alergi hirup: debu mix, asap rokok, bulu hamster, serbuk sari jagung, serbuk sari rumput, serpihan kulit manusia.
alergi makanan :BERAS (yang artinya, sebenernya aku gak bole makan nasi), susu sapi (setelah tau ini, aku ngerasa tersiksa, karena aku suka banget sama susu), telur ayam (padahal aku gak terlalu suka ayam, daging, ikan, jeroan, jadi bisa dibayangkan, aku makan lauk apa?), kepiting, kerang (untungnya aku gak suka), MSG, dingin (pantes kalo kedinginan aku jadi sesek napas).
barusan dokternya bilang, kalo mau diterapi, ........
::::bersambung aja:::::
hehee, ini aku lanjutkan ceriteranya. jadi, kalo mau diterapi, biayanya lumayan juga. satu kali datang terapi sekitar 150,000. padahal satu jenis alergi ituuu bobotnya bisa sampe tiga, yang artinya di terapinya tiga kali untuk satu jenis alergi tersebut. tapi dalam dunia kedokteran, rata-rata 90% alergi bisa hilang dan jadi sembuh. tapi sampe sekarang aku belum terapi. hehee
mengenai treatment nya, klik disini untuk tau lebih lanjut..
atau bisa klik disini untuk tau lebih lanjut mengenai bio-e, yaitu bioresonansi yang bisa menyembuhkan alergi.
terus setelah kira-kira satu atau dua jam, tepatnya jam setengah dua belas malam, kok aku ngerasa gatel-gatel di paha aku. karena pakai celana jeans, jadi agak susah garuknya. akhirnya aku santai aja, aku cuekin dan berniat tidur. tapi setelah lama, dibiarin, kok gak ilang-ilang tuh gatel, malah tambah ada gatel dilengan juga. aku sih curiganya jangan-jangan digigit semut trus jadi bentol-bentol. aku tetep cuek dan berusaha tidur. baru setelah sampai di rumah, waktu itu pukul 04.30AM aku langsung buka baju, niatnya sih maw balur yang gatel pake minyak kayu putih. setelah diliat, kok bentolnya agak besar (kayak digigit semut) dan merah gitu.. aku masih biasa ajaa, tapi setelah beberapa jam kok makin banyak dan menyebar ke seluruh tubuh, yaudah akhirnya kedokter!!!!
pertama sih ke dokter pertama yg deket rumah, disuntik. trus besoknya gak berubah kondisi aku. jadinya ke klinik yang agak jauh dari rumah, malah disuntik dua kali, dikasih obat juga. setelah dua hari tetep gak membaik, dan selama dua hari itu, udah dicoba berbagai obat. obat cina juga dicoba. sampe akhirnya kok malah kayak timbul darah dibalik kulit aku. dan seluruh tubuh, jadi serem banget deh udah kayak monster aja pokoknya. nah, balik lagi ke dokter yg deket rumah, trus konsultasi begini dan bigitu, ceritain riwayat sakitnya. baru dokternya dapet penerangan, setelah aku bilang punya penyakit ashma. trus sama tu dokter aku disuruh ke dokter kulit, temennya dia. katanya sih aku alergi bahan pengembang yang disebabkan karena aku punya ashma. pergilah aku kesana. dan tau apa yang terjadi?? aku disuntuik lagi.!!!! dikasih resep obat+bedak yg lumayan (mahal) harganya. dan ternyata emang manjur, aku sembuh deh!!
barusan aku tes alergi, ternyata banyak banget:
alergi hirup: debu mix, asap rokok, bulu hamster, serbuk sari jagung, serbuk sari rumput, serpihan kulit manusia.
alergi makanan :BERAS (yang artinya, sebenernya aku gak bole makan nasi), susu sapi (setelah tau ini, aku ngerasa tersiksa, karena aku suka banget sama susu), telur ayam (padahal aku gak terlalu suka ayam, daging, ikan, jeroan, jadi bisa dibayangkan, aku makan lauk apa?), kepiting, kerang (untungnya aku gak suka), MSG, dingin (pantes kalo kedinginan aku jadi sesek napas).
barusan dokternya bilang, kalo mau diterapi, ........
::::bersambung aja:::::
hehee, ini aku lanjutkan ceriteranya. jadi, kalo mau diterapi, biayanya lumayan juga. satu kali datang terapi sekitar 150,000. padahal satu jenis alergi ituuu bobotnya bisa sampe tiga, yang artinya di terapinya tiga kali untuk satu jenis alergi tersebut. tapi dalam dunia kedokteran, rata-rata 90% alergi bisa hilang dan jadi sembuh. tapi sampe sekarang aku belum terapi. hehee
mengenai treatment nya, klik disini untuk tau lebih lanjut..
atau bisa klik disini untuk tau lebih lanjut mengenai bio-e, yaitu bioresonansi yang bisa menyembuhkan alergi.
bikinan Raditya Dika
hasil dari tangannya:
kartika diah
on Jumat, 18 Desember 2009
tadi googling raditya dika, truz nemu tulisan ini, gag taw kenapa gw suka. natural banget gituu.. ini sama sekali gak berniat untuk melakukan tindakan plagiatisme, karena gw suka sama tulisannya raditya dika (baca: kambing) dan pengen juga kalian yang baca blog gw juga baca tulisan dia. gw hanya ingin share tentang salah satu tulisan yang gw suka, karya penulis muda.
baca nih yaa :
Kepada kamu,
Dengan penuh kebencian.
Aku benci jatuh cinta. Aku benci merasa senang bertemu lagi dengan kamu, tersenyum malu-malu, dan menebak-nebak, selalu menebak-nebak. Aku benci deg-degan menunggu kamu online. Dan di saat kamu muncul, aku akan tiduran tengkurap, bantal di bawah dagu, lalu berpikir, tersenyum, dan berusaha mencari kalimat-kalimat lucu agar kamu, di seberang sana, bisa tertawa. Karena, kata orang, cara mudah membuat orang suka denganmu adalah dengan membuatnya tertawa. Mudah-mudahan itu benar.
Aku benci terkejut melihat SMS kamu nongol di inbox-ku dan aku benci kenapa aku harus memakan waktu begitu lama untuk membalasnya, menghapusnya, memikirkan kata demi kata. Aku benci ketika jatuh cinta, semua detail yang aku ucapkan, katakan, kirimkan, tuliskan ke kamu menjadi penting, seolah-olah harus tanpa cacat, atau aku bisa jadi kehilangan kamu. Aku benci harus berada dalam posisi seperti itu. Tapi, aku tidak bisa menawar, ya?
Aku benci harus menerjemahkan isyarat-isyarat kamu itu. Apakah pertanyaan kamu itu sekadar pancingan atau retorika atau pertanyaan biasa yang aku salah artikan dengan penuh percaya diri? Apakah kepalamu yang kamu senderkan di bahuku kemarin hanya gesture biasa, atau ada maksud lain, atau aku yang-sekali lagi-salah mengartikan dengan penuh percaya diri?
Aku benci harus memikirkan kamu sebelum tidur dan merasakan sesuatu yang bergerak dari dalam dada, menjalar ke sekujur tubuh, dan aku merasa pasrah, gelisah. Aku benci untuk berpikir aku bisa begini terus semalaman, tanpa harus tidur. Cukup begini saja.
Aku benci ketika kamu menempelkan kepalamu ke sisi kepalaku, saat kamu mencoba untuk melihat sesuatu di handycam yang sedang aku pegang. Oh, aku benci kenapa ketika kepala kita bersentuhan, aku tidak bernapas, aku merasa canggung, aku ingin berlari jauh. Aku benci aku harus sadar atas semua kecanggungan itu…, tapi tidak bisa melakukan apa-apa.
Aku benci ketika logika aku bersuara dan mengingatkan, “Hey! Ini hanya ketertarikan fisik semata, pada akhirnya kamu akan tahu, kalian berdua tidak punya anything in common,” harus dimentahkan oleh hati yang berkata, “Jangan hiraukan logikamu.”
Aku benci harus mencari-cari kesalahan kecil yang ada di dalam diri kamu. Kesalahan yang secara desperate aku cari dengan paksa karena aku benci untuk tahu bahwa kamu bisa saja sempurna, kamu bisa saja tanpa cela, dan aku, bisa saja benar-benar jatuh hati kepadamu.
Aku benci jatuh cinta, terutama kepada kamu. Demi Tuhan, aku benci jatuh cinta kepada kamu. Karena, di dalam perasaan menggebu-gebu ini; di balik semua rasa kangen, takut, canggung, yang bergumul di dalam dan meletup pelan-pelan…
aku takut sendirian.
.
.
.
.
[Raditya Dika, Kepada Cinta : True Love Keeps No Secret]
baca nih yaa :
Kepada kamu,
Dengan penuh kebencian.
Aku benci jatuh cinta. Aku benci merasa senang bertemu lagi dengan kamu, tersenyum malu-malu, dan menebak-nebak, selalu menebak-nebak. Aku benci deg-degan menunggu kamu online. Dan di saat kamu muncul, aku akan tiduran tengkurap, bantal di bawah dagu, lalu berpikir, tersenyum, dan berusaha mencari kalimat-kalimat lucu agar kamu, di seberang sana, bisa tertawa. Karena, kata orang, cara mudah membuat orang suka denganmu adalah dengan membuatnya tertawa. Mudah-mudahan itu benar.
Aku benci terkejut melihat SMS kamu nongol di inbox-ku dan aku benci kenapa aku harus memakan waktu begitu lama untuk membalasnya, menghapusnya, memikirkan kata demi kata. Aku benci ketika jatuh cinta, semua detail yang aku ucapkan, katakan, kirimkan, tuliskan ke kamu menjadi penting, seolah-olah harus tanpa cacat, atau aku bisa jadi kehilangan kamu. Aku benci harus berada dalam posisi seperti itu. Tapi, aku tidak bisa menawar, ya?
Aku benci harus menerjemahkan isyarat-isyarat kamu itu. Apakah pertanyaan kamu itu sekadar pancingan atau retorika atau pertanyaan biasa yang aku salah artikan dengan penuh percaya diri? Apakah kepalamu yang kamu senderkan di bahuku kemarin hanya gesture biasa, atau ada maksud lain, atau aku yang-sekali lagi-salah mengartikan dengan penuh percaya diri?
Aku benci harus memikirkan kamu sebelum tidur dan merasakan sesuatu yang bergerak dari dalam dada, menjalar ke sekujur tubuh, dan aku merasa pasrah, gelisah. Aku benci untuk berpikir aku bisa begini terus semalaman, tanpa harus tidur. Cukup begini saja.
Aku benci ketika kamu menempelkan kepalamu ke sisi kepalaku, saat kamu mencoba untuk melihat sesuatu di handycam yang sedang aku pegang. Oh, aku benci kenapa ketika kepala kita bersentuhan, aku tidak bernapas, aku merasa canggung, aku ingin berlari jauh. Aku benci aku harus sadar atas semua kecanggungan itu…, tapi tidak bisa melakukan apa-apa.
Aku benci ketika logika aku bersuara dan mengingatkan, “Hey! Ini hanya ketertarikan fisik semata, pada akhirnya kamu akan tahu, kalian berdua tidak punya anything in common,” harus dimentahkan oleh hati yang berkata, “Jangan hiraukan logikamu.”
Aku benci harus mencari-cari kesalahan kecil yang ada di dalam diri kamu. Kesalahan yang secara desperate aku cari dengan paksa karena aku benci untuk tahu bahwa kamu bisa saja sempurna, kamu bisa saja tanpa cela, dan aku, bisa saja benar-benar jatuh hati kepadamu.
Aku benci jatuh cinta, terutama kepada kamu. Demi Tuhan, aku benci jatuh cinta kepada kamu. Karena, di dalam perasaan menggebu-gebu ini; di balik semua rasa kangen, takut, canggung, yang bergumul di dalam dan meletup pelan-pelan…
aku takut sendirian.
.
.
.
.
[Raditya Dika, Kepada Cinta : True Love Keeps No Secret]
diary
Kenapa malah nangis waktu membuka file-file lama ituu. Walopun kadang senyum-senyum sendiri juga siy.. haha !!
Padahal dulu gw gak maw punya diary, karena gw ngerasa, apa yang terjadi sama gw.. biar gw sama tuhan aja yang taw. Punya diary berarti memberikan kesempatan untuk diketahui orang lain. Hehe.
Padahal dulu gw gak maw punya diary, karena gw ngerasa, apa yang terjadi sama gw.. biar gw sama tuhan aja yang taw. Punya diary berarti memberikan kesempatan untuk diketahui orang lain. Hehe.
happy birthday
Ternyata jika kamu bahagia, itu sudah cukup buat aku. Itu juga akan membuatku bahagia. Meski ternyata tak bisa bersama, tapi apalah arti kebersamaan dibanding rasa yang tulus untuk menyayangi.
Aku cuma ingin, kamu terus berlari. Mengejar semua cita serta cintamu. Karena kamu telah dewasa, dan aku tau kamu membutuhkan seseorang yang bisa mengerti kamu (bukan anak TK seperti aku).
karena kamu dewaasa. ya, sungguh karena kamu dewasa maka anak kecil ini mengalah. agar kamu bisa terus berlari. maka berhentilah bermain-main dengan duniamu. suatu saat kamu harus bahagia.
Happy birthday to you . .
:dhuha, 061209:
Aku cuma ingin, kamu terus berlari. Mengejar semua cita serta cintamu. Karena kamu telah dewasa, dan aku tau kamu membutuhkan seseorang yang bisa mengerti kamu (bukan anak TK seperti aku).
karena kamu dewaasa. ya, sungguh karena kamu dewasa maka anak kecil ini mengalah. agar kamu bisa terus berlari. maka berhentilah bermain-main dengan duniamu. suatu saat kamu harus bahagia.
Happy birthday to you . .
:dhuha, 061209:
saya lupa kapan saya menulis ini
Bukan aku tak mau mengerti. Bukan aku tak bisa mengerti. Tapi sungguh aku berusaha untuk itu. Dan tidakkah kamu tau disini mati-matian aku mempertahankan pagar hatiku. Tak perlu kupertahankan pun seharusnya aku tenang. Karena hanya kamu yang memiliki kuncinya. Tapi dimana kamu menyimpannya sepertinya kamu lupa. Atau bahkan telah hilang, mana kutau.
Sekarang, aku perlu apa lagi? Aku ternyata tak butuh apa pun selain usahamu untuk meyakinkanku. Yakinkan aku bahwa hanya kamu yang pantas menjadi kapten di lapang hatiku. Yakinkan aku bahwa suatu hari kamu akan datang ke kotaku untuk menjemputku. Yakinkan aku bahwa telah terpatri aku dalam hatimu. Yakinkan aku, hingga aku akan merasa takut kehilangan kamu. Hingga aku tak perlu lagi mencemaskan kamu meski jarak mencekikku.
Sekarang, aku perlu apa lagi? Aku ternyata tak butuh apa pun selain usahamu untuk meyakinkanku. Yakinkan aku bahwa hanya kamu yang pantas menjadi kapten di lapang hatiku. Yakinkan aku bahwa suatu hari kamu akan datang ke kotaku untuk menjemputku. Yakinkan aku bahwa telah terpatri aku dalam hatimu. Yakinkan aku, hingga aku akan merasa takut kehilangan kamu. Hingga aku tak perlu lagi mencemaskan kamu meski jarak mencekikku.
